Tampilkan postingan dengan label amerika. Tampilkan semua postingan

gravatar

Krisis AS Berlanjut, Gelandangan Kian Menjamur

salah satu gelandangan AS
asal Las Vegas
Krisis yang telah berlangsung di AS terus memunculkan sejumlah dampak sosial. Salah satu fakta tentang itu adalah semakin menjamurnya warga tuna wisma di negara tersebut.
Laman ekonomi The Economic Collapse memaparkan fakta tersebut. Menurut laman tersebut, saat ini sejumlah keluarga Amerika tinggal di selokan dan di terowongan-terowongan kering. Sebagian lainnya tinggal di tenda-tenda atau mobil.

Mereka memindahkan perabot mereka ke dalam tenda atau mobil dan hidup di sana hingga waktu yang tidak mereka ketahui. Ulasan tersebut juga menyebutkan bahwa tidak sedikit keluarga Amerika yang membuat sup saus saja untuk makan malam mereka, atau bahkan menjadikan tikus sebagai menu bersantap.

Disebutkan pula, rumah-rumah penampungan tidak lagi bisa menampung para tuna wisma baru. Dan hal itu, menurut laman tersebut, sama dengan membuat mereka keluar dari kota dan hidup dengan tenda di hutan-hutan.

Saat ini, penduduk AS yang hidup di bawah garis kemiskinan mendekati 50 juta jiwa, dan terus meningkat setiap harinya. Dan tidak hanya itu, sebanyak 80.000 orang pengangguran di Michigan disebut-sebut akan kehilangan uang tunjangan mereka.

Dalam laman tersebut, disertakan pula sebuah video berjudul “Poor America” yang dibuat BBC. Video itu menampilkan kondisi kontras yang terjadi di pusat kota Las Vegas dan sudut lain kota tersebut. Dalam video tersebut, tim BBC melakukan penelusuran ke gorong-gorong, selokan, tenda-tenda pemukiman di hutan, dan rumah-rumah mobil di kota tersebut. Reporter BBC, Hilary Andersson mengatakan, sekitar 300 hingga 400 orang tinggal di terowongan gorong-gorong Las Vegas.

Seorang anak kecil yang tinggal di rumah penampungan mengatakan saat diwawancarai, ia dikirim ke sana karena kedua orang tuanya tak memiliki apa pun untuk dimakan. Sebuah keluarga meninggalkan rumah dan tinggal di mobil trailer karena tidak mampu membayar uang sewa.

Ulasan tersebut diakhiri dengan kritik evaluatif bagi masyarakat AS. Dikatakan, selama bertahun-tahun, banyak suara-suara menonjol yang meneriakkan bahaya yang ditimbulkan defisit perdagangan dan defisit anggaran AS. Namun, menurut blog ekonomi tersebut, rakyat Amerika tidak mendengarkan teriakan itu dan mereka secara berulang mengirimkan politisi yang sama ke Washington DC.

Akibatnya, jutaan orang Amerika tidak memerlukan waktu lama untuk mendapati diri mereka melakukan sesuatu yang bahkan tidak pernah mereka impikan, hanya berusaha bertahan hidup. (republika.co.id, 18/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Pendeta Inggris: Islam Politik Akan Melemahkan Pengaruh Amerika

Pendeta Inggris terkenal, Stephen Caesar-yang dikenal sebagai pendukung masalah Palestina-menegaskan bahwa revolusi musim semi Arab di Mesir dan kawasan Arab, serta terjadinya eskalasi kekuatan Islam politik tidak diragukan lagi akan menambah terisolasinya “Israel” dan lemahnya pengaruh Amerika di wilayah tersebut.

Pendeta Inggris itu mengungkapkan keyakinannya bahwa periode ini tengah membutuhkan untuk pembuat perdamaian nyata, dengan ketentuan bahwa perdamaian itu berdasarkan keadilan, pengembalian hak-hak, dan menghapus kezaliman.

Pernyataan itu disampaikan pada saat seminar yang diselenggarakan oleh Gereja Episkopal di Mesir pada hari Kamis (16/2), dan dimoderatori oleh Dr Mounir Hanna Anis Uskup Besar Gereja di Mesir dan Afrika Utara, serta dihadiri oleh Dr Ali as-Silmi Ketua Komisi Dialog dari Dewan Tertinggi Urusan Islam, dan sejumlah tokoh media dan agama.

Pendeta-yang memimpin asosiasi untuk menolak pembongkaran rumah warga Palestina itu-mengatakan: “Pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina bisa berakhir sebagaimana berakhirnya kebijakan apartheid di Afrika Selatan. Dan itu semua tidak akan pernah tercapai kecuali melalui tekanan internasional yang besar oleh negara-negara yang mencintai perdamaian, dan mempercayai keadilan bagi persoalan Palestina.”

Ia menambahkan: “Apa yang disebut dengan kekuatan “Kristen” Zionis, maka itu tidak mewakili “orang Kristen” di dunia. Namun mereka adalah sebuah kekuatan dengan keyakinan khusus yang terkait keyakinan-keyakinan dan interpretasi-interpretasi agama yang tidak mewakili semua “orang Kristen”. Tetapi ia merupakan kekuatan yang dominan di Amerika Serikat, dan mewakili 25% dari “orang Kristen” di Amerika, serta tidak mewakili lebih dari 5% dari “orang Kristen” di dunia.”

Pendeta Stephen Caesar itu menambahkan: “Sayangnya, banyak lembaga Zionisme di Amerika yang mendukung pembangunan pemukiman Yahudi, dan berusaha untuk melakukan Yahudisasi al-Quds, serta menghapus eksistensi bangsa Arab. Ia juga meramalkan bahwa kekuatan ini dalam waktu dekat akan menghadapi antara Amerika dan “Israel” di satu sisi dan Iran di sisi lain. Bahkan kekuatan ini berusaha mempercepat terjadinya bentrokan dengan keyakinan bahwa itu akan menjadi pembuka datangnya Kristus yang kedua kalinya dan terjadinya kiamat.”

Pendeta Caesar mengatakan: “Konflik Arab dengan “Israel” adalah konflik panjang dan menyakitkan. Sehingga hal itu berdampak pada terjadinya ketegangan dalam hubungan Islam, Kristen dan Yudai di dunia. Bahkan “Kristen” di Palestina paling menderita dibanding “Kristen” Zionis. Dan di sana ada migrasi secara luas dari “Kristen” Palestina ke luar, dan mengosongkan wilayah itu dari keanekaragaman budaya.”

Ia menambahkan: “Kristen” Zionis memiliki keyakinan yang salah bahwa “Israel” saat ini adalah “Israel” yang disebut dalam Alkitab. Dalam hal ini, kami tidak menyalahkan lobi Yahudi Amerika terhadap kekuatan ini. Yahudi yang jumlah tidak lebih dari 5 juta jiwa benar-benar telah berhasil mendapatkan dukungan dari 50 juta “Kristen” Amerika yang telah menyakini sejumlah keyakinan Yahudi.

Pendeta Inggris ini menegaskan kebohongan sebuah perkataan (firman) bahwa “Orang Yahudi adalah umat pilihan Allah”. Ia menekankan bahwa yang benar, mereka adalah “kaum yang pertama beriman kepada Allah, dan Allah ingin mereka menjadi sebuah mercusuar di tengah dunia yang didominasi oleh paganisme. Namun perkataan (firman) ini berakhir dengan datangnya risalah-risalah langit berikutnya.

Ia mengingatkan bahwa usaha mereka untuk mejadikan al-Qurs (Yerusalem) sebagai ibukota bagi negara “Israel” dan pembangunan kembali Haikal Sulaiman akan menuai kegagalan. Ia mengatakan bahwa dalam hal ini, “Israel” berusaha untuk mewujudkan 3 hal yang saling bertentangan secara bersamaan, di mana ketiga hal itu tidak mungkin dipertemukan, yaitu mendirikan sebuah negara yang kuat, mewujudkan demokrasi, dan tetap melanjutkan kebijakan pembangunan pemukiman serta pendudukan. Sehingga “Israel” harus membuang demokrasi atau pembangunan pemukiman, jika tidak, maka mustahil mempertemukan keduanya (islammemo.cc, 16/2/2012).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

IPW: Periksa Menkumham soal Kantor Biro Amerika di Lapas

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Komisi III DPR dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk meminta penjelasan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Amir Syarifuddin, perihal proyek pembangunan kantor biro intrograsi Amerika Serikat di dalam Lembaga Pemasyarakatan (lapas).

“Untuk itu, proyek ini harus segera dihentikan dan harus segera memanggil Menkumham,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, dalam siaran pers kepada Tribunnews.com, Selasa (14/2/2012).

Sebagaimana diberitakan, Kemenkumham dan pemerintah Amerika tengah melakukan kerjasama proyek pembangunan kantor biro intrograsi di sejumlah lapas Indonesia.

IPW menyebut Menkumham melakukan pembiaran atas proyek Amerika tersebut yang jelas telah mengacak-acak lapas yang ada di terotorial NKRI dan melanggar hak asasi narapidana.

LSM itu menuding Kemenkumham menerima dana segar Rp 1 triliun per tahun dari pemerintah Amerika sebagai timbak balik atas pemberian kewenangan kepada pemerintah Amerika dan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk memeriksa para narapidana Indonesia di sejumlah lapas, terutama napi terorisme.

Informasi yang diterima IPW, biro intrograsi Amerika yang berada di dalam lapas ini seluas 4 x 7 meter. Di dalam ruang tersebut terdapat ruang kaca pengontrol, lampu sorot pemeriksaan, alat rekam, alat sadap, dan sejumlah alat pendukung intrograsi.

Dalam melakukan intrograsi terhadap napi di lapas, orang-orang Amerika itu akan didampingi petugas Direktorat Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Pihak Amerika berdalih program ini dengan sebutan program “deradikalisasi”. Sebagai realisasi program ini, sebanyak 14 pejabat Kemenkumham telah diberangkatkan ke Amerika, termasuk mengujungi penjara Guantanamo. (tribunnews.com, 14/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Amerika Negara Dengan 28 Ribu Lebih Geng

Pejabat tinggi di Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam laporannya mengakui bahwa jumlah geng yang beroperasi di Amerika Serikat lebih dari 28 ribu geng.
Menurut kantor berita Amerika “United Press Internasional (UPI)” bahwa pejabat tinggi Amerika Serikat mengatakan: “Di Amerika Serikat ada lebih dari 28.100 geng, dengan jumlah anggota 731.000, mereka tersebar di kota-kota besar, berdasarkan aktivitas geng-geng terbesar yang tercatat selama periode 2005-2009.”

Hasil survei yang dilakukan oleh Kantor Kehakiman dan Pencegahan Kenakalan Remaja yang merupakan bagian dari lembaga tersebut, ditemukan hasil dengan pengingkatan kejahatan dan penggunaan barang haram yang begitu mengejutkan sejak tahun 2001 sampai 2005.

Kantor berita tersebut mengatakan bahwa kejahatan di Amerika Serikat setiap tahunnya tercatat memakan korban sekitar 17 ribu orang (islammemo.cc, 13/6/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Netanyahu: Amerika akan Gunakan Veto untuk Cegah Pengakuan Negara Palestina!

PM Israel Benyamin Netanyahu menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan hak veto dalam menghadapi setiap upaya otoritas Palestina untuk mendapatkan pengakuan negara Palestina secara sepihak.
Radio Israel mengutip dari Netanyahu yang mengatakan, “Bisa dipastikan Amerika Serikat menggunakan hak veto di Dewan Kemanan PBB, untuk mencegah pengakuan negara Palestina secara sepihak,” yang akan dilakukan otoritas Palestina para bulan September mendatang.

Sebelumnya Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan penentangannya terhadap upaya otoritas Palestina untuk meminta PBB mengakui negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967.

Obama mengatakan,”Upaya Palestina ke PBB untuk menyelesaikan persoalan mereka tidak realistis.” Dia menambahkan, “Jika orang-orang Palestina menginginkan sebuah negara dengan melaksanakan hak menentukan nasib (sendiri) tidak akan mungkin bisa mengabaikan Israel, namun mereka harus berdialog dengannya.”

Di sisi lain, sumber-sumber politik Zionis Israel menyebutkan bahwa Netanyahu akan bertolak ke Italia pekan depan, untuk melakukan pembicaraan dengan rekan sejawatnya di Italia Silvio Berlusconi dan para pejabat lainnya, guna menyampaikan kepada mereka prinsip-prinsip Israel untuk mencapai kompromi politik. (republika.co.id, 31/5/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Rezim Suriah Manfaatkan Kekuatan Amerika Dalam Membantai Rakyatnya

Surat kabar al-Akhbar mengutip perkataan Asisten Wakil Presiden Republik Suriah, Mayjen Muhammad Nassif bahwa: “Hubungan dengan Washington-meskipun semua mengumumkan-bahwa tidak seburuk yang digambarkan oleh sebagian orang, sebab Amerika Serikat percaya pentingnya peran rezim Assad di wilayah tersebut dan lokasi strategis Suriah, serta perannya dalam stabilitas.” Sementara Nassif menyatakan kemarahan Suriah terhadap sikap Eropa, khususnya Perancis yang terus mendesak Paris untuk memberlakukan sanksi terhadap Suriah dan meminta masyarakat Eropa untuk mendukungnya,” katanya.

Nassif mengatakan bahwa duta besar Amerika Serikat di Damaskus, Robert Ford senantiasa membahas situasi dalam negeri Suriah.

Hubungan Amerika Serikat dengan para petinggi senior militer rezim Suriah ini menunjukkan bahwa rezim manfaatkan kekuatan Amerika secara brutal dalam menumpas rakyat Suriah yang berunjuk rasa. Bahkan rezim Suriah yakin bahwa Amerika Serikat akan menutup mata terhadap aksi-aksi penindasan yang dilakukannya terhadap para demonstran yang tak bersenjata.

Berbagai aksi penindasan dan pembantaian darah dingin terhadap para demonstran ini menegaskan pernyataan yang dibuat oleh Rami Makhluf, sepupu Presiden Bashar al-Assad bahwa Negara akan menghadapi setiap aksi protes hingga tetes darah terakhir, dan bahwa stabilitas di (Israel) terkait erat dengan stabilitas rezim Suriah.

Pernyataan bernada ancaman ini menegaskan bahwa rezim penguasa memanfaatkan kekuatan Amerika Serikat dalam melakukan penindasan terhadap rakyatnya, sehingga ia tidak peduli pembantaian paling keji yang dilakukannya terhadap warga yang mempertahankan hidupnya. Ini dilakukan oleh rezim Suriah agar tetap berkuasa dengan memanfaatkan dukungan Amerika Serikat dan entitas Yahudi (kantor berita HT, 20/5/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Memerangi Masjid Atas Nama Kebebasan

Editorial surat kabar “Los Angeles Times” membicarakan tentang memerangi pembangunan masjid di Amerika atas nama kebebasan. Dikatakan bahwa ancaman sebenarnya terkait isu negara bagian Tennesse adalah ancaman bagi “Bill of Rights” Amerika itu sendiri.

Editorial surat kabar itu mengatakan bahwa isu ini dimulai tahun lalu ketika komunitas kaum Muslim di kota Murfreesboro, di sebelah barat daya Nashville, negara bagian Tennesse menutuskan bahwa sudah saatnya untuk membangun masjid yang layak.

Keluarga Muslim di wilayah ini berjumlah sekitar 250 keluarga. Dan selama sepuluh tahun terakhir mereka menjalankan ritual-ritual keagamaannya di gedung-gedung sementara. Kemudian para tokoh dari komunitas Muslim ini, yang terdiri dari para dokter, guru dan dosen, serta pengusaha mobil, berfikir bahwa mereka bisa berbuat yang lebih baik dari itu.

Untuk itu, mereka membeli sebidang tanah yang luasnya sekitar 6 hektar dekat dengan gereja Baptis di sebelah selatan perbatasan kota, dan memperoleh persetujuan dari Komisi Perencanaan Provinsi untuk membangun sebuah pusat pertemuan di atas lahan tersebut. Namun tidak lama kemudian, terjadi kekacauan seperti yang terlihat di sejumlah tempat di penjuru negeri baru-baru ini, dan dunia pun menjadi ribut.

Sehubungan dengan hal ini, para aktivis konservatif memprotes bahwa mereka tidak menginginkan masjid besar dan terkenal di kota mereka yang tenang. Sehingga calon dari Republik mengecam pembangunan masjid. Dan, para pengacau pun membakari buldoser milik kontraktor non-Muslim. Bahkan sekelompok warga mengangkat isu tersebut dan mempertanyakan legalitas penerbitan izin bangunan, sebab mereka akan menderita “tekanan emosional” jika mereka dipaksa untuk tinggal di dekat masjid.

Sungguh apa yang terjadi setelah itu sangat tak terduga. Dan apa yang seharusnya terjadi di negara di mana konstitusi sangat menghargai kebebasan beragama, yaitu sebagian besar warga di kota itu berkumpul di sekitar (mendukung) kaum Muslim.

Surat kabar itu mengatakan bahwa isu yang diangkat untuk melawan masjid sulit berhasil karena tidak ada provokasi dari pihak kaum Muslim, dan tuduhan-tuduhan terhadap mereka tidak akan menang di pengadilan manapun jika berdasarkan Bill of Rights.

Dan tidak mungkin upaya untuk menghentikan pembangunan masjid akan mengalami kemenangan di pengadilan. Sehingga para penentang pembangunan masjid menganggap bahwa melakukan berbagai protes di seluruh negeri sangat penting, bahkan hal ini serupa dengan Perang Dingin, dan perjuangan melawan komunisme (aljazeera.net, 19/5/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Kongres Amerika Beri Kebebasan Presiden untuk Menebar Perang!

WASHINGTON, Kongres Amerika Serikat merilis sebuah resolusi yang memberikan ruang lebih bebas bagi presiden negara ini untuk menebar perang di negara lain sebagai bagian dari program "perang melawan teror".
Anggaran pertahanan untuk tahun 2012 yang disponsori oleh Ketua Komite Militer Kongres Amerika Serikat, Howard P. McKeon, itu akan memperluas jangkauan pemerintah Washington untuk menggelar perang dengan alasan memerangi terorisme. Hal ini terjadi meski kelompok-kelompok kebebasan sipil Amerika Serikat mengecam rencana tersebut.

Menurut laporan Washington Post (11/5), dalam proses penetapannya, resolusi itu secara jelas menyebutkan bahwa presiden memiliki wewenang menggunakan kekuatan militer dalam konflik bersenjata dengan jaringan AlQaidah, Taliban, dan kelompok-kelompok terkait.

Resolusi yang dikenal dengan nama the Authorization for the Use of Military Force itu, dirancang hanya dua pekan setelah pasukan marinir Amerika Serikat berhasil menewaskan pemimpin jaringan AlQaidah, Usamah bin Ladin, di persembunyiannya di kota Abottabad di Pakistan.

Resolusi itu akan menggantikan putusan Kongres Amerika sebelumnya yang ditetapkan pada 14 September 2001, yang memberikan wewenang kepada Gedung Putih untuk menyulut perang dengan pihak dan kelompok yang telah merencanakan dan melaksanakan serangan 11 September terhadap menara kembar WTC di New York.

Resolusi itu dijadikan pijakan legal bagi pemerintah dalam menahan tersangka teroris tanpa melalui proses pengadilan, melakukan serangan udara pesawat tanpa awak Amerika terhadap kawasan yang diduga menjadi sarang teroris, serta dalam operasi militer rahasia di berbagai negara yang tidak berperang dengan Amerika Serikat.

Sementara itu, berbagai kelompok pendukung kebebasan sipil Amerika Serikat termasuk American Civil Liberties Union (ACLU) mengecam resolusi baru Kongres dan menilai langkah itu akan mempermudah presiden Amerika Serikat dalam menebar perang di mana pun, kapan pun, dan seperti apa pun. Apalagi tidak disebutkan tanggal secara spesifik tanggal berakhirnya program "perang melawan teror" itu.

ACLU juga menilai resolusi Kongres merupakan langkah gila dalam upaya mengakhiri konflik serta penyimpangan wewenang dengan mengatasnamakan memerangi terorisme.(republika, Sabtu, 14 Mei 2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Cegah Radikalisme, Amerika Gandeng PKS

Konsulat Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya dan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Jawa Timur sepakat meningkatkan kerukunan masyarakat di Jatim. Dalam kunjungan Konjen AS ke Kantor DPW PKS Jatim, keduanya juga mengutuk pelaku pemboman dan aksi teror di Indonesia.
“Kami terus bangun kesamaan pandangan antara Amerika dengan Indonesia, khususnya dengan PKS,” kata Ketua DPW PKS Jatim Hamy Wahjunianto di kantor DPW PKS Jatim Jalan Gayungsari Barat, Surabaya, Selasa, 19 April 2011.
Hamy menjelaskan bahwa upaya membangub persamaan pandangan itu dilakukan dalam banyak hal. Diantaranya tentang upaya memajukan Jatim, dari sisi ekonomi, pendidikan dan sejumlah program lainnya. Juga menyamakan pandangan terkait prinsip kerukunan masyarakat. Karena  kerukunan masyarakat, bisa mencegah terjadinya radikalisme dan fundamentalisme.
Terkait masih adanya aksi teror belakangan ini, Hamy meminta negeri Paman Sam tersebut agar tidak mengaitkan ulah para teroris itu dengan agama. “Dalam setiap agama pasti ada yang fundamentalis, termasuk Islam juga Kristen. Untuk itu jangan melihat sisi agamanya,” ujar Hamy.
Untuk masalah bom dan aksi teror, Hamy mengatakan, AS juga menguntuk setiap tindakan kekerasan. “AS mengutuk kekerasan, dan kami juga sepakat untuk melakukan kerjasama mewujudkan perdamaian,” katanya. (vivanews.com, 19/4/2011)

Komentar :
Sangat disayangkan kalau umat Islam terjebak dalam politik stick and carrot (belah bambu) yang dimainkan oleh negara imperialis Amerika. Bukankah Amerika justru merupakan negara radikal yang melakukan teror dalam skala negara (state terrorism) terhadap umat Islam ? Lebih dari 1 juta umat Islam menjadi korban keganasan Amerika di Irak, Afghanistan dan Pakistan. Bukankah negara ini merupakan muhariban fi’lan yang nyata-nyata membantu pembunuhan terhadap saudara kita di Palestina ?
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Komisi I DPR ke AS Hingga Prancis Gali Masukan UU Intelijen, Telan dana Hingga Rp 4,5 M

Ketua Komisi I DPR
Mahfudz Siddik
Jakarta, Banyak agenda yang akan dilakukan anggota Komisi I DPR saat 'pelesiran' ke Amerika Serikat (AS) hingga Prancis. Anggota dewan ingin menggali masukan seputar pertahanan dan UU Intelijen.

"Jadi kunjungan kerja Komisi I dalam masa reses untuk menggali masukan tentang banyak hal, salah satunya tentang pertahanan. Juga menggali masukan UU Intelijen dari beberapa negara. Ketiga, menggali masukan mengenai kebijakan politik terhadap berbagai isu," papar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddik saat dihubungi wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Mahfudz menjelaskan rombongan dibagi menjadi 4 grup. Rombongan tidak berangkat sekaligus, tetapi bertahap. Ada yang ke Amerika, Rusia, Turki dan Prancis. Tiap rombongan rata-rata terdiri dari 10 orang.

"Yang sudah berangkat ke Spanyol semalam," ujar Mahfudz yang berencana bertolak ke Turki pada 17 April nanti.

Politisi PKS ini mengatakan efektif kunjungan 5 hari. Ia mengaku tidak tahu jumlah dana yang digelontorkan. "Yang jelas sudah sesuai ketentuan yang berlaku termasuk transportasi, akomodasi dan representasi ketika kita ada di sana," kata dia.

Ketika ditanya apakah anggaran kunjungan telah meningkat dari kelas bisnis menjadi eksekutif, Mahfudz menjawab anggaran Komisi I DPR masih mengikuti anggaran tahun lalu.

"Memang saya dengar usulan itu untuk mengikuti standar pemerintah tetapi baru berlaku tahun 2012. Kalau Komisi 1 sekarang masih pakai ketentuan anggaran seperti tahun lalu. Jadi masih pakai tiket pesawat bisnis, hotel, uang intensif sejumlah hari di sana masih pakai anggaran tahun sebelumnya," kata dia.

Jika anggota DPR membawa istri, Mahfudz menegaskan biayanya dari anggaran pribadi.

Menurut siaran pers dari Kordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafi, Kamis (14/4/2011), kunjungan anggota DPR ke luar negeri dimulai Rabu (13/4) kemarin. Anggota Komisi I DPR melawat ke empat negara selama masa reses yaitu ke Amerika, Turki, Rusia, dan Prancis.

FITRA merilis anggaran yang digunakan untuk pelesiran tersebut sebesar Rp 4,5 miliar. Dengan rincian untuk kunjungan ke Amerika Serikat Rp 1,4 miliar, ke Turki Rp 878 juta, ke Rusia 1,2 miliar, dan ke Prancis Rp 944 juta. Data tersebut diperoleh Fitra dari DIPA DPR dan RK DPR tahun 2011.

Kunjungan anggota DPR selama reses ini dipandang Fitra sebagai pemborosan. Seharusnya anggaran ini digunakan untuk kepentingan program rakyat miskin.
sumber: dari beberapa postingan di detik.com, Kamis, 14/04/2011
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Lima Mitos "Aneh" yang Disematkan pada Muslim Amerika

Islamofobia yang makin meningkat di kalangan masyarakat AS, tidak lepas dari mitos-mitos yang dilekatkan kalangan non-Muslim terhadap kaum Muslimin.

Surat kabar AS Washington Post pernah memuat artikel lima mitos berkaitan dengan komunitas Muslim yang disematkan non-Muslim di negeri itu. Lima mitos itu;

1. Muslim Amerika adalah orang asing
2. Muslim Amerika monolitik dari sisi etnis, budaya dan politik
3. Muslim Amerika menindas kaum perempuan
4. Muslim Amerika seringkali "tumbuh" menjadi teroris
5. Muslim Amerika ingin membawa hukum syariah ke AS

Mitos ini mengundang komentar Imam Feisal Abdul Rauf, imam yang menggagas pembangunan Islamis Center dan masjid di dekat Ground Zero yang menjadi kontroversi itu. Ia mengatakan, yang namanya mitos, tentu saja tidak benar, penuh prasangka dan kadang menggelikan.

Secara khusus Abdul Rauf mengomentari mitos bahwa Muslim Amerika ingin membawa hukum syariah ke AS, karena saat ini aksi-aksi protes anti-hukum syariah di AS sedang marak.

Ia mengatakan, dalam Islam, syariah merupakan aturan Ilahiah yang ideal untuk menegakkan keadilan, mirip dengan konsep hukum dalam tradisi Barat. Abdul Rauf mengakui bahwa orang-orang radikal dalam agama Islam memang ada, seperti juga dalam agama lain. Semua pakar hukum Islam setuju bahwa tujuan yang sangat prinsipil dari syariah adalah melindungi dan memajukan kehidupan, agama, intelektualitas, properti, keluarga dan martabat manusia. Ia membantah mereka yang mengatakan bahwa pada akhirnya syariah akan mengubah AS menjadi sesuatu yang menyerupai kekhalifahan.

Selama berabad-abad, kata Abdul Rauf, dunia menyetujui prinsip dalam ajaran Islam bahwa kaum Muslimin harus mematuhi hukum di mana dia tinggal. Prinsip ini sudah dibangun oleh Nabi Muhammad Saw selama berabad-abad lalu, ketika Rasulullah mengutus sejumlah pengikutnya ke Abyssinia, dan menerima perlindungan dari Raja Kristen Abbyssinia. Di negeri itu Muslim dan Kristiani hidup berdampingan dengan damai.

"Muslim Amerika tidak punya dasar dari sisi sejarah maupun politik untuk melawan Konstitusi AS. Seorang muslim sudah melaksanakan syariat Islam di AS, ketika mereka bisa bebas beribadah dan pada saat yang sama mematuhi hukum yang berlaku di AS," ujar Imam Abdul Rauf.

Oleh sebab itu, melaksanakan syariat Islam bukan berarti ingin mengganti hukum AS dengan hukum Islam atau tidak menghormati Konstitusi AS. Yang jadi persoalan, kadang hak-hak umat Islam di AS sering dibatasi dengan mengatanamakan Konstitusi.[eramuslim, 09/04/2011]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Jika Sesuai Islam, Mana Mungkin Ahmadiyah Dibela Amerika dan Israel?

JAKARTA, Amerika Serikat mati-matian intervensi Indonesia agar tidak melarang Ahmadiyah. Di Haifah Israel, jemaat Ahmadiyah hidup aman. Tidak mungkin Amerika Serikat dan Israel lindungi Ahmadiyah kalau Ahmadiyah itu tidak menyimpang dari ajaran Islam.

Pernyataan itu disampaikan KH Amin Djamaluddin dalam Forum Kajian Aktual Keislaman (FKAK), bertema: "Menyikapi berbagai aliran Sesat dalam Islam," Ahad (27/3/2011)  yang diadakan Forum Umat Islam (FUI) Bekasi dan DKM Masjid Asy-Syifa.

Di hadapan ratusan jamaah dan aktivis yang memadati Masjid Asy-Syifaa di Villa Nusa Indah 2 Gunung Putri Bogor, Jawa Barat, pakar aliran sesat ini menyinggung campur tangan Kongres AS dalam kasus Ahmadiyah di Indonesia. Tanggal 15 Maret 2011 lalu, jelas Amin, 27 anggota Kongres AS mengirimkan surat kepada Presiden SBY untuk meminta agar pemerintah RI mencabut SKB 3 Menteri tentang Pelarangan Aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI).

"Mana mungkin Ahmadiyah itu mengajarkan Islam yang benar kalau dibela Amerika? Kalau ajaran Ahmadiyah itu sesuai dengan ajaran Islam, tidak mungkin Amerika membela Ahmadiyah," jelas Amin.

Keanehan lain Ahmadiyah, tambah Amin, di Israel Ahmadiyah bisa hidup aman, padahal masjid di sana susah berdiri dan diintimidasi.

"Di Haifah Israel, Ahmadiyah bikin masjid dan kantor perwakilan sejak tahun 1926 tapi tidak diapa-apain. Padahal bikin masjid saja susah di sana. Mana mungkin Ahmadiyah itu benar kalau dilindungi Israel," tegas Ketua Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) ini.

Untuk menjelaskan kesesatan Ahmadiyah, Amin membeberkan fakta dan data Ahmadiyah berdasarkan literatur internal Ahmadiyah sendiri.

Kesesatan utama Ahmadiyah, jelas Amin, adalah mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, dan meyakini kitab Tazkirah sebagai kitab suci. Isi kitab Tazkirah ini mengacak-acak ayat-ayat Al-Qur'an dengan cara memotong-motong ayat dan menyambungkan ayat satu dengan ayat lainnya. Misalnya, Al-Qur'an surat Al-Anfal 17 disambung dengan potongan surat Ar-Rahman 1-2, lalu dirangkai dengan surat Yasin 6.

Terhadap umat Islam yang tidak mau mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad, Ahmadiyah menganggap mereka sebagai Kafir Mutlak. Dua ayat Al-Qur'an pun diperalat Ahmadiyah untuk mengkafirkan umat Islam, yaitu ayat An-Nisa 150-151 dan Asy-Syu'ara 105, 123, 141 dan 160.

Lucunya, jelas Amin, Ahmadiyah menjanjikan jalan pintas ke surga dengan menyediakan "kuburan surga." Kuburan yang dinamakan "Bahisti Maqbarah" (taman ahli surga) ini terletak di Qadian India dan Rabwah Pakistan. Kapling-kapling kuburan surga ini dijual kepada jemaat dengan keyakinan bahwa dengan dikubur di tempat tersebut, maka otomatis bisa masuk surga. Di Indonesia, kuburan sorga itu sudah disediakan di Kemang, Bogor Jawa Barat.

Kesesatan Ahmadiyah, jelas Amien, sangat berbahaya karena sekilas, Ahmadiyah itu mirip dengan Islam. "Ahmadiyah dengan Islam itu serupa tapi tak sama," ujar Amin.

Praktiknya, nampak jelas dalam dua kalimat syahadat Ahmadiyah yang sama persis dengan syahadat Islam, yaitu: "Asyhadu an la ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar Rasulullah." Bedanya, rasul yang dimaksud dalam syahadat Ahmadiyah itu bukan Nabi Muhammad, melainkan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad. Hal ini tertulis jelas dalam kitab Al-Qur'an dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat, terbitan Jemaat Ahmadiyah, catatan kaki nomor 3046, 3308 dan 3278.

Anggapan kemiripan antara keduanya sangat berbahaya bagi umat Islam, karena menyebabkan banyak umat Islam terkecoh lalu terperangkap masuk Ahmadiyah.

"Meski serupa, tapi Islam dan Ahmadiyah itu jauh berbeda. Ahmadiyah bukanlah Islam. Dengan masuknya umat Islam ke dalam Ahmadiyah berarti murtad dari Islam, konsekuensinya adalah menjadi kafir Ahmadiyah " tegas Amin.

Setelah mengupas kesesatan Ahmadiyah, Amin menguraikan data-data dan bahaya aliran sesat yang sedang mengemuka di tanah air, antara lain: Ahmadiyah, Islam Liberal, Lia Eden, Sekte Surga Eden Cirebon, Syi'ah dan nabi palsu Ahmad Moshaddeq.

Tampil sebagai pembicara kedua, Ustadz Bernard Abdul Jabbar melengkapi penyebab kenapa banyak umat Islam terperangkap aliran sesat. Menurut pengurus DDII Bekasi ini, umat Islam banyak terpengaruh aliran-aliran sesat karena empat faktor utama, antara lain: awam terhadap ajaran Islam (jahlul-muslimin bil-Islam); mengikuti hawa nafsu (ittaba'ul-hawa'); dan Ta'wil (penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an) yang salah, diputarbalikkan dan diselewengkan.

"Dulu, orang yang bisa saya kristenkan adalah orang-orang Islam yang tidak memahami Islam," kenang mantan misionaris Kristen ini berapi-api.

Mengutip nasihat Ibnul Qayyim Al-jauziah bahwa kebodohan adalah sumber kesalahan, kesesatan dan kejahatan, Bernard mengajak jamaah agar meningkatkan pemahaman yang benar terhadap ajaran Islam. "Kembali kepada Islam, amalkan Islam, dakwahkan Islam, isya Allah selamat dunia dan akhirat," simpulnya.

Terkait ketidaktegasan pemerintah terhadap Ahmadiyah yang sudah jelas menodai Islam, Bernard mengajak jamaah untuk bergabung dalam aksi damai bersama FUI Pusat, pada hari Jum'at (1 April 2011), untuk mendesak Presiden SBY agar bertindak tegas mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadihyah.(voa-islam.com, 28 Mar 2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tentara AS Mesin Pembunuh Kaum Kafir Penjajah, Tak Layak Mereka Jadi Penjaga

Berbagai media mempublikasikan foto-foto tentara AS yang sedang bermain-main dengan tubuh mayat warga sipil Afghanistan setelah pembunuhan yang dilakukan tanpa pembenaran. Mereka itu adalan para tentara dari kesatuan yang disebut dengan “pasukan kematian”, yang telah banyak melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Afghanistan “untuk tujuan bersenang-senang!”.

Skandal itu muncul kepermukaan menyusul pembantaian yang dilakukan oleh pasukan NATO di Afghanistan baru-baru ini, dalam serangan udara yang menyebabkan puluhan anak-anak dan warga sipil meningal, termasuk sembilan anak-anak yang sedang mengumpulkan kayu bakar. Sunguh semua itu mengungkapkan tentang sifat dan fakta sebenarnya dari para prajurit yang begitu menikmati aksi pembunuhan terhadap kaum Muslim dan penyerangan terhadap mereka.

Sejarah pasukan AS di Afghanistan dan Pakistan penuh dengan pelanggaran dan kejahatan yang begitu telanjang, seperti pembunuhan warga sipil, serta pemboman terhadap pesta pernikahan dan prosesi pemakaman, yang semuanya dilakukan dengan sengaja. Mereka juga sangat menikmati dengan membakar tubuh mayat warga Afghanistan, hingga tindakan-tindakan keji yang mereka lakukan dalam penjara Bagram dan Guantanamo, sampai pada tindakan pelecehan terhadap para perempuan Muslim dan “kristenisasi”. Dan masih banyak lagi kejahatan dan kekejaman mereka yang belum terungkap.

Pasukan AS di Afghanistan adalah sama dengan pasukan AS yang dikirim ke Libya. Mereka menjalankan misi pemboman dan penghancuran dalam rangka untuk menjajah dan mengambil alih sumber daya alam di bawah bendera perlindungan warga sipil. Dan mereka juga melakukan intervensi politik di Mesir, Tunisia, Yaman dan Bahrain untuk alasan yang sama.

Masihkah berharap menemukan duri dari pohon anggur; meminta perlindungan dari ular berbisa, dan mempercayakan pada serigala untuk menjaga domba? Apakah orang yang telah membunuhi warga sipil dan anak-anak di Afghanistan akan melindungi saudara-saudara mereka di Libya?

Hubungan antara kaum Muslim dengan Amerika harus berupa hubungan permusuhan, dan tidak boleh mengambil bentuk lainnya. Kaum Muslim harus memutus semua hubungan diplomatik  dan militer dengannya. Kaum Muslim harus memotong kakinya dari negeri-negeri kaum Muslim; tidak mengizinkannya, begitu juga ekornya untuk mengintervensi negeri-negeri kaum Muslim.

Dengan demikian, sangatlah penting untuk menyingkirkan setiap pengaruh penjajahan-yang di antaranya adalah Amerika-dari negeri-negeri kita melalui kekuatan dan kemampuan tentara kaum Muslim, sehingga Amerika merasakan buah pahit dari kejahatan yang dilakukannya, kebuasan yang terus menumpahkan darah kaum Muslim, menduduki negeri-negeri mereka, serta menjarah dan merampok kekayaannya; dan hendaklah tentara kaum Muslim dengan semua kekuatannya membantu mereka yang berkerja untuk mengembalikan Khilafah, yaitu mereka yang ingin mendirikan mercusuar Islam, menciptakan perubahan yang sebenarnya, membebaskan diri dari pengaruh Barat dalam segala bentuknya dan modelnya. Sehingga kaum Muslim-di bawah naungan Khilafah-kembali menjadi umat terbaik di dunia, umat yang disegani, aman sejahtera, dan mulia; serta terus bekerja dan berusaha untuk menyelamatkan manusia dari penjajahan kapitalisme, pembunuhan di balik topeng busuk demokrasi, dan kekejaman yang merupakan sifat asli pendudukan (pal-tahrir.info, 24/3/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

60% Rakyat Amerika Mendukung Intervensi di Libya

Sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa 60% rakyat Amerika mendukung operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Libya, dalam rangka memberlakukan zona larangan terbang guna melindungi warga sipil dari pasukan yang setia kepada Kolonel Muammar Gaddafi.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh “Reuters/Ipsos”, yang hasilnya dirilis pada hari Kamis (24/3) menunjukkan bahwa 48% responden menilai kepemimpinan militer Presiden Barack Obama dalam kapasitasnya sebagai Panglima Tertinggi Pasukan AS sebagai pemimpin “yang berhati-hati dan tidak keras kepala”.

Sementara 36% responden menilainya sebagai pemimpin “yang tidak tegas dan peragu”. Dan 17% responden menilainya sebagai pemimpin “yang kuat dan tegas”. Sedangkan 99% responden dalam jajak pendapat tersebut mengatakan: “Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya harus berupaya untuk menggulingkan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi.”

Jajak pendapat ini dilakukan tiga hari setelah dimulainya serangan pengeboman yang dilancarkan terhadap Libya di bawah pimpinan Amerika Serikat pada hari Sabtu lalu (islamtoday.net, 24/3/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tokoh Demokrat dan Republik Kecam Obama

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjuang melawan kecaman politik atas peran tentara AS di Libya.

Obama kembali ke Washington dari Amerika Latin beberapa jam lebih awal dari yang direncanakan pada Rabu (23/3/2011). Ia dikecam di dalam negeri selama lawatan lima hari ke luar negeri, dimulai saat hari pertama peluru kendali AS dikirim ke Libya.

Banyak tokoh Demokrat dan beberapa dari Republik menyatakan tidak diajak berembuk sebelum serangan pimpinan AS terhadap Libya dimulai dan mempertanyakan dasar hukum kemelut tersebut.

Anggota parlemen menuntut jawaban tentang tujuan gerakan tersebut sebenarnya, waktu yang diperlukan, dan biayanya, serta kepentingan utama keamanan negara adidaya itu.

“Terserah mereka mau sebut apa ini. Kita berperang, sementara masih bergerak di dua medan lain, yang membutuhkan sumber daya dan jangka waktu lama,” kata John Larson, Ketua Kaukus Demokrat di DPR dalam tanggapannya di CNN.com.

“Seluruh Kongres seharusnya lebih mendapat penjelasan dan terlibat dalam keputusan itu,” katanya.

Pada Selasa malam lalu, 161 peluru kendali jelajah ditembakkan ke Libya. Tiap satu peluru kendali senilai 1 juta dollar AS (sekitar Rp 9 miliar). Ini dinilai mahal untuk dipakai saat pemotongan anggaran sedang dirundingkan di Washington, dan Obama mencoba meredakan perang panjang dan mahal di Irak dan Afghanistan.

“Ini akan menjadi bencana lain. Kita harus berhenti menghabiskan harta Amerika Serikat dalam petualangan tentara itu dan mulai mengurus hal di sini, di dalam negeri,” kata anggota liberal Demokrat di DPR, Dennis Kucinich, kepada Fox News.

Obama membela gerakan itu pada temu wartawan di San Salvador. “Amerika Serikat, dengan kemampuan khas kami, harus menanggapi peristiwa di seluruh dunia sebagai pemimpin dalam masyarakat dunia,” katanya.

Obama dan pembantunya berusaha meyakinkan rakyat AS bahwa peran negara itu akan terbatas dalam cakupan dan waktu, pasukan darat tak akan diturunkan, dan AS akan mengalihkan peran utama kepada sekutunya dalam hitungan hari.

Namun, para pengecam mempertanyakan apakah langkah AS ini dapat benar-benar surut seperti keinginan Obama, terutama jika pemimpin Libya tetap berkuasa.

Resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya tidak menuntut ia pergi. Bahwa sementara Obama mengatakan ia ingin Khadafy digulingkan, itu bukan tujuan pengerahan tentara.

“Presiden harus membuat beberapa jalan keluar untuk membawa kami keluar dari kekacauan ini,” kata Jenderal (Purnawirawan) Barry McCaffrey kepada MSNBC. “Apa tujuan politiknya? Apa yang kita lakukan di sana? Apa akhir dari permainan ini?”

Sementara itu, pakar strategi Demokrat, Bud Jackson, mengatakan bahwa rakyat Amerika Serikat akan memberikan dukungan selama peran negara ini bersifat jangka pendek.

“Sekarang, kebanyakan orang Amerika melihat ini sebagai upaya terbatas dan terancang baik dengan harapan menyelamatkan nyawa. Jika ini berlarut-larut, maka saya pikir tingkat kecemasan rakyat akan naik,” katanya. (kompas.com, 24/3/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

HT Amerika: Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim

بسم الله الرحمن الرحيم

Khilafah Satu-satunya Jalan Perubahan Bagi Kondisi Kaum Muslim

Kaum muslim keluar secara massal dalam jumlah ribuan bahkan jutaan di Tunisia, Mesir, Yaman, dan Libya, menuntut perubahan penguasa dan rezim mereka yang telah mendatangkan kerusakan dan kehancuran bagi kaum Muslim selama beberapa dekade. Keluarnya kaum Muslim itu merupakan penegasan atas hak mereka bahwa kekuasaan adalah milik umat; di mana merekalah yang memilih penguasa. Hak ini telah dirampas para penguasa jahat, dan raja-raja despot. Kami ingin menjelaskan beberapa hal berikut:

1. Rasa takut yang ditanam para penguasa di hati kaum Muslim lebih dari enam puluh tahun melalui kezaliman, penindasan, penangkapan, penyempitan untuk mencari rezki hingga membuat masyarakat tidak berpikir kecuali masalah makan dan minum mereka; semua itu telah hilang dan pengaruhnya tidak akan kembali lagi di hati masyarakat. Warga Libya memberikan contoh paling berani dalam menentang penguasa diktator dengan dada-dada telanjang mereka. Mereka lebih mengutamakan kematian daripada tetap berada di bawah rezim rusak lagi sombong. Itu merupakan ketentuan pokok: tidak takut, tidak pengecut, dan berpegang pada apa yang diperintahkan Allah SWT.

2. Para penguasa itu telah melayani barat dengan tulus dalam jangka waktu panjang. Mereka telah memerangi umatnya dan membunuhi kaum Muslim untuk mendekatkan diri kepada tuan-tuan mereka. Tetapi pada saat barat melihat kejatuhan para penguasa itu telah makin dekat, barat mencampakkan dan melemparkan mereka di sini dan di sana, seperti kondisi Ben Ali dan Mubarak. Di sini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pandangan. Bagi barat yang penting adalah kemaslahatannya saja, tanpa memandang siapa yang bisa memberikannya kepada mereka. Di sinilah kaum Muslim harus memahami hakikat ini dan tidak terpedaya dengan janji-janji palsu, mimpi-mimpi bohong dan berbagai kemaslahatan ilusif yang disiapkan pemerintahan-pemerintahan yang silih berganti. Kaum Muslim harus memahami bahwa kebaikan ada dalam keikhlasan kepada Allah, agama-Nya, dan kaum Muslim.

3. Setiap hari terungkap sejauh mana kehipokritan barat dan ketidakpeduliannya terhadap kaum Muslim. Barat telah membantu para penguasa itu selama bertahun-tahun tanpa peduli dengan kezaliman, perampokan dan pembunuhan yang dilakukan para penguasa itu terhadap kaum Muslim. Amerika misalnya, dahulu mendukung dan menopang rezim Mubarak lebih dari tiga puluh tahun. Satu haripun Amerika tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan rezim Mubarak terhadap kaum Muslim. Bahkan Amerika tidak menganggap Mubarak seorang diktator seperti yang dengan gemblang diungkapkan oleh wapres Biden beberapa hari sebelum jatuhnya Mubarak. Begitulah, Amerika mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer di Libya dan sebaliknya tidak bergerak serta tetap diam di kawasan lain.

4. Barat dan rezim-rezim berkuasa berupaya memalingkan kaum Muslim dari berpikir tentang tatacara dan metode perubahan yang benar. Maka Anda melihat media massa memfokuskan terhadap ide-ide demokrasi dan slogan-slogan nasionalisme. Sebaliknya media-media massa itu tidak menyebut ide atau slogan Islami ke arah kebangkitan yang benar, atau berita-berita yang menuntut Islam. Barat menggunakan cara pergantian wajah penguasa untuk mengelabui kaum Muslim dan untuk menjaga rezim-rezim yang tunduk kepadanya. Telah tampak jelas solusi mendasar bagi permasalahan-permasalahan kaum Muslim bahkan permasalahan seluruh dunia, dan bahwa perubahan yang benar bagi kondisi kaum Muslim, adalah dengan mewujudkan daulah Khilafah yang telah diperintahkan oleh Allah SWT. Khilafah adalah satu-satunya sistem yang mampu mendatangkan kebahagiaan, keadilan dan rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Bagaimana tidak, Khilafah adalah sistem yang diturunkan oleh Allah SWT. Maka bergegaslah wahai kaum Muslim untuk berjuang sungguh-sungguh mewujudkan negara baru ini yang telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kaum Muslim. Khilafah telah tiba waktunya. Tanda-tanda dan kabar gembiranya juga sudah tampak. Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS an-Nur [24]: 55)

Rasulullah saw telah bersabda:

« … ثمًّ تَكُوْنُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُبُوَّةِ »

Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan menurut manhaj kenabian

27 Rabiul Awal 1432 H

02 Maret 2011 M

Hizbut Tahrir Amerika
[hizbut-tahrir.or.id]

.........Lihat Selengkapnya

gravatar

PKS Serahkan Proposal Ke Amerika Serikat

Dubes Amerika kunjungi PKS
Jakarta, Sejumlah petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jumat (11/3/2011) malam menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Scot Marciel di Kantor DPP PKS, Jakarta. Scot diterima langsung Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq dan jajarannya. Pertemuan yang tersebut berlangsung selama satu jam tersebut membahas sejumlah isu sosial politik yang aktual, termasuk mengenai bocoranya kawat diplomatik ke wikileaks yang melibatkan presiden SBY.

Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel mengatakan "Kami hanya memenuhi undangan PKS dan hanya bertukar pikiran tentang partai politik dan bicara tentang bagaimana Amerika perlu membangun hubungan kerjasama dengan indonesia," menurutnya, kunjungan ke partai politik bukan saja ke PKS, tapi juga ke partai politik lainnya.

Luthfi menegaskan bahwa dalam pertemuan itu tidak secara detil membahas isu WikiLeaks yang hari ini (jumat) menghebohkan Indonesia, "kita tak tanya detail soal itu (wikileaks) karena itu bukan urusan kami, itu urusan pemerintah dengan pemerintah bukan urusan partai."

Disinggung mengenai pemberitaan dua media Australia, Scot mengaku, soal Wikileaks tidak ada pesan apapun yang diberikan Presiden Barack Obama kepada dirinya. "Tidak, tidak ada pesan dari Obama hingga saat ini. Saya tidak ingin memberikan statement Wikileaks untuk saat ini," tegas Scot.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hassan Ishaaq menyampaikan bahwa dalam pertemuan kali ini PKS menyampaikan proposal ke Amerika Serikat untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah menyusul gejolak politik di Mesir dan Libya yang mempengaruhi harga minyak dunia.

Kemesraan PKS dengan perwakilan Amerika di Indonesia memang sudah dirintis sejak musyawarah nasional (munas) kedua  PKS pada 16-20 Juni 2010 di Hotel Ritz-Carlton yang selama ini dianggap simbol Amerika dan berkali-kali menjadi target serangan teroris anti-Amerika. Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan kedua belah pihak perlu saling mendekat untuk membangun saling pengertian dan kerja sama di masa depan.

Duta Besar Amerika bukan satu-satunya perwakilan negara asing yang diundang. Undangan serupa juga dikirim kepada Duta Besar Cina, Australia, dan Jerman. “Ada 40 perwakilan negara asing yang diharapkan hadir,”kata Yudi.(suara-islam.com)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Presiden Yaman Minta Maaf Karena Tuduh AS Setir Demo di Timteng?

SANAA, Gedung Putih mengatakan telah menerima telepon dari Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, menyatakan penyesalannya atas pernyataan yang menuduh Amerika Serikat menyetir gelombang protes di dunia Arab.

Sebelumnya Saleh dalam pernyataan pers hari Selasa menuduh Israel dan Amerika Serikat dibalik gelombang protes di dunia Arab.

Saleh mengatakan saat pihak oposisi mengatur demonstrasi massal menuntut nya mundur di tengah Sanaa, mengatakan peristiwa "dari Tunisia ke Kesultanan Oman ... diatur dari Tel Aviv, di bawah pengawasan Washington".

Dia menuduh Presiden Barack Obama campur tangan, mengatakan, "Kami telah melihat bagaimana Presiden Amerika mengikuti berita dan campur tangan".

John Brennan, Asisten Presiden Amerika: ia telah menerima telepon atas nama Obama dan bahwa Presiden Saleh menyatakan komitmennya untuk melaksanakan reformasi politik di Yaman, ia berusaha untuk berkomunikasi dengan kelompok-kelompok oposisi.

Penentang presiden Yaman telah turun jalan di "hari kemarahan" di beberapa lapangan di Sana'a dan Aden, Taiz, Al-Baida, Hadeidah, Hadramout, Al-Jauf, Marib dan kota-kota lainnya.

Sebagaimana sejumlah kota mengalami longmarch yang mendukung Presiden Saleh menyerukan oposisi untuk menanggapi inisiatif Presiden untuk membentuk pemerintah persatuan nasional.

Sumber hak asasi manusia mengatakan kepada BBC bahwa para demonstran anti-rezim menjadi sasaran tembakan peluru tajam dan batu kadang-kadang di waktu lain oleh para pendukung partai berkuasa dari atas gedung.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan "rakyat ingin menggulingkan rezim" dan "rakyat ingin Ali Abdullah Saleh mundur" yang memerintah negara itu sejak 32 tahun.

Korban pengunjuk rasa di Yaman selatan berjatuhan:

Di sisi lain, seorang pejabat rumah sakit mengatakan bahwa dua pengunjuk rasa meninggal ditembak mati dalam aksi demo anti-pemerintah di Yaman Selatan.

Pejabat itu mengatakan kedua pendemo gugur hari Rabu selama demonstrasi di  negeri Sadr Balhaj.

Para saksi mengatakan bahwa pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru pada ratusan demonstran, sedangkan para pengunjuk rasa membalas dengan membakar tiga kendaraan.(voa-islam.com)
.........Lihat Selengkapnya