Tampilkan postingan dengan label suriah. Tampilkan semua postingan

gravatar

ANTARA Piagam Perjanjian Perjuangan Anshaar al-Khilaafah dan al-Ikhwaan al-Muslimiin Suriah untuk Suriah (antara Pejuang Syariah Kaffah dengan Pejuang Demokrasi sistem Kufur)

PERTAMA: PERJANJIAN & NOTA KESEPAKATAN JAMA’AH AL-IKHWAAN AL-MUSLIMIIN SURIAH

عهد وميثاق من جماعة الإخوان المسلمين في سوريا
تاريخ النشر: 5 ذو القعدة 1433 هـ – 21 أيلول 2012 مـ -
Perjanjian & Nota Kesepakatan Jama’ah al-Ikhwaan al-Muslimiin di Suriah
Tanggal:  5 Dzul Qa’dah 1433 H – 21 September 2012 M
IM
بسم الله الرحمن الرحيم
من أجل وطن حر، وحياة حرة كريمة لكل مواطن.. وفي هذه المرحلة الحاسمة من تاريخ سوريا، حيث يولد الفجر من رحم المعاناة والألم، على يد أبناء سوريا الأبطال، رجالا ونساءً، شباباً وأطفالاً وشيوخاً، في ثورة وطنية عامة، يشارك فيها شعبنا بكلّ مكوّناته، من أجل السوريين جميعاً.. فإننا في جماعة الإخوان المسلمين في سوريا، منطلقين من مبادئ ديننا الإسلامي الحنيف، القائمة على الحرية والعدل والتسامح والانفتاح.. نتقدّم بهذا العهد والميثاق إلى أبناء شعبنا جميعاً، ملتزمين به نصاً وروحاً، عهداً يصون الحقوق، وميثاقاً يبدد المخاوف، ويبعث على الطمأنينة والثقة والرضا.

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Demi (mewujudkan) bangsa yang merdeka, kehidupan merdeka yang mulia bagi seluruh bangsa… Pada tahapan yang menentukan ini bagi sejarah Suriah, ketika lahir fajar dari rahim penderitaan dan rasa sakit, di tangan anak-anak heroik Bangsa Suriah, pria maupun wanita; pemuda, anak kecil maupun orangtua yang terlibat dalam revolusi bangsa secara umum, bangsa kami dari setiap komponen masyarakat terlibat di dalam revolusi ini untuk seluruh orang-orang Suriah … Kami dari Jama’ah al-Ikhwan al-Muslimin di Suriah bertolak dari prinsip-prinsip agama kita yang islamiy nan lurus, berdasarkan asas kebebasan, keadilan, toleransi, dan keterbukaan.. kami mempersembahkan perjanjian dan nota kesepakatan ini untuk seluruh anak-anak negeri ini, dengan memegang teguh perjanjian ini baik tekstual maupun kontekstual, suatu perjanjian yang menjaga hak-hak, nota kesepakatan yang menghilangkan kegelisahan, membangkitkan ketenangan, kepercayaan dan keridhaan.

يمثل هذا العهد والميثاق رؤية وطنية، وقواسم مشتركة، تتبناها جماعة الإخوان المسلمين في سوريا، وتتقدم بها أساساً لعقد اجتماعي جديد، يؤسّس لعلاقة وطنية معاصرة وآمنة بين مكوّنات المجتمع السوري بكل أطيافه الدينية والمذهبية والعرقية وتياراته الفكرية والسياسية.

Piagam perjanjian dan nota kesepakatan ini merupakan gambaran visi kebangsaan, dan qawaasim musytarikah, yang diadopsi oleh Jama’ah al-Ikhwaan al-Muslimiin di Suriah, dan dipresentasikan sebagai asas bagi perjanjian kehidupan sosial yang baru. Dijadikan sebagai asas bagi hubungan bangsa modern dan hubungan kepercayaan di antara komponen masyarakat Suriah, dengan segala pandangan keagamaan, madzhab, etnis, arus pemikiran dan politik.

يلتزم الإخوان المسلمون بالعمل على أن تكون سوريا المستقبل:

Al-Ikhwan al-Muslimuun bertekad untuk beraktivitas mewujudkan Suriah di masa yang akan datang:

1 – دولة مدنية حديثة، تقوم على دستور مدنيّ، منبثق عن إرادة أبناء الشعب السوري، قائم على توافقية وطنية، تضعه جمعية تأسيسية منتخَبة انتخاباً حراً نزيها، يحمي الحقوق الأساسية للأفراد والجماعات، من أيّ تعسّف أو تجاوز، ويضمن التمثيل العادل لكلّ مكوّنات المجتمع.

Poin Pertama: Negara sipil modern, tegak di atas perundang-undangan sipil yang digali dari kehendak anak-anak negeri Suriah, tegak di atas kesepakatan nasional, diletakkan oleh Jam’iyyah Ta’siisiyyah Muntakhabah dengan pemilihan umum terbuka yang adil, yang menjaga hak-hak asasi individu-individu maupun kelompok-kelompok, (terbebas) dari segala kesewenang-wenangan dan tindakan melampaui batas, dan menjamin perwujudan keadilan untuk setiap komponen masyarakat.

2 – دولة ديمقراطية تعددية تداولية، وفق أرقى ما وصل إليه الفكر الإنساني الحديث، ذات نظام حكم جمهوري نيابي، يختار فيها الشعب من يمثله ومن يحكمه عبر صناديق الاقتراع، في انتخاباتٍ حرة نزيهة شفافة.

Poin Kedua: Negara demokratis pluralis yang dinamis, sejalan dengan perkembangan pemikiran manusia modern, sebuah sistem pemerintahan republik parlementer, perwakilan dan penguasa yang dipilih oleh rakyat dari hasil pemungutan kotak suara, dalam pemilihan umum yang bebas (tidak ada tekanan-pen.), bersih, dan transparan.

3 – دولة مواطنة ومساواة، يتساوى فيها المواطنون جميعاً، على اختلاف أعراقهم وأديانهم ومذاهبهم واتجاهاتهم، تقوم على مبدأ المواطنة التي هي مناط الحقوق والواجبات، يحقّ لأيّ مواطنٍ فيها الوصول إلى أعلى المناصب، استناداً إلى قاعدتي الانتخاب أو الكفاءة. كما يتساوى فيها الرجال والنساء، في الكرامة الإنسانية، والأهلية، وتتمتع فيها المرأة بحقوقها الكاملة.

Poin Ketiga: Negara sipil dan equality, yakni menjunjung tinggi persamaan seluruh warga negaranya, dengan keberagaman etnis, agama, madzhab, dan orientasi hidup, yang tegak di atas prinsip kebangsaan yang merupakan perwujudan hak-hak dan kewajiban-kewajiban. Memberikan hak bagi seluruh warga Negara untuk menduduki posisi yang tinggi, berdasarkan kaidah-kaidah pemilihan umum atau keahliannya. Sebagaimana disamakannya kedudukan pria dan wanita dalam martabat manusiawi, dan kompetensinya. Kaum perempuan pun bisa menikmati hak-haknya secara sempurna.

4 – دولة تلتزم بحقوق الإنسان -كما أقرتها الشرائع السماوية والمواثيق الدولية- من الكرامة والمساواة، وحرية التفكير والتعبير، وحرية الاعتقاد والعبادة، وحرية الإعلام، والمشاركة السياسية، وتكافؤ الفرص، والعدالة الاجتماعية، وتوفير الاحتياجات الأساسية للعيش الكريم. لا يضامُ فيها مواطن في عقيدته ولا في عبادته، ولا يضيّقُ عليه في خاصّ أو عامّ من أمره.. دولة ترفضُ التمييز، وتمنعُ التعذيب وتجرّمه.

Poin Keempat: Negara yang memenuhi hak-hak asasi manusia –sebagaimana ketentuan peraturan-peraturan yang turun dari langit (syari’at Ilahiyyah-pen.) dan berbagai Konvensi Internasional–; (hak-hak) kehormatan dan persamaan, kebebasan berpikir dan berekspresi, kebebasan berakidah dan beribadah, kebebasan pers, perkumpulan politik, kesetaraan peluang, keadilan social, pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok untuk hidup mulia, tidak ada paksaan bagi para warga negaranya dalam berakidah dan beribadah, tidak membatasi urusannya baik secara khusus maupun umum,  negara yang menolak diskriminasi, serta mencegah kekerasan dan kejahatan.

5 – دولة تقوم على الحوار والمشاركة، لا الاستئثار والإقصاء والمغالبة، يتشاركُ جميع أبنائها على قدم المساواة في بنائها وحمايتها، والتمتّع بثروتها وخيراتها، ويلتزمون باحترام حقوق سائر مكوناتها العرقية والدينية والمذهبية، وخصوصية هذه المكوّنات، بكل أبعادها الحضارية والثقافية والاجتماعية، وبحقّ التعبير عن هذه الخصوصية، معتبرين هذا التنوع عاملَ إثراء، وامتداداً لتاريخ طويل من العيش المشترك، في إطار من التسامح الإنسانيّ الكريم.

Poin Kelima: Negara yang tegak di atas asas dialog dan kerjasama, bukan negara monopolistic, menyingkirkan yang lain dan saling menjatuhkan. Seluruh anak-anak negeri ini berpartisipasi dengan kedudukan yang sama dalam membangun dan menjaganya. Menikmati kemakmuran dan berbagai sumber dayanya. Memegangteguh untuk memuliakan hak-hak dan privasi seluruh komponennya baik etnis, keagamaan dan kelompok, dengan segala dimensi peradaban, wawasan, kehidupan social, dan hak mengekspresikan privasinya, mengakui keragaman tersebut sebagai khazanah kekayaan, yang tak terlepas dari sejarah yang panjang dalam kehidupan bersama, dalam bingkai toleransi manusiawi yang mulia.

6 – دولة يكون فيها الشعب سيد نفسه، وصاحب قراره، يختار طريقه، ويقرّر مستقبله، دون وصاية من حاكم مستبدّ، أو حزب واحد، أو مجموعة متسلطة.

Poin Keenam: Negara yang menjadikan rakyatnya sebagai tuan bagi dirinya sendiri, yang berwenang atas keputusan-keputusannya, memilih jalannya dan memutuskan masa depannya, tanpa tekanan dari penguasa otoriter, satu partai atau suatu kelompok yang mendominasi (monopolistic).

7 – دولة تحترم المؤسسات، وتقوم على فصل السلطات التشريعية والقضائية والتنفيذية، يكونُ المسؤولون فيها في خدمة الشعب. وتكون صلاحياتهم وآليات محاسبتهم محدّدةً في الدستور. وتكون القوات المسلحة وأجهزة الأمن فيها لحماية الوطن والشعب، وليس لحماية سلطة أو نظام، ولا تتدخّل في التنافس السياسيّ بين الأحزاب والقوى الوطنية.

Poin Ketujuh: Negara yang menghormati institusi-institusi, tegak di atas asas pemisahan antara kedaulatan legislative, yudikatif dan eksekutif. Orang-orang yang bertanggungjawab memegang itu semuanya bekerja untuk melayani rakyat. Dengan kewenangan-kewenangan serta mekanisme control bagi mereka yang dibatasi perundang-undangan. Dan menjadikan kekuatan militer dan elemen-elemen keamanan di dalam negera sebagai pelindung bangsa dan rakyatnya, bukan untuk mengamankan kekuasaan atau pemerintahan, dan tidak boleh ada intervensi (militer & petugas keamanan negara-pen.) dalam persaingan politik antara partai-partai dan pasukan nasional.

8 – دولة تنبذ الإرهاب وتحاربه، وتحترم العهود والمواثيق والمعاهدات والاتفاقيات الدولية، وتكون عاملَ أمن واستقرار، في محيطها الإقليمي والدوليّ. وتقيم أفضل العلاقات الندّية مع أشقائها، وفي مقدمتهم الجارة لبنان، التي عانى شعبها -كما عانى الشعب السوريّ – من ويلات نظام الفساد والاستبداد، وتعملُ على تحقيق مصالح شعبها الإستراتيجية، وعلى استرجاع أرضها المحتلة، بكافة الوسائل المشروعة، وتدعم الحقوق المشروعة للشعب الفلسطينيّ الشقيق.

Poin Kedelapan: Negara menghentikan terorisme dan memeranginya, menghormati berbagai persetujuan, nota kesepakatan, perjanjian dan Konvensi Internasional, dan menjadi elemen pengaman dan penjaga stabilitas dalam lingkup batas teritorial maupun internasional. Dan membangun hubungan persahabatan yang paling utama dengan saudaranya, dan yang paling terdepan adalah dengan negara tetangga yakni Lebanon, membantu rakyatnya –sebagaimana bantuannya terhadap rakyat Suriah- dari malapetaka pemerintahan yang rusak dan otoriter. Beraktivitas untuk mewujudkan kemaslahatan-kemaslahatan yang strategis bagi rakyatnya, dan beraktivitas untuk mengembalikan Buminya yang terjajah dengan segala cara-cara yang legal, serta mendukung pemenuhan hak-hak Rakyat Palestina yang merupakan saudara.

9 – دولة العدالة وسيادة القانون، لا مكان فيها للأحقاد، ولا مجال فيها لثأر أو انتقام.. حتى أولئك الذين تلوثت أيديهم بدماء الشعب، من أيّ فئة كانوا، فإنّ من حقهم الحصول على محاكمات عادلة، أمام القضاء النزيه الحرّ المستقل.

Poin Kesembilan: Negara adil dan berkedaulatan undang-undang (konstitusional-pen.), tidak ada tempat bagi berbagai kedengkian, balas dendam dan pembalasan.. Hingga bagi mereka yang mengotori tangan-tangan mereka dengan darah rakyatnya. Dari kelompok manapun, dan hak bagi mereka adalah apa yang diputuskan dari tuntutan-tuntutan yang adil, di hadapan pengadilan yang jujur, bebas dan tidak memihak.

10 – دولة تعاون وألفة ومحبة، بين أبناء الأسرة السورية الكبيرة، في ظلّ مصالحة وطنية شاملة. تسقطُ فيها كلّ الذرائع الزائفة، التي اعتمدها نظامُ الفساد والاستبداد، لتخويف أبناء الوطن الواحد بعضهم من بعض، لإطالة أمدِ حكمه، وإدامة تحكّمه برقاب الجميع.

Poin Kesepuluh: Negara yang menjunjung saling tolong menolong, persahabatan dan cinta, diantara anak-anak keluarga besar Suriah, dalam naungan satu kemaslahatan nasional yang menyeluruh, menghapuskan dalih-dalih palsu yang digunakan pemerintahan yang rusak dan otoriter untuk mengintimidasi anak-anak negeri satu sama lain, untuk mempertahankan periode pemerintahannya dan melanggengkan kekuasaannya dengan memperbudak seluruh elemen.

هذه هي رؤيتنا وتطلعاتنا لغدنا المنشود، وهذا عهدُنا وميثاقُنا أمام الله، وأمام شعبنا، وأمام الناس أجمعين. رؤية نؤكّدها اليوم، بعد تاريخٍ حافل في العمل الوطنيّ لعدة عقود، منذ تأسيس الجماعة على يد الدكتور مصطفى السباعي رحمه الله عام 1945. كنا قد عرضنا ملامحها بوضوح وجلاء في ميثاق الشرف الوطنيّ عام 2001، وفي مشروعنا السياسيّ عام 2004، وفي الأوراق الرسمية المعتمدة من قِبَل الجماعة، بشأن مختلف القضايا المجتمعية والوطنية.

Inilah pandangan dan harapan-harapan kami untuk masa depan yang kita inginkan, dan inilah janji dan nota kesepakatan kami dihadapan Allah, rakyat Suriah, dan dihadapan manusia seluruhnya sejak pendirian Jama’ah ini oleh Doktor Mushthafa al-Siba’iy –semoga Allah merahmatinya- pada tahun 1945 M. Kami sudah mempresentasikan pandangan ini dengan jelas dan terbuka dalam Miitsaaq al-Syarf al-Wathaniy  tahun 2001 M, dan dalam rancangan politik kami pada tahun 2004 M, begitu pula dalam dokumen resmi yang diadopsi oleh Jama’ah ini, dengan keragaman permasalahan social dan nasional.

وهذه قلوبُنا مفتوحة، وأيدينا ممدودةٌ إلى جميع إخوتنا وشركائنا في وطننا الحبيب، ليأخذ مكانه اللائقَ بين المجتمعات الإنسانية المتحضّرة. (وتعاونوا على البر والتقوى، ولا تعاونوا على الإثم والعدوان، واتقوا الله إنّ الله شديد العقاب).

Dan inilah qalbu kami terbuka, dan tangan kami terentang bagi seluruh saudara dan pendukung kami di negeri kami yang tercinta ini, untuk mengambil posisi yang layak di tengah-tengah masyarakat yang manusiawi nan beradab. (“Dan tolong menolonglah kamu sekalian dalam kebaikan dan takwa, dan janganlah tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah memiliki siksa yang sangat pedih. ”)

 25 آذار (مارس) 2012
جماعة الإخوان المسلمين في سوريا

25 Maret 2012 M
Jama’ah al-Ikhwaan al-Muslimiin di Suriah
Source: http://www.ikhwansyria.com/Portals/Content/?Name=%D8%B9%D9%87%D8%AF+%D9%88%D9%85%D9%8A%D8%AB%D8%A7%D9%82+%D9%85%D9%86+%D8%AC%D9%85%D8%A7%D8%B9%D8%A9+%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%AE%D9%88%D8%A7%D9%86+%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%8A%D9%86+%D9%81%D9%8A+%D8%B3%D9%88%D8%B1%D9%8A%D8%A7&info=YVdROU16QTVOREltYzI5MWNtTmxQVk4xWWxCaFoyVW1kSGx3WlQweEpuaHRiR2xrUFRZeU1Ua20rdQ%3D%3D.Syr


KEDUA: PERJANJIAN & NOTA KESEPAKATAN PARA MUJAHIDIN PENDUKUNG KHILAAFAH DI SURIAH


421079_409040505843029_1772986204_n

Piagam Perjanjian Para Mujahidiin Suriah untuk Berjuang Menegakkan Khilafah
قادة كتائب يوقعون على ميثاق العمل لاقامة الخلافة في سوريا
تعاهد عدد من قادة الكتائب المقاتلة في سوريا على العمل لاسقاط مشروع الدولة المدنية الديمقراطية في سوريا وإقامة دولة الخلافة الاسلامية القائمة على الأسس التالية:
 1- السيادة للشرع.
 2- السلطان للأمة.
 3- نصب خليفة واحد فرض على المسلمين.
 4- للخليفة حق تبنّي ما يراه من الأحكام الشرعية الاجتهادية.

Para Pemimpin Revolusi (Bersepakat) Menandatangani Piagam Perjanjian untuk Berjuang Menegakkan Khilafah Islaamiyyah di Suriah

Para ‘Pemimpin Revolusi’ Suriah berjanji untuk berjuang menyingkirkan tegaknya dawlah demokratis di Suria, dan menegakkan Daulah Khilafah Islamiyyah yang tegak di atas asas-asas sebagai berikut:
  1. Kedaulatan di tangan syara’
  2. Kekuasaan di tangan umat
  3. Mengangkat Khalifah yang satu –untuk seluruh dunia- merupakan kewajiban bagi kaum muslimin
  4. Khalifah memiliki hak untuk mengadopsi (satu hukum) dari apa-apa yang dipandangnya (paling kuat dalil2nya) dari hukum2 syara’ yang bersifat ijtihadiy.

ميثاق العمل لإقامة الخلافة الإسلامية في سوريا
بسم الله الرحمن الرحيم
(وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُون)
نحن الموقعون أدناه..
إيماناً منّا بوجوب العمل لتطبيق الشريعة الإسلامية، واستئناف الحياة الإسلامية، وتحقيق بشارة رسول الله محمد صلى الله عليه وسلم: ” .. ثم تكون خلافة على منهاج النبوة” .. وطلباً منا لنيل رضوان الله تعالى..

Perjanjian untuk Berjuang Menegakkan Khilaafah Islaamiyyah di Suriah

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. Al-Nuur: 55)
Kami adalah orang-orang yang menandatangani (bersepakat) perjanjian:
Bagian dari keimanan kami adalah meyakini kewajiban menerapkan syari’at islam, dan berjuang untuk melanjutkan kehidupan islam dan mewujudkan berita gembira dari Rasulullah SAW: “…kemudian akan tegak Khilafah di atas manhaj kenabian” dan kami berharap agar meraih ridha’ Allah SWT.

نعلن ما يلي:
أولاً: نعاهد الله تبارك وتعالى على العمل لإسقاط مشروع الدولة المدنية الديمقراطية في سوريا، وإقامة دولة الخلافة الإسلامية القائمة على الأسس التالية:
 1- السيادة للشرع. فمواد الدستور والقوانين النافذة هي أحكام شرعية مستنبطة من أدلتها التفصيليّة.
 2- السلطان للأمة. فالمسلمون يختارون الخليفة، ويبايعونه على الحكم بكتاب الله وسنة رسورله.
 3-نصب خليفة واحد فرضٌ على المسلمين.. فيحرم شرعاً وجود أكثر من خليفة في آن واحد.
 4- للخليفة حق تبني ما يراه من الأحكام الشرعية الاجتهادية، يسنها موادّ في الدستور وقوانين.
ونعاهد الله عز وجل على نصرة بعضنا بعضا على الحق بما نستطيع.
ثانياً: نتبنى مشروع الدستور المقترح من قبل حزب التحرير والملحق بهذا الميثاق دستوراً لهذه الدولة، مع قابلية تعديله وفق اجتهادات شرعيّة سليمة، مقترحة من قِبَل أهل العلم.
والله على مانقول شهيد.
بتاريخ  15/11/2012
الموقعون.
(سنذكر في وقت لاحق اسماء قادة وممثلي الكتائب والألوية الذبن وقعوا على الوثيقة، كما سنوافيكم  بصورة للنسخة الأصلية للوثيقة في وقت لاحق إن شاء الله تعالى).
اللهم إنا نتبرأ إليك من كل من يمده للغرب وأعوانه .
 اللهم إنا نتبرأ إليك من كل من كان من أحبابنا فتركنا وخذلنا وانضم إلى قافلة المؤتمرين المتآمرين .
 اللهم انتصر لنا انتصارك لأحبابك على أعدائك.
 اللهم مكن لنا ديننا الذي ارتضيت لنا.

Kami proklamirkan poin-poin berikut:

Pertama, Kami berjanji kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aalaa untuk berjuang menggagalkan tegaknya Daulah Madaniyyah yang bersifat Demokratis (berdasarkan sistem Demokrasi) di Suriah, dan menegakkan Daulah al-Khilaafah al-Islaamiyyah yang tegak di atas asas-asas sebagai berikut:
  1. Kedaulatan di tangan syara’. Maka materi-materi konten UUD dan perundang-undangan yang ada yakni hukum-hukum syara’ yang digali dari dalil-dalilnya yang terperinci.
  2. Kekuasaan di tangan umat. Maka kaum muslimin (wajib) memilih (mengangkat) seseorang untuk menjadi Khalifah (berdasarkan aturan2 Islam-pen.), dan mereka membai’atnya untuk menegakkan kekuasaan yang tegak di atas asas kitaabullaah dan sunnah Rasul-Nya.
  3. Mengangkat Khalifah yang satu –untuk seluruh dunia- merupakan kewajiban bagi kaum muslimin. Maka diharamkan secara syar’i ada Khalifah yang lebih dari satu dalam satu masa.
  4. Khalifah memiliki hak untuk mengadopsi (satu hukum) dari apa-apa yang dipandangnya (paling kuat dalil2nya) dari hukum2 syara’ yang bersifat ijtihadiy. Yang dimasukkan ke dalam UUD dan Perundang-undangan.
Kami berjanji kepada Allah ‘Azza wa Jalla, agar saling tolong menolong dalam kebenaran sesuai dengan kemampuan kami (dengan segenap kemampuan-pen.).

Kedua, kami akan mengadopsi Rancangan Perundang-Undangan yang disampaikan oleh Hizbut Tahriir, dan akan menetapkannya sebagai Piagam Konstitusi Negara ini (al-Dawlah al-Islaamiyyah), disertai kemungkinan adanya modifikasi yang sejalan dengan ijtihad-ijtihad yang syar’i dan benar, yang diusulkan oleh para ulama.
Dan Allah akan menjadi saksi atas apa yang kami sampaikan.

Tertanggal: 15/11/2012
Unzhur:
Video: http://www.youtube.com/watch?v=9B2zmfLyH0s&feature=youtu.be
fb: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=409040505843029&set=a.190146587732423.48211.175738369173245&type=1&permPage=1

(from: irfanabunaveed.wordpress.com)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Korban pembantaian di Suriah meningkat


Suriah, Sejumlah korban selamat dalam pembantaian di kawasan Houla Suriah menceritakan peristiwa penyerangan dan pembunuhan anggota keluarga mereka yang dilakukan pasukan pemerintah akhir pekan lalu.

Beberapa saksi mata mengatakan mereka bersembunyi atau berpura-pura tewas agar selamat dari penyerangan.

Kebanyakan menyatakan militer dan milisi shabiha yang melakukan kekejaman tersebut, meski rezim Assad bersikeras serangan dilakukan ”teroris bersenjata”.
Pengamat PBB yang mengunjungi desa Taldou tempat dimana pembantaian berlangsung mengatakan mereka menemukan bukti serangan dari pasukan pemerintah.

Mereka juga mengkonfirmasi sekitar 108 korban, kebanyakan anak-anak, tewas akibat tembakan jarak dekat atau serangan pisau.

Sejumlah saksi mata yang berbicara kepada BBC mengatakan mereka meyakini bahwa militer dan anggota milisi shabiha yang bertanggung jawab.

“Kami berada di dalam rumah, mereka masuk, shabiha dan pasukan keamanan, mereka masuk dengan senjata Kalashnikov dan senapan mesin,” kata Rasha Abdul Razaq yang selamat dari serangan.

“Mereka membawa kami ke sebuah ruangan dan memukul ayah saya di kepala dengan senjata dan menembaknya tepat di dagu.”

Dari 20 anggota keluarga dan teman di dalam rumah, dia mengatakan hanya empat yang selamat.

Seorang warga lainnya, yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan dia bersembunyi di loteng saat lelaki bersenjata menarik anggota keluarganya dan menembaki mereka.

“Saya buka pintu, dan saya banyak melihat jenazah, saya tidak bisa mengenali anak-anak saudara lelaki saya. Tidak bisa digambarkan. Saya punya tiga anak, saya kehilangan tiga anak,” katanya.



“Mereka membawa kami ke sebuah ruangan dan memukul ayah saya di kepala dengan senjata dan menembaknya tepat di dagu”

Rasha Abdul Razaq Saksi mata lainnya menceritakan bagaimana mereka ketakutan jika pasukan rezim kembali ke kawasan tersebut.

Jumlah korban tewas tidak diketahui secara pasti, tetapi wartawan BBC di Lebanon mengatakan jumlah kemungkinan bertambah dari keterangan saksi dan laporan dari pemerhati HAM di lapangan.[] bbc.co.uk
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Pasukan Suriah dalam Jumlah Besar Dikerahkan di Damaskus

Pengerahan pasukan dilakukan untuk mencegah terulangnya demonstrasi paling besar menentang pemerintah di ibukota Damaskus.
Pasukan keamanan Suriah dikerahkan dalam jumlah besar di bagian-bagian kota Damaskus untuk mencegah terulangnya demonstrasi paling besar menentang pemerintah di ibukota, sementara kekerasan terus berkecamuk di berbagai pusat pemberontakan di negara itu.

Kara para aktivis, polisi memaksa keluarga seorang demonstran yang tewas supaya menguburkannya lebih cepat dari rencana semula untuk mencegah timbulnya demonstrasi-demonstrasi baru.

Pasukan keamanan dan milisi pro-pemerintah yang dikenal dengan nama ‘Shabbiha’ tampak menjaga upacara pemakaman Samer al-Khatib yang dilakukan tanpa banyak dihadiri orang hari minggu.

Ini berbeda dengan upacara pemaknaan yang dilakukan kemarin yang dihadiri oleh ribuan demonstran. Kelompok-kelompok HAM mengatakan, pasukan keamanan terus menembaki kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak di kota Homs. Kota itu telah dikepung oleh pasukan pemerintah sejak tanggal 4 Februari. Komite koordinasi lokal para aktivis mengatakan enam orang tewas di Homs dan sembilan orang di propinsi Idlib, yang berbatasan dengan Turki.

Kata media pemerintah Suriah, orang-orang bersenjata menembaki mobil yang membawa jaksa Nidal Ghazal dan hakim Mohammed Ziadeh dan menewaskan keduanya di kota Idlib. (voanews.com, 19/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Perwakilan “Penyakit” Sah Satu-Satunya

rapat menlu arab
Aljazeerah mengatakan dalam situsnya, dengan mengutip dari sumber-sumber Arab bahwa para Menteri Luar Negeri Arab akan membahas dalam pertemuan berikutnya di Kairo untuk mengakui Dewan Nasional Suriah sebagai wakil rakyat Suriah.
*** *** ***

Negara-negara kafir Barat imperialis, selama puluhan tahun, tidak pernah berhenti membuat rencana dan metode politik yang melayani kepentingannya, dan mewujudkan tujuan imperialismenya yang kotor. Barat telah menggunakan banyak metode dan alat yang sesuai untuk mewujudkan tujuannya dengan mencengkeram kuat-kuat masa depan umat Islam, menjarah setiap kekayaan dan memperkokoh hegemoni imperialismenya terhadap umat.

Dan di antara metodenya itu, adalah apa yang dikenal dengan cara mereduksi gerakan politik di suatu negara atau wilayah, melalui kerangka politik yang terkadang berupa organisasi, dewan atau lainnya, yang dibentuk menurut tolok ukur Barat dan mengalirkan apa yang ada dalam wadah politiknya. Kerangka ini kemudian dijadikan tema untuk membangun proyek-proyek Barat yang terkait dengan negara itu, dan mengusulkannya sebagai proyek lokal, atau mereka menyebutnya sebagai proyek nasional. Kemudian kerangka ini disebut sebagai karakteristik “perwakilan sah satu-satunya”.

Dalam rangka memberikan kredibilitas yang hilang bagi kerangka politik yang dibuatnya,  maka Barat melakukan pekerjaan untuk menyediakan penutup yang sifatnya lokal, regional dan internasional bagi organisasi-organisasi dan dewan-dewan itu dengan nama nasionalisme. Kemudian organisasi-organisasi dan dewan-dewan itu yang mengatur setiap kebijakan luar negeri. Di tingkat lokal melalui pembelian piutang dan dukungan publik yang disesatkan dengan mempermainkan emosi dan mengobarkannya dengan berbagai aktivitas yang membuat masyarakat berkumpul di sekitarnya; di tingkat regional melalui lembaga-lembaga regional, seperti Liga Arab, Organisasi Kerjasama Islam dan lainnya, belum lagi dukungan dari beberapa rezim penguasa thaghut terhadap dewan-dewan ini dan legitimasinya. Pada saat yang sama datang dukungan internasional yang berasal dari negara-negara besar melalui pengakuan serta dukungan politik dan finansial dalam koridor lembaga imperialis internasional, serta badan-badan pengambil keputusan politik Barat.

Melalui semuai ini, maka dirajutlah konspirasi dengan setiap benangnya untuk memulai berbagai aktivitas kerangka yang dibuatnya ini, sebagai alat lokal yang digunakan oleh Barat untuk memuluskan proyek-proyeknya di bawah nama “pewakilan sah satu-satunya”.

Meskipun muncul konflik mengenai loyalitas bagi kerangka politik itu, apakah yang berkiblat ke Gedung Putih, maupun yang berkiblat ke Downing Street dan Elysee. Hanya saja negara-negara imperialis itu sepakat bahwa metode ini masih efektif untuk menyesatkan rakyat, memalingkannya dan memperlemah semua tuntutan revolusinya.

Bukan rahasia lagi bahwa yang paling menderita akibat dari ide “perwakilan sah satu-satunya” adalah warga Palestina, yaitu ketika Barat dan para penguasa bonekanya di kawasan Timur Tengah membonsai masalah Palestina dari masalah umat Islam menjadi masalah organisasi, yang disebut “Organisasi Pembebasan”, yang pada kenyataannya adalah “Organisasi Penyerahan”. Sehingga hal itu menjadi bencana bagi rakyat Palestina, dan kelahiran organisasi itu masih ilegal karena dibuat oleh-otoritas Dayton Mueller.

Libya, pada saat musim semi Arab, menyusul dengan kendaraan “perwakilan sah satu-satunya” ketika membentuk Dewan Transisi Libya untuk mereduksi revolusi yang diberkati ini dengan Dewan yang menyusu pada Barat, terutama Eropa. Dan mulailah keburukannya terlihat dengan telanjang.

Dan sekarang di Suriah … Revolusi yang baik dan diberkati ini, tengah berlangsung berbagai upaya yang dilakukan oleh Barat dan para anteknya siang dan malam, baik yang lokal maupun yang regional, untuk memalingkan dan menyesatkan tujuan revolusi; setelah terbentu Dewan Nasional Suriah, maka ia mulai bernyanyi melalui satelit untuk mengirim masalah Suriah ke Dewan Keamanan, dan menuntut untuk internasionalisasi masalah, serta deklarasi keinginan untuk mengganti entitas sipil-sekuler demokrasi-dengan rezim Assad, serta berkiblat pada Barat dan proyek-proyek politiknya yang bertujuan untuk memperkuat hegemoni politik Barat dengan sebuah upaya untuk mengubah wajah!

Para Syaikh Teluk yang mengeluarkan seruan untuk mengakui Dewan Nasional sebagai “perwakilan sah”, dan pernyataan Barat-terutama Inggris dan Prancis–yang disampaikan melalui lembaga resmi, serta promosi media di semua tingkat, maka semuanya itu tidak lain adalah kloning terhadap metode yang sama, untuk membonsai revolusi Syam yang agung  agar keputusannya ada dalam kerangka yang sesuai dengan proyek-proyek Barat yang telah dirangcang siang dan malam.

Dengan demikian, yang wajib bagi generasi Syam-penduduk bumi terbaik dengan izin Allah-adalah waspada terhadap seruang yang merusak ini, dan konspirasi-konspirasi kotor yang dirancang untuk menentang revolusi mereka yang diberkati. Dalam hal ini, hendaklah mereka tetap teguh dengan slogan-slogannya yang baik, dan hendaklah mereka membuat perwakilan satu-satunya untuk mewujudkan tuntutannya, khususnya slogan “Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam … Jika kami menginginkan kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah pun menghinakan kami“.

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 16/02/2012.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Berita Lucu: Rancangan Undang-Undang (RUU) Israel untuk menuntut kompensasi dari negara-negara Arab (Mesir, Mauritania, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Sudan, Suriah, Irak, Libanon, Yordania, Bahrain, dan Arab Saudi)

Sebuah laporan berita mengungkapkan bahwa Israel sedang mempersiapkan untuk menuntut Arab Saudi lebih dari 100 miliar dolar sebagai kompensasi atas kepemilikan Yahudi di wilayahnya sejak zaman Rasulullah Saw.

Surat kabar “Al-Quds Al-Arabi” mengutip dari sumber-sumber Mesir yang tidak disebutkan namanya bahwa Kementerian Luar Negeri Israel yang dikuasai oleh seorang ektrimis Avigdor Lieberman, sekarang sedang bekerja keras mempersiapkan undang-undang yang mengharuskan pemerintah untuk menuntut kompensasi dari Arab Saudi atas kepemilikan Yahudi yang mereka itu sudah tinggal di wilayahnya sejak zaman Rasulullah Saw, di samping juga menuntut Mesir agar mengembalikan kepemilikan Yahudi.

Sumber-sumber itu menunjukkan bahwa badan-badan resmi Israel saat ini melalui Dirjen Pengelolaan Kepemilikan di Kementerian Luar Negeri Israel sedang mempersiapkan rancangan undang-undang yang akan diajukan ke Knesset pada Maret mendatang, yang isinya mengharuskan pemerintah Israel menuntut otoritas Mesir agar mengembalikan kepemilikan Yahudi Mesir yang mereka tinggalkannya pada awal tahun 1948. Hal ini dilakukan dalam rangka persiapan untuk meletakkannya di meja perundingan internasional pada saat ada tekanan terhadap Israel terkait hak kembali para pengungsi Palestina.

Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU), yang saat ini sedang dikerjakannya adalah dalam rangka persiapan untuk memulai tuntutan kompensasi yang dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, menuntut Mesir, Mauritania, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Sudan, Suriah, Irak, Libanon, Yordania dan Bahrain dengan kompensasi atas kepemilikan 850 ribu Yahudi yang nilainya mencapai 300 miliar dolar, yang dibagi di antara mereka berdasarkan sensus terakhir kaum Yahudi pada tahun 1948.

Kedua, undang-undang tersebut menuntut Arab Saudi untuk membayar kompensasi yang nilainya lebih dari 100 miliar dolar atas kepemilikan Yahudi di kerajaan itu sejak zaman Rasulullah Saw.

Sumber-sumber itu menjelaskan bahwa Arab Saudi merupakan negara Arab yang paling besar dituntut kompensasi. Dikatakan bahwa Rancangan Undang-Undang (RUU) Israel untuk menuntut kompensasi dari negara-negara Arab ini, sekarang sedang dikerjakan oleh para ahli senior di bidang hukum internasional, sejarah dan geografi kaum Israel dari universitas-universitas Israel di Bar-Ilan,  Bi’r as-Sab’ (Be’er Sheva), Tel Aviv, al-Quds (Yerusalem) dan Haifa, dengan pendanaan khusus yang ditetapkan sebesar 100 juta dolar dipotong dari anggaran Departemen Luar Negeri Israel pada tahun 2012.

Bahkan sumber-sumber itu menegaskan bahwa ada upaya Israel untuk menuntut Iran juga agar membayar 100 miliar dolar saja sebagai kompensasi atas ratusan orang Yahudi Iran yang tewas dan hilang tanpa diketahui nasibnya sampai hari ini (islamtoday.net, 1/1/2012, "Israel Tuntut Arab Saudi 100 Miliar Dolar Atas Kepemilikan Yahudi Sejak Zaman Rasulullah SAW").

btw apa Israel gak mikir juga ya, bahwa mereka udah membantai Juataan kaum Muslimin mulai dari anak-anak sampai dewasa. mereka mau Ngelawak kali ya?
sangat tampak mereka ingin ngebodohin ummat Islam, bergaya sok terdzalimi. padahal sebenarnya merekalah makhluk-makhluk keji terlaknat...!!!

sedikit contoh lihat saja kejadian ini:
Kasus penggunaan bom Fosfor.

dan masih banyak lagi bukti kekejaman mereka. lalu siapakah yang layak dituntut dan menuntut?
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Rezim Suriah Manfaatkan Kekuatan Amerika Dalam Membantai Rakyatnya

Surat kabar al-Akhbar mengutip perkataan Asisten Wakil Presiden Republik Suriah, Mayjen Muhammad Nassif bahwa: “Hubungan dengan Washington-meskipun semua mengumumkan-bahwa tidak seburuk yang digambarkan oleh sebagian orang, sebab Amerika Serikat percaya pentingnya peran rezim Assad di wilayah tersebut dan lokasi strategis Suriah, serta perannya dalam stabilitas.” Sementara Nassif menyatakan kemarahan Suriah terhadap sikap Eropa, khususnya Perancis yang terus mendesak Paris untuk memberlakukan sanksi terhadap Suriah dan meminta masyarakat Eropa untuk mendukungnya,” katanya.

Nassif mengatakan bahwa duta besar Amerika Serikat di Damaskus, Robert Ford senantiasa membahas situasi dalam negeri Suriah.

Hubungan Amerika Serikat dengan para petinggi senior militer rezim Suriah ini menunjukkan bahwa rezim manfaatkan kekuatan Amerika secara brutal dalam menumpas rakyat Suriah yang berunjuk rasa. Bahkan rezim Suriah yakin bahwa Amerika Serikat akan menutup mata terhadap aksi-aksi penindasan yang dilakukannya terhadap para demonstran yang tak bersenjata.

Berbagai aksi penindasan dan pembantaian darah dingin terhadap para demonstran ini menegaskan pernyataan yang dibuat oleh Rami Makhluf, sepupu Presiden Bashar al-Assad bahwa Negara akan menghadapi setiap aksi protes hingga tetes darah terakhir, dan bahwa stabilitas di (Israel) terkait erat dengan stabilitas rezim Suriah.

Pernyataan bernada ancaman ini menegaskan bahwa rezim penguasa memanfaatkan kekuatan Amerika Serikat dalam melakukan penindasan terhadap rakyatnya, sehingga ia tidak peduli pembantaian paling keji yang dilakukannya terhadap warga yang mempertahankan hidupnya. Ini dilakukan oleh rezim Suriah agar tetap berkuasa dengan memanfaatkan dukungan Amerika Serikat dan entitas Yahudi (kantor berita HT, 20/5/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Keberanian Umat: Ditembaki, Dibunuh, Tetapi Masih Juga Berdiri untuk Melawan Rezim Diktator Suriah


Kekerasan rezim Suriah terus berlangsung. Sedikitnya 13 orang syahid setelah ditembaki tentara Suriah saat puluhan ribu orang turun ke jalan untuk menguburkan para syuhada yang telah tewas dalam demonstrasi anti pemerintah besar-besarn pada hari sebelumnya. Setidak-tidaknya 120 orang tewas dalam kerusuhan dua hari oleh pasukan keamanan Suriah, yang melawan pengunjuk rasa, kata pegiat pada Ahad.
Dewan Syuhada Revolusi 15 Maret mengumumkan daftar terbaru sejumlah nama dari 95 orang, yang diperkirakan tewas saat unjuk rasa besar pada Jumat di seluruh wilayah Suriah.

Dua anggota parlemen Suriah dari kota pusat demonstrasi Daraa dan seorang ulama penting dari wilayah itu telah mengundurkan diri sebagai protes terhadap pertumpahan darah di negara mereka.

"Saya akan mengumumkan pengunduran diri saya dari parlemen," kata Khalil al-Rifai, seorang anggota parlemen dari kota di Suriah selatan itu, dalam pidato yang disiarkan oleh televisi Al Jazeera, Sabtu.

Saluran satelit itu menyatakan ia menjadi anggota parlemen kedua dari Daraa yang mundur setelah Nasser al-Hariri, yang sebelumnya mengumumkan pengunduran dirinya, juga di Al Jazeera.

Ia menyatakan telah frustrasi karena tidak dapat melindungi para pemilihnya. Rifai, yang menggemakan perasaan frustrasi itu, mengatakan ia tidak dapat "melindungi orang-orang yang telah membawanya ke dewan".

"Saya minta presiden untuk campur tangan dengan segera," kata Rifai, yang menjadi anggota parlemen pertama yang mundur setelah demonstrasi antipemerintah di negara itu meletus pada 15 Maret lalu.

Beberapa jam kemudian, ulama penting Daraa, Mufti Rizq Abdulrahman Abazeid juga bergabung dengan kedua pembangkang itu, dengan mengumumkan pengunduran dirinya di saluran televisi yang bermarkas di Qatar itu. "Pemerintah harus menanggapi semua tuntutan rakyat," katanya.

Berita terbaru, sejumlah orang dilaporkan tewas dan terluka pada hari Senin, 25/04/2011, ketika tentara Suriah menyapu selatan kota Daraa dengan tank-tank dan penembak jitu, kata para aktivis hak asasi kepada AFP. Mereka mengatakan 3.000 pasukan militer 3.000 menyerbu ke Daraa Senin pagi, dengan tank-tank di pusat kota dan menyebarkan penembak jitu di atas atap.

Rezim Suriah yang sudah kolaps ini tidak akan bergeser dari sikapnya meski barang seruas jari pun. Rezim ini bertindak sombong dan totaliter. Ia ingin memutus periode. Kesombongan dan sikap totaliternya akan membunuh dirinya sendiri, insyaallah …, kata Hizbut Tahrir Wilayah Suriah dalam sebuah pernyataan.

"Rezim ini terus menerus melakukan kekerasan terhadap rakyatnya. Dan inilah potret yang membenarkan berita dari setiap begundal ahlinya yang tampil di televisi untuk membohongi diri sendiri dan orang lain. Dengannya rezim menetapkan tekadnya untuk berbohong dan menuduh masyarakat pada waktu ia menyerukan reformasi, sesuatu yang memperlihatkan seolah-olah ia hidup di ruang angkasa yang lain …," tegasnya.

Aksi massa pada hari Jumat mendapat dukungan dari kaum Muslim bersama Hizbut Tahrir di Libanon yang menuntut penghentian pembantaian atas kaum Muslim di Suriah. Para pengunjuk rasa juga mendesak kaum Muslim bersegera menegakkan Khilafah yang akan menuntaskan persoalan krisis di Timur Tengah.

"Kepada perkara-perkara inilah Hizbut Tahrir menyeru kaum Muslim di Suriah. Itu adalah seruan Allah kepada mereka. Kaum muslim di Suriah adalah mayoritas rakyat Suriah dan mereka adalah anak-anak agama ini. Seruan Hizbut Tahrir kepada mereka ini tidak lain adalah seruan perubahan sesuai dengan apa yang mereka imani secara hakiki …"

"Ini adalah solusi mendasar yang wajib diperjuangkan masyarakat saat ini dalam pergerakan mereka. Solusi ini layak bagi kita untuk berkorban bersama dengan pengorbanan yang mahal dan berharga, karena di dalamnya terdapat keridhaan Allah SWT dengan menjadikan syariahnya sebagai hukum melalui tegaknya Khilafah, yang akan kita perjuangkan agar menjadi Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian dengan taufiq dari Allah."

Kekerasan rezim Suriah terhadap warganya ini mengingatkan kita kepada Rasulullah SAW yang menyatakan dalam hadirs riwayat Hakim: “Penghulu syuhada’ adalah Hamzah bin Abdul Muthallib, dan orang yang berkata di hadapan seorang penguasa yang zalim, lalu dia memerintahkannya (pada kemakrufan) dan melarangnya (terhadap kemunkaran), kemudian penguasa itu membunuhnya.” ([m/ant/syabab.com, Senin, 25 April 2011]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Militer Suriah Tembaki Demonstran, 70 Tewas

Amman, Setidaknya 70 orang tewas dalam demonstrasi di Suriah. Ini merupakan jumlah korban tewas tertinggi dalam satu hari sejak protes terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad meletus bulan lalu.

Komisi HAM Suriah, Sawasiah, menyatakan, sebanyak 70 warga sipil Suriah tewas. Direktur Kelompok Peduli HAM, Insan, Wissam Tarif, memberikan data yang sama dengan Sawasiah.

"Sejauh ini, 72 orang dilaporkan tewas. Sedangkan jumlah yang terluka lebih dari 80 orang di Homs dan pedesaan dekat dengan Deraa," kata Wissam seperti dikutip reuters, Jumat (23/4/2011).

Jumlah korban meningkat tajam dalam beberapa jam saja. Sebelumnya, seorang aktivis Ammar Qurabi mengungkapkan setidaknya 49 orang tewas. Mereka tewas karena ditembak dan beberapa lainnya menghirup gas air mata.

"Ada banyak orang terluka dan banyak yang hilang. Kami yakin setidaknya ada 20 orang hilang, beberapa percaya mereka mati," katanya.

Puluhan ribu orang, yang awalnya menuntut reformasi dan kebebesan, turun ke jalan-jalan kota di seluruh Suriah serta meneriakkan penggulingan rezim al-Assad.

Seperti dalam revolusi Tunisia dan Mesir yang menggulingkan Hosni Mubarak dan Zine al-Abidine Ben Ali, mereka memberontak terhadap kurangnya kebebasan dan kesempatan serta korupsi yang telah memperkaya elit sementara sepertiga dari warga Suriah hidup di bawah garis kemiskinan.(detik.com, Sabtu, 23/04/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Rezim Assad Kembali Tewaskan 26 Demonstran di Suriah

Sebuah kelompok hak asasi manusia Suriah mengatakan pada hari Minggu ini (10/4) bahwa 26 pengunjuk rasa telah tewas dibunuh di kota selatan Deraa dan dua di provinsi tengah Homs setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan di sebuah pertemuan damai yang dilakukan para pengunjuk rasa anti rezim Bashar Assad.
Organisasi Nasional Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan pasukan keamanan dan polisi pada hari Sabtu lalu membubarkan pertemuan damai para aktivis anti rezim di sejumlah provinsi yang ada di Suriah dengan menggunakan kekerasan yang berlebihan.

Pasukan keamanan dilaporkan menggunakan peluru tajam untuk membubarkan para pengunjuk rasa," menurut pernyataan kelompok HAM Suriah di situsnya.

Kota Deraa sendiri telah menjadi saksi atas pembantaian yang dilakukan pasukan rezim Bashar Assad terhadap para pengunjuk rasa yang bertahan di masjid Omari yang terletak di kota tersebut.[eramuslim, 10/04/2011]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Astagfirullah....Tentara Suriah Tembaki Demonstran Hingga Dalam Masjid

Aksi demonstrasi di kota Dara’a, Suriah, Kamis (24/3) berbuah petaka. Sedikitnya 15 orang tewas, termasuk dokter, ketika pasukan keamanan Suriah melancarkan serangan menjelang fajar di Masjid Umari.
Para saksi mengatakan bahwa puluhan orang tewas dan terluka. Ratusan lainnya ditangkap. “Pasukan keamanan Suriah menyerbu kota Dara’a dan mulai menembakkan senjata kecil dan senapan mesin ketika aku tiba di Masjid Umari. Mereka menggunakan penutup mata ketika melakukan serangan di gelapnya malam,” tutur saksi tersebut seperti dikutip situs Al-Sharq Al-Awsat.

Saksi lain menuturkan, pasukan keamanan juga mengevakuasi jenazah warga maupun korban yang terluka dari halaman Masjid Umari. Pihak berwenang menuduh ‘gerombolan bersenjata’ yang terlibat dalam serangan tersebut.

Washington mengutuk kekerasan terhadap demonstran di Suriah, sebagaimana dikatakan Kementerian Luar Negeri AS. Sekretaris-Jenderal PBB, Ban Ki-moon, juga menyerukan penyelidikan mendalam untuk menahan mereka yang bertanggung jawab secara hukum. Presiden Suriah juga disarankan untuk melakukan reformasi politik. (republika.co.id, 24/3/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Polisi Suriah Serang Masjid El-Omari dan Tembak Mati 4 Demonstran

Tengah malam (22/3) tadi, satuan polisi Suriah menduduki dan menyerang masjid El-Omari di kota Der'a yang menjadi basis ratusan demonstran sejak beberapa hari lalu. Polisi juga menembaki para demonstran hingga jatuh beberapa korban.
Seorang warga yang menjadi saksi mata mengatakan, tengah malam itu polisi tiba-tiba melepaskan tembakan dalam skala besar ke arah demonstran yang tengah berkumpul dan beristirahat di sekitar masjid.

Sementara itu, seorang aktivis kemanusiaan mengatakan, aksi tersebut memakan 5 korban meninggal dan puluhan lain yang luka-luka.

Para demonstran dan sukarelawan pun membuat klinik darurat di salah satu ruangan di dalam masjid untuk mengobati korban yang luka-luka.

Sebelumnya para demonstran Suriah membuat perisai manusia di sekitar masjid El-Omari untuk menghalangi aparat keamanan menyerbu masuk ke wilayah tersebut.(eramuslim, 23/03/2011)
.........Lihat Selengkapnya