Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

gravatar

Indonesia Siapkan Pinjaman 1 Miliar Dollar AS Kepada IMF

Guna membantu negara-negara di dunia yang kini tengah menghadapi krisis, Pemerintah Indonesia siap memberikan pinjaman sebesar 1 miliar dollar AS kepada  Dana Moneter Internasional atau International Monetar Fund (IMF).

Menteri Keuangan Agus Martowardoyo di DPR, Jakarta, Kamis (28/6), menyatakan pemberian pinjaman kepada IMF itu dimaksudkan agar lembaga tersebut bisa membantu negara-negara yang kini tengah dilanda kondisi, dengan harapan agar krisis tersebut  tidak berdampak buruh terhadap perekonomian dunia secara keseluruhan.

“Indonesia juga pernah meminjam IMF pada tahun 2006 lalu, dan kita sudah kembalikan. Kalau sekarang kita bisa memberikan pinjaman ke IMF, berarti posisi kita jadi lebih baik. Kita juga harus memperhatikan negara-negara lain yang tidak beruntung,” katanya.

Pemberian pinjaman kepada IMF itu saaat ini sedang dalam proses penyelesaian, namun Menkeu mengisyaratkan bahwa besar pinjaman yang diberikan Pemerintah Indonesia adalah maksimal 1 miliar dollar AS. Adapun sumber dana pinjaman akan diambil dari cadangan devisa Indonesia yang kini jumlahnya mencapai 111,52 miliar dollar AS, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Itu nanti bukan dalam bentuk APBN, tetapi semacam satu pengelolaan dana yang merupakan bagian dari cadangan devisa. Jadi cadangan devisa tidak dipindahkan, karena akan tetap tercatat sebagai cadangan devisa Indonesia," tutup Agus.

Sebelumnya isyarat pemberian pinjaman kepada IMF ini juga diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam kepada wartawan dalam perjalanan pesawat yang membawa rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari Quito, Ibukota Ekuador, ke Jakarta, Senin (25/6) lalu. Saat itu Seskab menyatakan adanya keinginan IMF untuk meminjam dana dari Indonesia.(ES)(setkab.go.id)

Disaat Indonesia rakyatnya masih hidup dalam keterpurukan....
disaat saudara-saudara Muslim di beberapa negeri Muslim hidup dalam ketertindasan....
Pemerintah Indonesia malah begitu maniskan akan mengucurkan dana kepada IMF yang notabeni adalah GeMBONG KAPITALIS....!!!

apakah ini sebuah KEBODOHAN yang nyata?
silahkan anda nilai sendiri....
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

SBY: Kita Tak Ingin Utang Naik dan Bebani Anak Cucu


Jakarta - Sampai April 2012 jumlah utang pemerintah mencapai Rp 1.903 triliun. Presiden SBY mengaku tak mau utang ini terus meningkat dan membebani generasi yang akan datang.

Hal ini disampaikan oleh SBY saat pidato di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

"Kita tidak ingin utang kita terus meningkat, dan akhirnya membebani anak-cucu kita. Justru sebaliknya, yang kita inginkan dan lakukan adalah menurunkan rasio utang yang kita tanggung, dari waktu ke waktu," jelas SBY.

Pernyataan ini dilontarkan SBY berkaitan dengan tingginya anggaran subsidi BBM dan listrik yang dikeluarkan oleh pemerintah. Ini menyebabkan defisit anggaran makin tinggi dan akhirnya utang meningkat.

"Besarnya anggaran subsidi BBM dan listrik juga berpotensi meningkatkan defisit anggaran negara, karena penerimaan negara lebih kecil dari belanja negara. Defisit anggaran ini, tentu harus kita tutupi, dan salah satu cara menutupinya biasanya dengan mencari pinjaman atau utang baru. Cara seperti ini tentu bukan pilihan kita," tutur SBY.

Dituturkan SBY, anggaran untuk subsidi BBM dan listrik jumlahnya sangat besar, dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Di 2010, subsidi BBM dan listrik mencapai Rp 140 triliun. Di 2011 meningkat lagi menjadi Rp 256 triliun.

"Meningkatnya subsidi ini dikarenakan oleh tingginya harga minyak dunia, serta meningkatnya penggunaan BBM dan listrik, baik oleh masyarakat, angkutan atau transportasi, maupun untuk kalangan industri. Besarnya subsidi BBM dan listrik, mengakibatkan berkurangnya kemampuan pemerintah untuk membangun infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi, pelabuhan laut, dan bandar udara," papar SBY.

Karena itu SBY mengatakan bertekad mengurangi subsidi BBM dan listrik dengan menjalankan program hemat BBM dan listrik.

Total utang pemerintah Indonesia hingga April 2012 mencapai Rp 1.903,21 triliun, naik Rp 99,72 triliun dari posisi di akhir 2011 yang nilainya Rp 1.803,49 triliun. Jika dibandingkan Maret 2012 yang jumlahnya Rp 1.859,43 triliun, maka utang pemerintah naik Rp 43,78 triliun.(finance.detik.com/2012/05/29/)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tahun Ini, Pemerintah Berniat Tambah Utang 134 T


Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Walujanto mengatakan, tahun ini pemerintah berencana menambah utang hingga Rp 134 triliun. Utang tersebut digunakan untuk menutupi defisit anggaran.

“Utang itu karena APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita masih defisit, dan yang kedua kita harus melakukan refinancing (pembiayaan kembali) utang karena masih ada utang-utang lama yang dibuat 10- 15 tahun lalu,” kata Rahmat di Kompleks Parlemen Senayan, Senin 11 Juni 2012.

Rahmat menjelaskan, sebanyak 80 persen dari total utang berasal dari investor dalam negeri. Dana itu didapat melalui penerbitan surat utang. Menurut Rahmat, penerbitan ini dinilai lebih baik karena akan menciptakan iklim keuangan yang sehat.

Meski jumlah utang meningkat, Rahmat menjelaskan, jumlah tersebut masih relatif aman. Sebab hanya sebesar 20 persen dari total pembiayaan APBN di tahun ini. “Anda hitung saja, 20 persen dari total kebutuhan pembiayaan kita,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah tengah mengusahakan pinjaman dari luar negeri sebesar US$ 5,5 miliar. Pinjaman itu diupayakan berasal dari Word Bank, Asian Development Bank, JBIC, dan Australia. Jika utang tersebut cair, akan menambah total utang pemerintah Indonesia yang hingga April 2012 mencapai Rp 1.903,21 triliun. (republika.co.id, 11/6/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Utang Indonesia Rp1.900 Triliun


Pemerintah mengklaim kondisi ekonomi Indonesia tumbuh stabil. Tapi utang negara diperkirakan mencapai Rp1.937 triliun atau sekitar 214,5 miliar dolar AS. Nah, mampukah Indonesia membayar utang itu di tengah krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat.

Anggota Komisi 11 DPR RI Arief Budimanta mengatakan utang sebanyak itu belum menghasilkan produktivitas dalam konteks penerimaan. Pemerintah hanya melakukan gali dan tutup lubang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pada tahun 2010, utang Indonesia sebesar Rp1.677 triliun. Angka itu naik menjadi Rp1.083 pada 2011.

Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) tak mengalami kenaikan, hanya berada di kisaran 12,7 persen. Sedangkan sebagian besar defisit APBN digunakan untuk kembali membayar utang. (metrotvnews.com, 25/5/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Banyak Tokoh Nasional Terindikasi Agen Israel


Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Hubungan Luar Negeri, KH. Muhyidin Junaidi menilai, banyak tokoh nasional yang diindikasi menjadi agen Israel di kawasan Asia Tenggara. Pernyataan Kyai Junaidi terkait dengan ‘kepergoknya’ beberapa tokoh politik dan pejabat dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia ketika perayaan Kemerdekaan Israel ke 64 Kamis pekan lalu.
“Inilah indikasi semakin banyaknya agen terselubung Israel di Indonesia,” kata Kyai Junaidi ketika dihubungi  ROL, Selasa (1/5). Lanjut Kyai Junaidi mengatakan memang cukup sulit melihat apakah benar tokoh tersebut hadir kemudian menjadi agen Israel. Namun kehadiran beberapa orang Indonesia di hari kemerdekaan Israel, jelas Kyai Muhyidin, mengindikasikan kedekatan yang erat antara orang tersebut dengan pihak Israel.
Apalagi orang tersebut adalah tokoh politik dan pejabat di KADIN. Ini menurut Kyai Junaidi, menunjukkan bukan hubungan yang sembarangan. “Hubungan ini bukanlah sembarangan,” ujarnya. Selain itu, mereka yang ‘kepergok’ menghadiri acara tersebut, jelas dia, secara tidak langsung mengakui posisi Israel sebagai negara merdeka, ketika penindasan Israel terhadap rakyat Palestina terus dilakukan.
Mereka yang hadir itu, menurut Kyai Junaidi sebagian orang Islam dan mereka itu menjadi orang munafik yang melakukan standar ganda. Kehadiran mereka , jelas dia, telah menciderai perasaan sesama umat Islam di Tanah Air. Dimana sebagian besar masyarakat muslim dunia dan di Indonesia mengecam keras keberadaan negara penjajah Israel yang menganeksasi wilayah Palestina.
Pada perayaan kemerdekaan Israel ke 64, Kamis (25/4) pekan lalu, beberapa tokoh politik dan pejabat KADIN tampak hadir di gedung School of the Arts, Singapura. Salah satu tokoh politik yang hadir adalah mantan Politisi dari Partai Golkar, Ferry Mursdian Baldan.
Ferry mengakui bahwa dirinya bersama istri memang menghadiri acara Peringatan Hari Kemerdekaan Israel. Menurut dia, ia hanya sebatas memenuhi undangan. Mantan anggota DPR RI itu menyatakan dirinya terbiasa membuka hubungan komunikasi dengan siapa pun termasuk dengan Israel. “Itu undangan pribadi yang dikirim resmi oleh dubes Israel. Dan itu buat saya lumrah,” ujar Ferry. (republika.co.id, 1/5/2012)

.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Hidayat Nurwahid Menolak Syariah Islam & Tidak Melarang Miras?

Mungkin tidak dapat dimengerti oleh kalangan umat Islam, bahwa Hidayat Nurwahid (HNW), ketika berlangsung acara “Indonesia Lawyer Club” yang diselenggarakan TV One, Rabu malam, di mana saat itu, pemandu acara Karni Ilyas, menanyakan kepada “Ustadz” (HNW), apakah akan menegakkan syariah Islam di Jakarta, bila terpilih menjadi Gubernur DKI?

HNW yang doktor di bidang aqidah dari Madinah itu, menjawab dengan sangat tegas, bahwa ia tidak akan menegakkan syariah Islam di Jakarta. HNW juga menegaskan tidak akan melarang miras (minuman keras), serta membuat peraturan yang akan melarang miras. Menurut HNW tidak boleh ada peraturan daerah yang bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu UUD’45 dan Pancasila.

Mantan Presiden PKS dan Ketua MPR itu, memberikan gambaran para kader PKS yang menjadi pejabat, tidak ada yang melaksanakan syariah Islam dalam mengelola pemerintahannya. HNW mencontohkan seperti di Depok, di mana Walikota Depok, Dr.Nurmahmudi Ismail, tetapi ia tidak menerapkan dan menegakkan syariah Islam di wilayah itu.

Memang, tidak ada wacana menegakkan syariah Islam, di mana kader PKS menjadi pejabat. Di Bekasi, Sa’duddin saat menjadi bupati, atau Jawa Barat yang dipimpin kader PKS, Ahmad Heriawan, tak pula ada wacana menegakkan syariah Islam. Di Padang, Gubernur Sumatera Barat, Prof.Dr. Irwan Prayitno, dan Sumatera Utara, Gubernur Gatot Pudjo, juga tidak ada wacana menegakkan syariah.

Di Depok pun, Walikota Nurmahmudi Ismail, malah tak memenuhi aspirasi umat Islam, yang menginginkan pembubaran Ahmadiyah. Ahmadiyah dibiarkan eksis. Padahal tuntutan pembubaran Ahmadiyah itu sudah menjadi aspirasi umat Islam di Depok. Sedihnya, Depok yang  dipimpin kader PKS itu, disebutkan berdasarkan survey dari KPK merupakan kota terkorup nomor dua di seluruh Indonesia.

Sementara itu, menurut HNW yang melaksanakan perda-perda “syariah”, yang melarang minuman keras dan pelacuran yang merupakan penyakit masyarakat itu, bukan dari kader PKS. HNW menyebutkan seperti Walikota Tangerang Wahidin Halim, Kabupaten Bandung, dan satu lagi kabupaten di luar Jawa. Inilah yang dijelaskan oleh HNW, saat berlangsung acara di “Indonesia  Lawyer Club”, TV ONE, Rabu malam.

Nampaknya, HNW sudah benar-benar masuk dalam jebakan demokrasi, yang lebih berorientasi kepada kuantitas. Karena demokrasi itu tak lain, anak kandungnya adalah pemilu. Pemilu yang menang yang didukung suara mayoritas (terbanyak).

Asumsi HNW, karena masyarakat di Jakarta penduduknya  majemuk, dan dari segi keagamaan masih sangat tipis, maka HNW harus menyesuaikan dengan kehidupan rakyat. Jadi kalau rakyatnya masih jahiliyah, maka tidak perlu ada wacana tentang penegakan syariah.

Masalahnya sikap HNW itu, benar-benar bersifat  i’tiqodi (diyakini) atas penolakannya menegakkan syariah Islam, atau memang ini sebagai langkah pendekatan semata?

Lalu dengan apa membangun kota Jakarta ini? Dengan pendekatan apa membangun Jakarta ini? Dapatkah pembangunan kota Jakarta, tanpa dikaitkan dengan nilai-nilai agama (Islam)? Karena kehidupan kota Jakarta semakin rusak dan hancur, bersamaan dengan masuknya berbagai budaya dan ideologi yang begitu deras masuk dalam kehidupan.

Rakyat Jakarta ingin model kepemimpinan baru yang lebih jelas dasar orientasinya dalam mengelola Jakarta. Kalau yang menjadi wacana hanya tentang kemacetan, banjir, penataan kota, dan sejumlah masalah lainnya, serta HNW tanpa mengedepankan nilai-nilai Islam dalam melakukan pembangunan kota Jakarta,  tentu tidak ada yang membedakan antara HNW dengan kader yang diusung PDIP, Golkar dan Demokrat.

Tidak ada yang baru ditawarkan oleh HNW dalam membangun kota Jakarta, yang sangat membutuhkan pemimpin yang mempunyai cara-cara dan pendekatan baru mengubah kota Jakarta. Tidak konvensional. Wallahu a’lam. (voa-islam.com, Jum'at, 30 Mar 2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Pendangkalan Akidah ala SMK Grafika

Sejak tahun 1970, setiap siswa Muslim tidak mendapatkan haknya untuk mendapatkan pelajaran agama Islam, justru mereka berdoa, ujian tulis dan praktik agama Katolik!

Meskipun agak risih, namun  H Ace Suhaeri, diam dan mendengarkan salah seorang siswa yang berdiri dan memimpin doa sekitar 20 siswa dengan  membentuk salib oleh tangan ke kepala dan bahu, sesaat sebelum ujian nasional (UN) di mulai di SMK Grafika Desa Putra, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Maklumlah, saat itu, tepatnya pada 2005,  merupakan pengalaman pertama bagi guru SMK Borobudur, Cilandak KKO, Jakarta Selatan tersebut ditugaskan untuk mengawasi ujian nasional di SMK yang bernaung pada Yayasan Budi Mulia Lourdes itu.

Ace pun penasaran dan ingin tahu, apakah ada di antara siswa di kelas itu yang beragama Islam. “Apakah kalian semuanya beragama Kristen?” pancing Ace. Namun, betapa kagetnya dia ketika mendengar jawabannya. “Nggak, bahkan di ruangan ini semuanya Muslim!” ungkap salah seorang siswa.

Ace pun bertanya lagi, mengapa mereka berdoanya seperti itu. “Emang Pak kalau di sini wajib doa sebelum belajar, ya seperti ini doanya,” jawab salah seorang siswa. Ace pun mempertanyakan jumlah siswa yang beragama Katolik di SMK tersebut. “Sedikit Pak, kalau ditotal paling cuma lima persen saja!” jawab sang siswa.

Tahun berikutnya,  Ace pun ditugaskan untuk memeriksa jawaban pelajaran agama ujian akhir sekolah (UAS) di SMK yang sama. Ia langsung menolak mentah-mentah memeriksa sekitar 108 lembar jawaban, lantaran seluruh lembar jawabnya tidak satu pun lembar jawab pelajaran agama Islam, semua Katolik. Padahal dari sekitar 108 peserta ujian tulis itu sekitar 76 siswanya beragama Islam!

“Saya kan kaget, sementara siswa  saya di SMK Borobudur yang siswa Kristennya dua orang saja, pelajaran agamanya diserahkan kepada pendeta,” ungkapnya kepada Media Umat. Menurutnya, bahkan peraktik ujian agama untuk siswa Muslimnya pun bukan shalat atau baca Alquran tetapi membuat cerita dari Bibel.

“Inilah suatu bukti yang konkrit bahwa ternyata umat yang dianggap kasih sayang, dianggap toleran justru terbukti sebagai umat yang tidak bertoleransi,” simpul Kristolog Irena Handono.

Tidak Ada Perubahan

Pada pertemuan-pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) untuk SMK yang diselenggarakan Ketua MGMP PAI Jakarta tahun 2007 di Pondok Gede, Jakarta Timur, Ace pun mengadukan temuannya itu termasuk kepada Kepala Kantor Wilayah KUA DKI Jakarta.  ”Iya Pak, rinciannya biar dicatat asisten saya,nanti kita coba tindak lanjuti,” jawab Kakanwil KUA DKI Jakarta saat itu.

Namun sampai Media Umat melakukan penelusuran di awal Pebruari 2012 ini, ternyata tidak ada perubahan aturan atau kebijakan apa pun terkait pelajaran agama untuk siswa yang beragama Islam di SMK tersebut, meskipun Kepala SMK Grafika Desa Putera Mateus Sumadiyono sempat berkelit.

“Secara jujur kami sampaikan ujian praktik di kami barangkali berbeda dengan di sekolah Katolik yang lain,  (sekolah Katolik yang lain, red) itu misalnya ada membaca kitab suci, kemudian menyanyi, dan sebagainya, selama ini mungkin untuk yang praktik kami cukup membuat doa. Dan itu doanya sesuai dengan doa-doa agamanya masing-masing,” ujarnya kepada Media Umat, Selasa (7/2) pagi di ruang tamu SMK Grafika Desa Putera.

Ucapan Sumadiyono itu menunjukkan bahwa sekolah Katolik lainnya lebih tidak toleran terhadap siswa Muslim. Sedangkan pernyataan praktik doa sesuai dengan agamanya masing-masing dibantah tegas oleh dua orang siswanya sendiri. Padahal keduanya merupakan siswa yang dihadirkan Sumadiyono untuk diwawancarai Media Umat.

“Praktiknya agamanya bikin cerita dari agama Katolik, kayak bikin cerita dari kitab sucinya dia, terus dipidatokan meskipun siswanya beragama Islam, ujian tertulisnya pun ya Katolik,” ujar Ade Rahmat Hidayat, siswa Kelas 12 Produksi A, yang mengaku dapat instruksi dari guru agamanya bahwa ujian praktik agama tahun 2012 pun akan menggunakan tatacara Katolik.

Hal senada juga dinyatakan oleh Puguh Ari Wahyudi, siswa Kelas 11 Produksi B. “Saya juga minta jam lain bagi kami siswa yang Islam itu buat belajar lebih dalam soal agama kami, tapi tidak ada,” ungkapnya.

Padahal, seperti diungkapkan Sumadiyono, setiap tahunnya sekitar 70 persen siswa yang beragama Islam sekolah di SMK tersebut. Jumlah total siswanya saat ini sekitar 315 orang. Artinya, ada sekitar 220-an siswa Muslim. Pendangkalan akidah tersebut sudah berlangsung sejak SMK Grafika Desa Putera itu didirikan pada 1970.

Namun, siswa Muslim dan  orang tuanya tidak dapat protes, karena ketika awal masuk, orang tua  sudah menandatangani perjanjian di atas materai. “Isinya bahwa menyadari lembaga kami adalah lembaga milik biarawan, kemudian mata pelajarannya, meskipun dalam prosesnya itu, melalui proses pelajaran agama Katolik, ya intinya itu saja,” singkat Sumadiyono menceritakan isi perjanjian  tersebut.

Seperti yang dinyatakan mantan biarawati Irena Handono, ketika kaum Salibis mempunyai kekuasaan dan membuat aturan maka umat yang mayoritas ini pun ditindas. Apakah seperti ini yang dinamakan toleransi? (joko prasetyo/tabloid mediaumat ed.76)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Ingin Hukum Syariah

Survei Lembaga Penelitian (lemlit) Universitas Muhammadiyah Dr Hamka (Uhamka) Jakarta, menyimpulkan sebagian besar warga ternyata mengharapkan pelaksanaan hukum syariah. Warga Jakarta yang mengharapkan itu mencapai 77 persen.

“Penelitian ini dilakukan di Jakarta pada 18-29 Juli 2011 dengan partisipan penelitian sebanyak 202 warga muslim Jakarta,” kata juru bicara Tim Survei tentang “Ancaman bagi Ideologi Negara melalui Radikalisme Agama” dari Lemlit Uhamka, Subhan El Hafiz di Jakarta, Selasa (21/2).

Dosen Fakultas Psikologi Uhamka itu mengatakan, survei bahkan menyimpulkan sebagian besar masyarakat mengharapkan adanya negara Islam (76 persen). Menurut dia, hal ini tentu menjadi tantangan besar terhadap ideologi bangsa yang harus dihadapi. Namun demikian, penanganan terhadap isu ini tidak dapat dilakukan dengan kekerasan dan tindakan represif serta kekhawatiran yang berlebihan terhadap konflik antaragama.

Hal ini dikarenakan, penelitian lebih jauh terhadap fakta di atas menunjukkan bahwa 55 persen partisipan mengatakan pemerintah saat ini sudah cukup baik atau adil terhadap agama-agama yang ada di Indonesia.

Selain itu hanya 12 persen yang mengaitkan pelaksanaan syariah dalam konteks hukum. Sedangkan sebagian besar (51 persen) mengkaitkan syariah dalam konteks pedoman moral, membela keadilan, dan meningkatkan kesejahteraan.

Dengan demikian, lanjut dia, perlu diwaspadai pengkristalan terhadap isu syariah yang kemudian bisa muncul dalam gerakan radikalisme agama. “Kewaspadaan terhadap mulai munculnya radikalisme agama yang terlihat dalam penelitian ini diwakili oleh 12 persen masyarakat yang menginginkan pelaksanaan hukum Islam dalam konteks formalisasi hukum Islam ke dalam hukum positif,” ujarnya.

Jika ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin angka ini akan terus meningkat hingga mencapai jumlah yang cukup signifikan untuk terjadinya revolusi dalam rangka mengganti ideologi negara.

Jika dikaitkan dengan ideologi, tingginya harapan masyarakat terhadap pelaksanaan syariah dan negara Islam harus dilihat sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah saat ini. Agama dijadikan dasar untuk mengubah negara karena keyakinan yang besar umat beragama bahwa agama akan mampu menyelesaikan masalah kenegaraan.

Hal yang sama dapat dilihat pada daerah tapal batas Indonesia yang mengekspresikan kekecewaan pada pemerintah melalui perlawanan bersenjata, isu negara merdeka, atau bergabung dengan negara tetangga.

Namun pada daerah yang berada di area tengah kekecewaan terhadap pemerintah diekspresikan melalui harapan terhadap perubahan bentuk dan ideologi negara yang sesuai dengan agama.

Tiap partisipan penelitian yang diwawancarai melalui wawancara tatap muka ini dipilih dari kelurahan yang berbeda di Jakarta. Jumlah partisipan tiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah kelurahan pada masing-masing kecamatan tersebut. (metrotvnews.com, 21/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Empat Hari Rusuh di Papua, 11 Orang Tewas

Rusuh antarkelompok pendukung Calon Bupati di Kabupaten Tolikara, Papua yang terjadi pada 14-18 Februari 2011 mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.

Selain itu, 201 orang mengalami luka berat, 122 unit rumah terbakar, dan beberapa kantor seperti kantor sekretariat Partai Golkar, Kantor Partai Demokrat, Kantor Listrik (PLN) dan Kantor BPS ikut terbakar.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution, pihaknya kini sudah berhasil menguasai kondisi di Tolikara tersebut. “Situasi saat ini sudah dapat dikendalikan, walaupun saat ini masih kita khawatirkan,” katanya.

Pihak Pemerintah daerah dan aparat keamanan sampai saat ini masih melakukan upaya negosiasi agar massa kedua kelompok tidak terprovokasi untuk rusuh kembali.

Polisi juga masih membatasi gerak kedua kelompok agar tidak timbul bentrokan kembali.

Saud menambahkan Polres Tolikara dengan bantuan dari Polda Papua juga sudah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi untuk bisa menentukan tersangka dalam kasus kerusuhan tersebut.

Akan tetapi polisi belum melakukan penahanan terhadap siapapun. “Belum ada. Karena kondisi ini baru aman.” (mediaindonesia.com, 20/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

PPATK: Bendaharawan KPK Terindikasi Lakukan Transaksi Panas

Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengungkapkan bahwa seorang bendaharawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terindikasi melakukan transaksi panas. Transaksi mencurigakan ini merupakan satu-satunya yang terendus di KPK.

“Bendaharawan, dia terindikasi melakukan transaksi panas sekitar Rp 200 juta atau Rp 300-an juta,” terang M Yusuf dalam rapat dengan Komisi III di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Hal ini disampaikan Yusuf saat menanggapi pertanyaan anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo tentang siapa pemilik rekening mencurigakan di KPK.

Namun sayangnya PPATK menolak menyampaikan identitas sang bendaharawan tersebut. “Kami mohon maaf karena UU melarang kami,” kilahnya.

Sebelumnya diberitakan Ketua PPATK M Yusuf mengungkap temuan PPATK terkait rekening gendut pejabat. Pemilik rekening gendut cukup merata di kalangan pejabat PNS, Kepolisian, hingga Kejaksaan.

Untuk pegawai negeri, dipaparkan Yusuf, ada 707 rekening dengan transaksi mencurigakan. Didominasi oleh PNS berumur di atas 45 tahun.

“Usia di bawah 45 tahun 233 rekening, di atas 45 tahun 474 hasil analisis,” kata Yusuf, sebelumnya.

Selain itu PPATK juga menemukan sejumlah transaksi mencurigakan menyangkut pejabat Polri, Kejaksaan dan KPK. Jumlah transaksinya tergolong cukup besar.

“Polri 89 laporan hasil analisi, Kejaksaan 12 laporan, Hakim 17 laporan, KPK 1 laporan, dan legislatif 65 laporan,” papar Yusuf. (detik.com, 20/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Mengenaskan, Masih Ada Guru Bergaji Rp 50 Ribu

Guru wiyata bakti TK di Wonogiri masih ada yang memperoleh gaji Rp 50 per bulan. Gaji tertinggi yang diterima para guru TK ini hanyalah Rp 190 ribu. “Bahkan ada yang tidak mendapat Rp 1 pun,” ucap Ketua Forum Wiyata Bakti TK Wonogiri, Eriza, saat audiensi bersama Komisi E di Gedung DPRD Jawa Tengah, Selasa (21/2).

Hal ini lantaran guru-guru tersebut belum memiliki status yang jelas. Hingga saat ini, untuk , masih ada 140 orang guru wiyata bakti TK di Wonogiri yang belum diangkat. “Harusnya kami bisa masuk dalam kategori II,” ujarnya.

Namun Eriza menolak jika kedatangannya bersama kawan-kawan bukan untuk menuntut pengangkatan menjadi Calon Pegawain Negeri Sipil (CPNS) ataupun PNS. “Kami hanya mau meyampaikan keluh kesah kami,” ucap wanita berkerudung ini. Pasalnya pemerintah daerah Wonogiri sudah tidak mampu mengcover keluhan para guru ini.

Awalnya, ada 908 orang guru wiyata bakti TK di Wonogiri. Namun jumlah tersebut lama-lama menyusut hingga saat ini menjadi 140 orang. “Hanya jumlah ini yang bertahan, selebihnya sudah putus asa karena tidak ada keputusan sehingga memilih jalan lain,” katanya. (republika.co.id, 21/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Politisi Golkar-PKS Sumbang Anas

Tim sukses Anas Urbaningrum tiba-tiba mengeluarkan fakta lain soal pemenangan dalam kongres Partai Demokrat pada 2010.

Salah seorang anggota tim sukses Anas, Umar Arshal, menjelaskan bahwa dana pemenangan Anas tidak berasal dari Muhammad Nazaruddin, melainkan politisi partai lain, di antaranya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Omong kosong yang dibilang Nazaruddin. Untuk kongres itu, kami semua keluar keringat dan dana,” ujar Umar di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (17/2).

Umar yang kini menjabat ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat tersebut menjelaskan, sumber dana pemenangan Anas bisa dipertanggungjawabkan.

Sebab, setiap anggota tim pemenangan Anas mengeluarkan dana untuk membantu biaya transportasi kader-kader di daerah.

Dia mencontohkan, kader Partai Demokrat yang domisilinya dekat mendapat bantuan Rp 3,5 juta, sementara yang jaraknya jauh memperoleh bantuan Rp 5 juta.

“Itu saat pemaparan visi. Saat penajaman visi dan misi di Jakarta, kami bantu juga Rp 7,5 juta. Terakhir, deklarasi Rp 10 juta, itu sangat standar,” ujar Umar yang kini menjadi anggota DPR itu.

Selain dari keringat tim sukses, Umar menyatakan bahwa bantuan pemenangan Anas berasal dari sumbangan kalangan elite partai lain. “Termasuk, teman-teman Golkar dan PKS banyak bantu kami,” ucap dia. Namun, Umar tidak menyebut politikus Golkar dan PKS yang membantu pemenangan Anas.

Keterangan Umar itu spontan dibantah Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Menurut dia, keterangan bahwa politikus Golkar ikut menyumbang dana pemenangan Anas tidak masuk akal. “Ada-ada saja itu, sumbangan seperti itu tidak wajar,” tutur Priyo.

Priyo juga menyatakan tidak tahu dan tidak mau mencari tahu soal kebenaran informasi itu. Dia yakin bahwa tidak ada seorang pun dari kalangan elite Partai Golkar yang akan mempertaruhkan posisi demi menyumbang pemenangan ketua umum partai lain. “Dalam konteks politik, harus ada batas-batas. Itu tidak memungkinkan,” tegasnya.

Priyo menyatakan bahwa dirinya dekat dengan Marzuki Alie dan Anas. Dia pun mengenal sosok Andi Mallarangeng yang juga bersaing dalam kongres Partai Demokrat pada 2010. Namun, sebagai teman, tidak berarti dia harus memberikan dukungan yang melanggar aturan. “Paling banter, kami bantu dengan doa. Itu pun berdoa diam-diam,” tutur dia.

Priyo meminta tudingan semacam itu dihentikan. Menurut dia, Partai Golkar selama ini menegaskan tidak ingin campur tangan dalam masalah internal Partai Demokrat. “Kalau partai saya dibegitukan, rasanya kan tidak enak,” ungkap dia.

Senada, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS Mahfudz Siddiq membantah pernyataan Umar. Menurut dia, informasi Umar tersebut tak lebih dari pernyataan ngawur yang ingin mengaburkan fakta. “Statement ngawur itu dan lebih sebagai upaya untuk mengaburkan dugaan bahwa sumber dana money politics itu fee proyek APBN,” ujar Mahfudz.

Menurut Mahfudz, Umar harus bisa membuktikan pernyataan tersebut. Jika tidak bisa, tentu DPP PKS mengambil langkah tegas. “Kalau partai menyikapi dan dikaitkan dengan kongres Demokrat, kami bisa menyomasi,” ingat dia.

Isu Anas menggunakan politik uang dalam kongres yang mengantarkannya sebagai ketua umum Partai Demokrat kini bermunculan.

Misalnya yang tampak dalam sidang Nazaruddin. Dalam sidang itu, Nazaruddin menyatakan bersama Angelina Sondakh memberikan uang langsung kepada sejumlah anggota kongres untuk memenangkan Anas. Di beberapa daerah, kader Demokrat juga mulai bernyanyi tentang politik uang itu.

Keterangan Umar itu tampaknya juga bertujuan membantah pernyataan mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Utara Diana Maringka. Dalam pernyataannya, Diana menyebutkan bahwa ada sebelas ketua DPC Partai Demokrat di Sulawesi Utara yang menerima uang dari tim sukses Anas pada kongres di Bandung itu.

Uang tersebut, papar Diana, diterima dalam tiga tahap. Perinciannya, tahap pertama Rp 30 juta, tahap kedua USD 2.000, dan tahap ketiga USD 5.000. Diana juga mengaku telah mendapat satu unit BlackBerry dari tim sukses Anas. Dia pun menyebut nama Ketua DPC Demokrat Kota Bitung Hanny Ruru yang diduga menerima uang dalam jumlah sama. (batampos.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

“Ada Menteri Minta Jatah Proyek Rp180 M”

Tak hanya menyebut nama sejumlah politisi dan petinggi Partai Demokrat. Melalui pengacaranya, Mindo Rosalina Manulang juga menyebut, seorang menteri meminta jatah proyek.
Pengacara Rosa, Achmad Rifai mengatakan, seorang menteri meminta jatah dari dua proyek senilai Rp180 miliar kepada Mindo Rosalina Manulang dalam dua buah proyek yang sedang dikerjakan Rosa bersama sebuah instansi.

“Proyeknya sudah jalan. Menteri itu minta jatah dari dua proyek yakni senilai Rp100 miliar dan 80 miliar,” kata Achmad Rifai, Minggu 19 Februari 2012.

Rifai sendiri menolak menyebutkan nama menteri itu, meski hanya inisialnya. Mantan pengacara Bibit-Chandra hanya menuturkan orang tersebut adalah salah satu anggota Partai Demokrat. “Rosa bercerita ini di depan saya, dan salah satu komisioner LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban),” tuturnya.

Permintaan jatah itu, kata Rifai, dilontarkan menteri itu saat mengajak Rosa bertemu di kawasan perumahan pejabat negara di Kompleks Widya Chandra. Pertemuan terjadi pada pertengahan 2010.

Selain mengenal Rosa, lanjutnya, menteri itu juga mengenal baik Muhammad Nazaruddin dan pernah beberapa kali bertemu dengan Mantan Bendahara Umum Demokrat itu.

“Dia (menteri) petinggi partai itu. Kabarnya minggu depan akan jadi saksi di pengadilan, tapi namanya belum bisa dikasih tahu. Pasti akan kami ungkap, kalau saya sudah dapatkan data-datanya,” ujarnya.

Dipastikan Rifai, Rosa telah berjanji akan membongkar kasus ini. “Ditunggu saja. Rosa jenuh dengan kebohongan-kebohongan yang ada selama ini. Dia ingin sampaikan sejujurnya di DPR, dan membongkar kasus ini,” ujarnya. (vivanews.com, 19/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Survei CSIS: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya pada Parpol

Hasil survei yang dilakukan Centre for strategic and International Studies (CSIS) menyatakan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik saat ini sangat rendah.

Peneliti Centre for strategic and International Studies (CSIS) Sunny Tanuwidjaja, hari Jumat mengatakan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik saat ini sangat rendah. Sunny menyatakan hanya 22,4 persen responden menilai partai politik memiliki kinerja yang baik. Sisanya menilai sebaliknya. Dukungan terhadap partai politik turun dibandingkan dengan pemilu 2009.

Menurut Sunny , hal tersebut dikarenakan saat ini partai politik bukanlah institusi yang menjadi saluran buat aspirasi publik ke pemerintah, tetapi partai politik lebih menjadi alat buat elit-elit politik untuk mencapai kekuasaaan dan menguasai sumber daya alam yang ada.

Survei ini dilakukan secara acak bertingkat pada 16 hingga 24 Januari 2012 terhadap 2117 responden di 33 provinsi.

“Yang kita temukan justru semua orang yang tidak mendukung partainya di tahun 2009, hari ini menjadi orang-orang yang tidak punya pilihan. Sebenarnya didalam sistem demokrasi itu partai punya tugas dua arah sebenarnya, pertama, dia menjadi corong untuk mensosialisasikan keputusan-keputusan dari atas ke bawah. Kemudian di sisi lain dia juga menjadi saluran aspirasi dari bawah untuk disampaikan kepada pemerintah maupun elit-elit. Saya kira itu fungsi sentral dari partai. Hari ini dua-dua fungsi ini tidak berjalan. Mereka betul-betul hanya dijadikan alat untuk mencapai kekuasaaan,” papar Sunny Tanuwidjaja.

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago mengatakan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dikhawatirkan akan menimbulkan potensi instabilitas sosial politik yang ada.

Andrinof Chaniago mengungkapkan, “Kalau masyarakat sudah apatis yah itu sudah berbahaya. Nanti masyarakat ini bisa frustrasi, ga percaya lagi sama sistem. Tidak mau berpartisipasi. Bahkan suatu saat kalau ditambah dengan kondisi lain seperti kondisi ekonomi, bisa bentuk-bentuknya berupa ekspresi dalam bentuk kekerasan kolektif bisa sampai kesana. Partisipasi masyarakat termasuk juga dalam penyelenggaraan pemilu.”

Untuk itu Andrinof Chaniago mendesak agar adanya perbaikan tingkah laku para politisi dan menjalankan fungsinya dengan benar.

“Jadi fungsi merekrut orang untuk duduk sebagai wakil rakyat, fungsi merekrut dan mempromosikan orang untuk menjadi pemimpin, itu harus dijalankan dengan benar. Nah yang dilakukan selama ini kan penyimpangan dan penyelahgunaan. Memilih dan mempromosikan orang karena orang itu banyak uang dan orang itu banyak memberikan bantuan yang besar, bukan karena dia memenuhi kriteria sebagai pemimpin,” ujar Andrinof Chaniago.

Hasil survei CSIS juga menunjukan, saat ini masyarakat menilai kinerja pemerintahan di tiga bidang yang menjadi perhatian publik yaitu penegakan hukum, pengentasan dari kemiskinan dan pemberantasan korupsi sangat lemah. (voanews.com, 17/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, mengancam akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI)

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, mengancam akan membubarkan Front Pembela Islam (FPI) jika masih saja melakukan aksi kekerasan. Ia juga mengaku telah menerbitkan surat teguran kepada Front Pembela Islam (FPI). Gamawan menyatakan sudah melakukan teguran dua kali terhadap ormas yang dipimpin Habib Riziq Shihab ini. Ia merujuk pada dua peistiwa sebelumnya, yakni insiden di kawasan Silang Monas pada tahun 2008 silam serta kericuhan yang terjadi di kantorn Mendagri saat beberapa Ormas Islam mlakukan aksi unjuk rasa menolak evaluasi sembilan perda miras 12 Januari 2012 lalu.

“Kita sudah mengirim surat teguran kedua ke FPI. Kejadian pertama kan di Monas, kedua kan di Kemendagri. Kalau masih terjadi, menurut UU NO 8, maka dilakuan pembekuan, kalau masih anarkis juga maka pembubaran,” kata Mendagri, Gamawan Fauzi di kantor Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Akan tetapi, FPI menilai surat teguran ini penuh kejanggalan. Karena surat teguran kedua ini baru kemarin dikeluarkan Kemendagri pasca mneletus aksi di Palangkaraya. Padahal biasanya surat teguran terbit beberapa hari setelah insiden di kantor Kemendagri. Momentum ini seakan menjadi peluang yang dinantikan oleh Gamawan untuk menerbitkan surat teguran kedua pada FPI yang diduga kuat ada tekanan politis.

“Kemendagri sudah dua kali membuat surat teguran untuk FPI. Pertama, Tahun 2008 pasca Insiden Monas dengan alasan kekerasan FPI terhadap AKKBB dan Ahmadiyah, tanpa memanggil FPI untuk dimintai keterangan, tapi langsung menerbitkan Surat Teguran Pertama karena tekanan opini yang dibuat media,” tegas Habib Riziq seperti dilansir fpi.or.id, Kamis (16/2)

Kedua, Tahun 2012 pasca Peristiwa Palangkaraya, dengan alasan kekerasan FPI terhadap gedung Kemendagri sebulan lalu. Hal ini menurut Habib RIzieq lagi-lagi karena tekanan opini yang digalang media pasca peristiwa Palangkaraya, tanpa memanggil FPI untuk dimintai keterangan tentang peristiwa Kalteng tersebut, langsung menerbitkan Surat Teguran Kedua. (eramuslim.com, Keanehan Surat Teguran Mendagri Kepada FPI)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Astagfirullah, Ada Syi'ar Kemusyrikan di Rakornas PKS?

MAKASSAR, Liong (naga) dan Barongsai adalah tradisi wajib pada perayaan Imlek yang merupakan lambang kebahagiaan yang dipercaya bisa membawa keberuntungan (hoki), mengusir roh jahat dan menolak bala. Kini, tarian yang kental dengan keyakinan kemusyrikan dari negeri Cina itu ditampilkan dalam acara resmi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Makassar yang dihadiri para petinggi partai dakwah.
Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakornas) PKS di Clarion Hotel Makassar, Kamis (16/2/2012), dibuka dengan Barongsai, tarian khas Tionghoa. Panitia berkilah, tarian khas Tionghoa ini ditampilkan sebagai pengejawantahan slogan “Bekerja dalam Kebhinnekaan” yang menjadi tema Rakornas PKS.

“Sesuai tema Rakornas, Bekerja dalam Kebhinnekaan untuk Kejayaan Bangsa, Kami menampilkan sejumlah atraksi kesenian daerah baik saat pembukaan maupun penutupan nanti,” ujar Ketua Panitia Rakornas PKS, Akmal Pasluddin sebagaimana dikutip Website resmi DPP PKS, Jum’at (17/2/2012).

Lebih lanjut Akmal mengatakan, Kebhinnekaan menjadi inspirasi bagi bangsa ini termasuk kader-kader PKS untuk terus bekerja untuk kejayaan bangsa. Keanekaragaman seni, budaya, dan sosial bangsa ini menjadi dinamisator bagi setiap komponen bangsa untuk terus berkarya. (baca: Barongsai dan Padupa Awali Pembukaan Rakornas PKS).

Hadir dalam Pembukaan Rakornas tersebut, Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaaq, Wakil Ketua DPR RI yang juga Sekjen PKS, M Anis Matta, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dan Walikota Makassar, Ilham Sirajuddin serta Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Akmal Pasluddin dan anggota DPD RI, Azis Kahar Muzakar.

Selain itu, Rakornas juga dihadiri oleh 750 orang kader dan fungsionaris PKS dari Wilayah Dakwah Sulawesi dan Indonesia Timur. Hadir juga fungsionaris DPP PKS, sejumlah Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, DPRD Provinsi maupun Kota/Kabupaten se-Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Barongsai Tak Sekedar Hiburan

Barongsai bukan sekadar seni hiburan, tapi memiliki makna spiritual bagi masyarakat Tionghoa. Liong (naga) dan Barongsai adalah tradisi wajib pada perayaan Imlek. Dalam kepercayaan warga Tionghoa, Liong dan Barongsai merupakan lambang kebahagiaan dan kesenangan. Pertunjukan tarian singa dan naga ini dipercaya bisa membawa keberuntungan (hoki).

Tari Barongsai dikenal dengan gerakannya yang energik, ekspresif, menegangkan sekaligus menakjubkan. Tarian ini merupakan perpaduan keserasian dan dinamisasi gerak para penarinya yang atraktif dengan iringan musik tambur, gong, dan simbal.

Para penari atau pemain Tari Barongsai kebanyakan berlatar seni bela diri, kungfu dan Wushu. Hal ini berkaitan dengan gerakan tariannya bergaya akrobatik, yakni dengan salto, meloncat, melompat dan berguling.

Barongsai biasanya digelar bukan hanya pada perayaan-perayaan seperti menyambut Imlek (Spring Festival) atau Cap Go Meh (Lantern Festival), tetapi juga digelar saat upacara-upacara penting lainnya seperti, peresmian perkantoran, toko, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, rumah, upacara pernikahan, festival budaya, kelenteng dan sebagainya.

Di negara asalnya, Tiongkok, tarian ini disebut dengan Lungwu atau Tarian Singa (simplified Chinese: traditional Chinese: pinyin: wushi). Setidaknya ada tiga jenis barongsai dikenal di dunia, yaitu Xuang Shi (singa kembar), Qing Shi (singa hijau), dan Xing Shi (singa sadar).

Barongsai di Tionghoa juga bukan sekadar seni hiburan semata, tapi dipercaya memiliki makna spiritual sebagai penolak bala juga mengekspresikan sebuah optimisme, kedamaian dan kesejahteraan.

Barongsai juga digambarkan sebagai simbol dari singa yang berani dengan memiliki sifat sebagai

‘Raja Rimba yang perkasa’ melindungi yang lemah. Selain itu singa juga dilambangkan binatang yang dipercaya memiliki kekuatan mistis dan magis yang bisa mengusir roh jahat atau tolak bala. Zaman dahulu permai-nan ini sering bermain dalam istana kekaisaran yang tujuannya untuk menghibur para penonton.

Secara keseluruhan, gerakan utama dari tarian barongsai adalah gerakan singa yang memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah lay see. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang singa. Proses memakan lay see ini biasanya berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian barongsai itu.

Sejarah Barongsai
Berbagai versi muncul mengenai asal mula tarian Barongsai ini. Dalam sebuah buku ‘Festival Tradisi Budaya China’ karangan Dr Kai Kuok Liang di Shanghai RRC menyebutkan bahwa Singa datang dari bagian Barat daratan China. Waktu itu dinaiki oleh Pangeran Bun Cu Phu Sak yang membawa ajaran Budha ke Tiongkok, dikenal dengan zaman Lima Dinasti-Han (947-950 SM).

Sedang cerita lain mengatakan, tarian ini sudah ada pada zaman Dinasti Xie Han. Saat itu, Kekaisaran Han Bu Tie mengutus Menteri Chang Chiau ke bagian Barat Tiongkok. Sewaktu kembali, sang Menteri Chiau membawa sebuah seni budaya setempat, yakni permainan singa (Tarian Barongsai).

Ada pula yang menyebutkan tarian ini sudah ada sejak abad ke-5 atau zaman dinasti Sung, atau zaman Selatan-Utara. Versi lain menyebutkan, tarian ini sudah digelar sejak masa Dinasti Thang (618-907 Sebelum Masehi).

Sementara, menurut seorang guru besar asal Universitas Jinan, China, Huang Kun Zhang, menyebutkan Tarian Barongsai ada sejak tahun 420-589 Masehi, yakni pada zaman pemerintahan dinasti Selatan-Utara atau Nan Bei. Ketika itu, pasukan Raja Song-Wen-Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan-Yang dari negeri Lin Yi.

Timbullah sebuah inisiatif dari sang panglima perang Raja Song Wen Di bernama Zhong Que untuk membuat sebuah boneka tiruan Singa yang sangat besar. Upaya sang panglima ternyata tidak sia-sia, dia berhasil mengusir pasukan gajah yang lari ketakutan karena melihat singa raksasa yang siap menerkam dan menyerang mereka.

Di Indonesia, Barongsai mulai masuk pada abad 17 atau saat terjadi migrasi besar-besaran dari China Selatan.

Apakah Umat Ini Aman dari Ancaman Syirik?
Banyak peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat akhir zaman terhadap bencana syirik. Bahkan beliau tegaskan umatnya kelak ada yang mengekor kaum musyrikin hingga berhala pun disembah.

Dalam sebuah hadits panjang, disebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِى بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تُعبَد الأَوْثَان

“…Kiamat tidak akan terjadi hingga sekelompok kabilah dari umatku mengikuti orang-orang musyrik dan sampai-sampai berhala pun disembah…” (Shahih Ibnu Hibban Juz XVI hal. 209 no. 7237 dan hal. 220 no. 7238 Juz XXX no. 7361 hal 6, Syu’aib al-Arnauth berkata, “Sanad-sanadnya shahih sesuai dengan syarat Muslim).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“لا تقوم الساعة حتى يرجع ناس من أمتي إلى أوثان كانوا يعبدونها من دون الله- عز وجل“.

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga sekelompok kaum dari umatku kembali kepada berhala. Mereka menyembah berhala tersebut di samping Allah Subhanahu wa Ta’ala" (Riwayat Abu Dawud al-Thayalisi dari Musa bin Muthir, lemah. Ithaful Khirah wal Mahrah Bizawaid Juz 8 hal. 34).

Autsan dalam bentuk jamak (plural) dari watsan, artinya berhala. Watsan adalah segala sesuatu yang mempunyai bentuk badan yang biasanya dibuat dari unsur tanah, kayu, atau bebatuan seperti bentuk manusia. Benda ini dibentuk, dimuliakan, dan disembah. Kadang juga watsan mencakup sesuatu yang tidak berbentuk gambar atau bentuk. Shanam adalah gambar tanpa bentuk badan.

Sesembahan ini, kalau zaman jahiliyah berbentuk patung-patung orang saleh, sekarang bisa diwujudkan dalam kuburan-kuburan atau petilasan-petilasan orang shaleh yang dianggap shaleh. Kini ada pembela kesyirikan menganggap melarang orang berdoa di kuburan merupakan bentuk kurang ajar kepada para wali, alias tidak mau menghormati orang yang layak dihormati, bahkan dicap sebagai pengikut iblis yang tidak mau menghormati Adam. Subhanallah!

Gaya-gaya perilaku kaum Musyrik kini memang banyak melanda kaum Muslimin. Di antaranya bersumpah dengan selain Allah, kasidah yang penuh dengan bait-bait syirik, mengubur orang saleh dalam masjid, menjadikan kuburan sebagai tempat perayaan dan ibadah, melakukan nadzar untuk para wali, menyembelih korban di kuburan para wali, thawaf mengitari kuburan yang dianggap wali, bahkan ada yang bersujud kepada kuburan kiai. Di Solo bahkan orang berjubel untuk membuntuti kerbau yang dijuluki Kyai Slamet. Hewan bule ini setiap bulan baru Muharram dilepas mengelilingi Kraton Solo. Di antara yang hadir berebut mendapatkan kotoran hewan yang sering menjadi lambang kebodohan tersebut. Ya, kotorannya dijadikan rebutan. Diambil berkahnya, kata mereka. Mereka bukan hanya orang tua, tetapi juga anak-anak muda! Di belahan lain ada sekelompok orang yang tekah bersyahadat, mengantar sesajen ke gunung Lawu dan Merapi. Yang lain memberikan sedekah laut alias larung sesaji ke pantai laut Selatan. La haula wala quwwata illa billah.

Zaman memang sudah bergeser, berubah dari kondisi zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hingga seorang pakar hadits Imam Bukhari membuatkan sebuah bab dalam Shahih-nya ‘Bab Taghayuru al-Zaman hatta tu’badu al-Autsan—Berubahnya Zaman hingga Berhala Kembali Disembah Shahih Bukhari Juz VI hal. 2604.

Bahkan kelak dedengkot berhala kaum musyrikin Quraisy akan kembali diagungkan. Aisyah berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ يَذْهَبُ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ حَتَّى تُعْبَدَ اللاَّتُ وَالْعُزَّى ».

“Malam dan siang tidak akan lenyap (terjadi kiamat) hingga Lata dan Uzza kembali disembah.” (Shahih Muslim : 6907, Sunan al-Tirmidzi no. 2228, dan Musnad Ahmad no. 8164, Mukadimah Masail Jahiliyah juz I hal. 16).)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam punya perhatian yang lebih terhadap ancaman kesyirikan, hingga pada hari meninggalnya beliau masih sempat mengingatkan umatnya agar tidak mengikuti perilaku Ahli Kitab yang berlebihan dalam memuji nabi dan orang saleh, sikap mereka menyeret kepada syirik besar. Akankah kita sebagai umatnya yang kini semakin lemah justru merasa aman dari syirik. Sungguh, muslim bergaya syirik kini sedang ngetren. Semoga kita diselamatkan Allah Ta’ala. [nahimunkar](voa-islam.com, /2012/02/18/)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Terungkap, 60 Persen Pilot dan Pramugari Maskapai Pakai Narkoba Saat Bertugas

 Pasca tertangkapnya pilot Lion Air berinisial SS yang nyabu di Surabaya, sejak itu terungkap sekitar 60 persen pilot di maskapai swasta Indonesia diduga menggunakan obat-obatan terlarang atau amphetamin ketika bertugas. Ini tentu sangat menyedihkan.

Kenyataan ini diungkapkan seorang mantan pramugari, Diva. Dikutip dari Tempo, Jumat, (10/2), Diva menggambarkan kehidupan awak maskapai di udara.

“Pengalaman saya sebagai pramugari dan informasi teman-teman saat ini, 6-7 orang dari 10 pilot adalah pengguna (narkoba),” kata Diva.

Diva sendiri bergabung dengan sebuah maskapai swasta pada 2006. Sekitar Agustus 2008, ia mundur. Namun dia dan teman-temannya masih berhubungan. Menurut Diva, sejak 2008 sampai 2012, kebiasaan para awak maskapai seperti berfoya-foya dan clubbing sudah menjadi tradisi.

“Dari 2008 sampai 2012, kebiasaan senang-senang dan clubbing mereka tetap sama. Senioritas di maskapai sangat tinggi sehingga para junior mengikuti gaya hidup seniornya,” ujarnya.

Yang tidak masuk akal bagi Diva, dia melihat ada seorang pilot tampak segar meski bergadang sepanjang malam di club. Padahal esoknya, si pilot harus terbang lagi. Diva menceritakan, saat itu dirinya masih pramugari junior dan sedang bermalam di luar Kota Jakarta.

“Biasanya selesai bergadang pukul 03.00 WIB. Saat itu pilot dan para kru pesawat lainnya baru kembali ke hotel. Tapi esoknya pukul 04.00, mereka baru terbang lagi,” aku Diva.

Meski Diva melihat kapten pilot tampak segar bugar, tapi pada kenyataannya dia seperti orang yang menggunakan narkoba. “Dia bicaranya ngaco dan belepotan, seperti orang menggunakan narkoba,” ujarnya.(lensaindonesia.com/2012/02/11/)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Ratusan Parang dan Golok Warnai Demo di Mamasa

Ratusan senjata tajam seperti parang panjang dan golok terlihat mewarnai aksi unjuk rasa yang berlangsung di kantor DPRD Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (20/2/2012) siang.
Massa pendukung Obed mengancam akan bertindak anarkis jika Pemerintah dalam hal ini Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, serta anggota DPRD Mamasa menolak melaksanakan implikasi putusan Peninjauan Kembali dengan menetapkan Obed sebagai Bupati Mamasa kembali.

Meski banyak senjata tajam yang dibawa dalam aksi yang telah berlangsung sejak tiga hari terakhir, pihak kepolisian masih memilih sikap persuasif, dan membiarkan massa menduduki kantor DPRD.

Kepala Polres Mamasa AKBP I Made Sunarta menilai, aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan pendudukan kantor DPRD selama tiga hari terakhir masih tergolong wajar. Sunarta berkilah, penyampaian aspirasi dilindungi dengan undung-undang.

Namun demikian, Sunarta pun mengaku tak segan untuk mengeluarkan tindakan tegas, jika aksi unjuk rasa itu dinilai sudah merugikan kepentingan publik. Sejauh ini pengamanan masih dilakukan oleh satu pleton pasukan Brimbo dari Polres Mamasa. Namun Sunarta mengatakan, pasukan on call dari lima kabupaten terdekat, termasuk satu konpi pasukan Brimob dari Parepare telah disiagakan.(kompas.com, 16/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Anggaran Jajanan Rapat Anggota DPR Rp 12 M, Terlalu Mewah

Untuk tahun 2012, anggaran jajaran rapat DPR disiapkan sebesar Rp 12 miliar.
"Total keseluruhan anggaran di Setjen untuk konsumsi jajanan rapat sekitar Rp 12 miliar, Rp 4 miliar untuk kegiatan fraksi, itu tergantung dengan jumlah anggota fraksinya," kata Sekretaris FPKS DPR, Abdul Hakim, kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).

komentar:
disaat Subsidi BBM yang merupakan kebutuhan rakyat yang sangat mendesak akan dicabut sehingga harga BBM akan semakin mahal. disaat TDL akan dinaikkan 10% dan hal ini juga akan menyengsarakan rakyat. dan disaat krisis dinegeri ini menyerang disegala sektor/ krisis multidimensi. PEmerintah dengan ringannya menghambur-hamburkan uang rakyat hanya untuk konsumsi Jajanan para anggota DPR.

masihkah Rezim seperti ini akan kalian pertahankan. masihkan sistem DEMOKRASI yang bobrok ini kalian bela?

sungguh kesejahteraan dan keadilan itu hanya akan dicapai dengan sempurna jika disandarkan pada aturan yang diciptakan oleh Yang Maha Sempurna Alloh swt.

Terapkan Syariah dan Tegakkan KHILAFAH.

(miaubook.blogspot.com)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Inilah Fakta Nyawa Pimpinan FPI yang Hendak Dibantai Gerombolan Preman

JAKARTA, Buka mata dan telinga, inilah fakta dan bukti-bukti nyawa keempat Pimpinan FPI dalam situasi terancam saat mengunjungi Palangka Raya untuk tujuan Dakwah, pelantikan pengurus FPI Kalimantan Tengah, dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad Saw.

Bagi yang belum mengetahui kronologis penyerbuan gerombolan preman rasis fasis dan anarkis yang mengatasnamakan masyarakat Dayat, sebaiknya simak kembali kronologis percobaan pembunuhan terhadap Pimpinan FPI, beberapa waktu lalu, Sabtu (11/2).

Jumat, 10 Februari 2012

Sebelum kedatangan pimpinan FPI ke Palangka Raya, Yansen Binti, Lukas Tingkes dan Sabran, gembong preman rasis dan fasis yang mencatut dan mengatasnamakan Dewan Adat Dayak (DAD) dan Majelis Adat Dayak Nusantara (MADIN) menggelar rapat perencanaan penolakan, penghadangan, pengepungan, perusakan, pembakaran, dan upaya pembunuhan terhadap rombongan Pimpinan FPI Pusat di Rumah Betang (aula besar tempat musyawarah adat kegubernuran Provinsi Kaliman Tengah).

Rupanya, gerombolan preman itu mengetahui, rombongan FPI itu akan mengunjungi Palangka Raya dan Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah dalam rangka pelantikan pengurus FPI Palangka Raya, yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Usai rapat, keesokan harinya, Komplek Kegubernuran menjadi titik kumpul dan tempat pelepasan gerombolan preman anarkis yang bergerak ke Bandara Tjilik Riwut – Palangka Raya, Kalteng.

Sabtu, 11 Februari 2012 – Jam 08.00

Rombongan Pimpinan FPI Pusat yang terdiri dari Ketua Bidang Da’wah Habib Muhsin bin Ahmad Al-Attas, Sekjen Ustadz Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen Ustadz Awith Masyhuri dan Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Ustadz Maman Suryadi Abdurrahman, berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Tjilik Riwut –Palangka Raya, Kalimantan Tengah dengan menggunakan maskapai pesawat Sriwijaya.

Rencananya, Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab akan memimpin rombongan tersebut, namun karena sedang sakit, maka atas saran dan nasihat dokter pribadinya, Habib diharuskan istirahat total, sehingga membatalkan untuk ikut serta dalam rombongan.

Menjelang tiba, Ustadz Awit (Wasekjen FPI) dipanggil oleh Crew pesawat dan diberitahukan, bahwa di Landasan Bandara Palangka Raya telah berkumpul ratusan massa yang beringas, ditambah dengan ribuan massa lainnya di lingkungan Bandara. Ustadz Sobri Lubis (Sekjen FPI) juga dipanggil Kapten Pilot pesawat, diberitahukan hal yang sama dan disarankan agar tidak keluar dari pesawat setelah mendarat nanti.

Kepada Voa-Islam, Ustadz Maman (Panglima FPI) mengatakan, ia sempat mendapat SMS dari Ustadz Alwi, rekannya sesama FPI di Jakarta yang mengelola situs FPI (www.fpi.or.id) dan selalu memantau perkembangan terkini  di dunia maya. Isi SMS ustadz Alwi itu memberitahukan, sebaiknya dibatalkan saja kunjungan ke Palangkaraya, mengingat ada kumpulan massa yang akan menghadang disana.

Para pimpinan FPI belum yakin dengan pesan berita itu, dan menganggap isu penghadangan itu sebagai rumor yang ingin menteror dan mengebiri dakwah FPI di Kalimantan Tengah.  Dan benar saja, kabar itu bukan sekedar rumor, tapi betul-betul terjadi.

Jam 10.30 WITA

Setelah mendarat dan semua penumpang turun dari pesawat dengan menggunakan tangga darurat, kecuali rombongan pimpinan FPI Pusat, Kasatlantas Polres Palangka Raya didampingi Kepala Keamanan Bandara menaiki pesawat dan menginformasikan situasi dan kondisi diluar pesawat dan lingkungan bandara yang semakin tidak kondusif. Pintu pesawat pun ditutup.

Seperti diceritakan Ustadz Maman, ketika itu, para penumpang terlihat panic. Diantara penumpang, ada seorang bapak yang nyeletuk: “Kalimantan itu jangan dimasuki oleh FPI.” Mendengar celetukan, para pimpinan FPI yang duduk secara terpisah, tidak menghiraukan kata-kata itu.

Dari dalam pesawat, rombongan Pimpinan FPI Pusat selama dari satu jam selama pesawat tertahan dan terkepung, melihat dan mendengar langsung gerombolan preman anarkis di luar pesawat yang mengacung-acungkan mandau, senjata khas dayak, seraya berteriak mengancam perang dan pertumpahan darah.

Kapten Pilot pesawat khawatir, massa makin beringas akan merusak atau membakar pesawat yang sekaligus membahayakan keselamatan jiwa yang ada di dalamnya. Maka Kapten Pilot dan crewnya bersama Kasatlantas dan Kepala Keamanan Bandara memutuskan untuk menerbangkan pesawat ke Banjarmasin – Kalimantan Selatan.

Jam 11.00 WITA
Pesawat menuju Banjarmasin. Setibanya di Bandara Banjarmasin, Kalimantan Selatan, rombongan Pimpinan FPI Pusat dibawa oleh Keamanan Bandara ke kantor Sriwijaya untuk dimintai keterangan. Sempat ada interogasi yang menyudutkan pimpinan FPI, seperti tuduhan membajak pesawat. Lalu dijelaskan, tidak benar, kami ke Kalimantan Tengah untuk berdakwah.

Selanjutnya, di luar Bandara Banjarmasin, rombongan FPI dijemput dan disambut oleh Panitia Maulid Nabi Muhammmad Saw dari Kabupaten Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah. Lalu langsung menuju Kuala Kapuas melalui jalur darat.

Jam 15.00 WITA

Gerombolan Preman anarkis Palangkara Raya setelah gagal melakukan percobaan pembunuhan terhadap Pimpinan Pusat FPI, mereka bergerak menuju rumah kediaman Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim dan merusaknya, lalu mengobrak-abrik sejumlah rumah dan toko milik panitia peringatan Maulid Nabi Saw, tak terkecuali tenda dan panggung yang telah disiapkan panitia.

Habib Muhri dan kawan-kawan beserta keluarga mereka sempat menyelamatkan diri dan hingga saat ini berada di tempat yang aman, namun masih tetap terancam keselamatan mereka. Sementara pihak Polres Palangka Raya dan Pold Kalimantan Tengah tidak mau memberikan jaminan keamanan.

Mengejar Sampai Kuala Kapuas

Jam 17.30 WITA

Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kuala Kapuas dan istirahat sejenak di Guest House Bupati Kuala Kapuas. Malamnya, ba’da Maghrib rombongan Pimpinan FPI diundang ke rumah kediaman Bupati Kuala Kapuas yang berdekatan dengan Guest House tersebut. Dan saat berjalan untuk memenuhi undangan tersebut, ternyata di halaman rumah kediaman Bupati hingga ke jalan raya sudah dipenuhi ratusan gerombolan preman anarkis yang datang dari Palangka Raya dengan menggunakan belasan truk, mereka berteriak-teriak mengacung-acungkan senjata sambil menantang perang.

Dikatakan Panglima FPI Ustadz Maman, perjalanan dari Palangka Raya menuju Kuala Kapuas dengan menggunakan jalur darat hanya memakan waktu tiga jam. Kemungkinan, aparat kepolisian di Palangkaraya membocorkan kepada massa preman itu, bahwa pimpinan FPI dari Jakarta itu sedang berada di Kuala Kapuas.  Itulah sebabnya mereka mengejarnya sampai Kuala Kapuas.

Ustadz Maman yang berpakaian bebas, tidak bergamis, dengan keberaniannya menyusup ke tengah-tengah kerumunan massa preman yang mengatasnamakan masyarakat Dayak. Dari jarak yang dekat, ia memantau langsung wajah preman-preman dayak itu. “Ketika itu suara gong terdengar. Tong…tong…tong…itu tanda mereka bersiaga perang.” Tapi kemudian, Ustadz Maman mendapat SMS agar kembali, meninggalkan massa beringas itu.

 Jam 19.00 WITA

Bupati Kuala Kapuas dan jajaran Muspidanya menjembatani dialog antara rombongan Pimpinan FPI Pusat dengan para pimpinan massa yang beringas, yang akhirnya disepakati bahwa pada malam itu peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tetap harus diadakan sesuai keinginan masyarakat Kuala Kapuas, namun pelantikan DPW FPI Kuala Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa brutal dari Palangka Raya.

Selanjutnya, para pimpinan massa brutal dari Palangka Raya menyampaikan hasil kesepakatan kepada massanya, tapi massa tetap tidak mau bubar. Lalu Kapolres Kuala Kapuas yang menyampaikan, juga tidak mampu membubarkan massa, kemudian Bupati yang menyampaikan, tapi hasilnya sama, massa tetap tidak mau bubar, bahkan makin beringas dan brutal.

Jam 21.00 WITA
Akhirya, rombongan Pimpinan FPI Pusat mengambil inisiatif untuk meninggalkan lokasi yang semakin tidak kondusif. Rombongan pun berangkat ke Kota Banjar Baru – Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui jalan darat dengan pengawalan Patwal Polisi dan anggota TNI dari Kodim Kuala Kapuas.

Jam 24.00 WITA

Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kota Banjar Baru dengan disambut oleh sejumlah habaib dan tokoh masyarakat.

Ahad, 12 Februari 2012 – Jam 08.00 WIB
Keempat pimpinan FPI Pusat dengan didampingi para Habaib dan Tokoh Masyarakat Banjar Baru serta dibantu oleh Danlud Banjarmasin mendapatkan tiket pesawat Garuda untuk kembali ke Jakarta. Seperti itulah kronologisnya.(voa-islam.com)
.........Lihat Selengkapnya