Tampilkan postingan dengan label bakar. Tampilkan semua postingan

gravatar

NATO Meminta Maaf Atas Insiden Pembakaran Quran

Komandan AS selaku pimpinan pasukan Nato di Afghanistan menyampaikan permintaan maaf atas insiden ”pembuangan yang tidak layak” Al Quran yang dilakukan pasukan AS.

Pernyataan maaf disampaikan Jenderal John R Allen yang juga memerintahkan sebuah investigasi menyeluruh atas peristiwa tersebut.

“Kami telah belajar dari insiden ini, kami segera mengintervensi dan menghentikan mereka,” katanya.

Laporan tentang dugaan pembakaran Al Quran menimbulkan protes keras di luar pangkalan militer AS di Bagram.

Permintaan maaf
Dalam pernyataannya, Jenderal Allen mengatakan penyelidikan akan memeriksa apakah pasukan di pangkalan Badram ”membuang secara tidak layak buku material keagamaan Islam yang diantaranya terdapat Al Quran”.

“Material yang berhasil diamankan akan segera diberikan kepada otoritas keagamaan,” demikian isi pernyataan tersebut.

“Kami akan menyelidiki secara menyeluruh insiden ini dan akan mengambil langkah untuk menjamin hal ini tidak akan kembali terjadi lagi. Saya menjamin anda… Saya berjanji… hal ini bukan hal yang secara sengaja dilakukan,” kata Jenderal Allen.

Jenderal Allen selanjutnya menyampaikan ”permohonan maaf yang tulus atas setiap kelancangan yang terjadi,” termasuk kepada presiden Afghanistan, pemerintah Afghanistan dan ”warga Afghanistan yang mulia”.

April tahun lalu setidaknya satu orang tewas dan 18 lainnya mengalami luka-luka setelah aksi demo pecah di Afghanistan setelah insiden pembakaran Quran di Amerika Serikat. (bbc, 21/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Usai Bakar Foto SBY, 4 Mahasiswa Digelandang ke Polda Metro

Jakarta, Belasan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) berunjuk rasa dengan membakar foto Presiden SBY di Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Tidak ada reaksi apapun dari petugas kepolisian yang memantau aksi tersebut.

Namun begitu mahasiswa hendak membubarkan diri, polisi membuyarkan konsentrasi mahasiswa. Sebuah tembakan terdengar saat polisi mengangkut para pendemo.

Insiden tersebut terjadi tidak jauh dari Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Jumat(17/6/2011) sekitar pukul 15.30 WIB.

"Bawa, bawa. Angkut!" kata polisi.

Mendengar perintah tersebut, mahasiswa yang sedang membubarkan diri langsung panik. Mereka kocar-kacir menuju kampus UBK. Namun polisi berhasil menangkap 4 mahasiswa dan diangkut menggunakan kendaraan tahanan lalu digelandang ke Polda Metro Jaya.

"Nanti dulu ya. Saya koordinasi dulu," kata Kapolsek Menteng, Komisaris Didi H usai memimpin penangkapan saat ditanya alasan penangkapan.

Mahasiswa UBK berunjuk rasa 'Anti SBY'. Menurut salah seorang pendemo yang dinamai 'Jaringan Kampus' itu, SBY banyak berbohong seperti kasus skandal korupsi, Century, Andi Nurpati dll. Dalam aksi itu mereka membakar 4 foto SBY.(detik, 17/06/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Lima Masjid Dibakar di Medan, FUI Sumatera Utara Datangi Komnas HAM

Jakarta, Selama ini, media massa hanya memberitakan insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara hukum?

Itulah sebabnya, Senin (11 April 2011) lalu, Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI SU) bersama perwakilan dari warga Kampung Melayu, Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan didampingi oleh PAHAM (Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia) Indonesia, mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, guna melaporkan pengaduan masyarakat terkait pelanggaran HAM.

Siang itu, menjelang Asyar, Sudirman Timsar Zubil (Ketua FUI SU), Sabarudin Sagala (warga Kp Melayu Selambo), Muhammad Daud Merutu (Penasihat Himounan Tani),  Herymereka diterima oleh Jhony Nelson Simanjuntak dan Bakti Eko dari Komnas HAM. Dalam pengaduannya, Ketua FUI SU menyampaikan tiga kasus sekaligus, terkait pembakaran, pembongkaran, pengrusakan masjid dan penganiayaan terhadap masyarakat di Sumatera Utara.

“Kejadian ini sudah terjadi berkali-kali dan telah menghanguskan beberapa masjid serta menyebabkan gesekan yang dapat menimbulkan konflik horizontal di masyarakat. Kejadian ini memang tidak terpublikasi dengan baik, karena bagi sebagian media, kasus yang korbannya adalah masyarakat Islam (muslim), dianggap tidak ‘seksi’ dan menjual untuk dijadikan topik utama pemberitaan,” kata Direktur PAHAM Nasrullah Nasution SH.

Tidak main-main, ada beberapa tindakan pembakaran dan pengrusakan masjid disertai dengan penganiayaan, antara lain:

 1) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Nur Hikmah di Dusun Lima Desa Aek Loba Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

2) Pembakaran dan pengrusakan Masjid Taqwa di Kelurahan Aek Loba, Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan.

3) Pembongkaran Masjid Al IKhlas di Jl. Timur No. 23, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

 4) Pembakaran rumah, pengrusakan masjid dan penganiayaan massif di Jl. Kp Melayu, Selambo, Dusun Tiga, Desa Amplas, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deli Serdang, Medan.

 5) Pembakarn Masjid Fii Sabilillah di Jl. Lintas Tobasa, Lumban Lowu, Kabupaten Toba Samosir, Toba Samosir.

6) Pembakaran Masjid Besitang, Desa Selamet, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.

PAHAM Indonesia sebagai lembaga yang concern terhadap pembelaan dan penghormatan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan ini menyatakan: Menolak dengan tegas tindakan pembakaran dan pengrusakan sejumlah masjid di Sumatera Utara; Mendorong pemerintah dan pihak terkait agar mengambil tindakan untuk menghindari gesekan dan bentrokan antar umat beragama; dan meminta kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi terhadap peristiwa pembakaran dan pengrusakan masjid di Sumatera Utara, karena diduga kuat tindakan tersebut telah melanggar HAM. 

Sementara itu Komnas HAM berjanji akan melakukan investigasi terhadap tindakan pemabakaran, pengrusakan dan pembongkaran sejumlah masjid di Medan, dan akan menanyakan langsung Poltabes Medan untuk mengusut dan menangkap pelaku pembakaran masjid tersebut.

Seriuskah Komnas HAM? Kita lihat saja nanti. Berita terkaitnya, akan segera dilaporkan voa-islam mengenai “Turunnya Tentara Alloh di Kampung Melayu Selambo – Deli Serdang”. Tunggu saja laporannya. (voa-islam, Rabu, 13 Apr 2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Balas Aksi Bakar Quran di AS, Pemuda Pakistan Robek Injil di Depan Gereja

Seorang pemuda Muslim berusia 24 tahun merobek-robek kitab Injil di gerbang Gereja Katolik Saint Anthony di Lahore pada hari Jumat lalu untuk "membalas" tindakan yang dilakukan pasto Terry Jones yang melakukan aksi bakar AL-Quran di Florida bulan lalu.

Polisi menangkap pemuda, yang diidentifikasi sebagai Akhtar Hussain, seorang penduduk distrik Kasur, dan mencatat kasus dakwaan terhadap dirinya di bawah UU Bagian 295-A dari KUHP Pakistan.

Seksi 295-A menyatakan: "Barangsiapa, dengan niat yang disengaja dan berbahaya dari melecehkan perasaan religius dari setiap warga Pakistan, dengan kata-kata, baik lisan atau tertulis, atau dengan representasi terlihat menghina agama atau keyakinan keagamaan tertemtu, dapat dipidana dengan pidana penjara untuk jangka waktu yang dapat memperpanjang sampai sepuluh tahun. "

Menurut sumber polisi, Hussain pertama kali mencoba memaksa masuk ke gereja di mana sejumlah besar orang Kristen sedang menghadiri misa khusus, penjaga keamanan gerbang berhasil menghentikannya dan meminta identitasnya.

Sumber mengatakan kepada Christian Post bahwa penjaga kemudian menolak Hussain masuk ke dalam gereja ketika Hussain memberitahu namanya, dan administrasi gereja bertanya mengapa dia ingin pergi ke gereja. Hussain mengatakan kepada mereka bahwa dia ingin membakar Injil yang ada di gereja seperti Terry Jones dan rekan pastornya Wayne Sapp yang telah melakukan aksi pembakaran Al Quran di gereja mereka. Pemuda Muslim itu kemudian tiba-tiba mengeluarkan kitab Injil yang ia sembunyikan di dalam bajunya dan mulai merobek-robeknya.

Para penjaga gereja kemudian menangkap Hussain dan menelepon polisi, yang kemudian berhasil menangkap dia bersama dengan barang bukti. Pejabat senior polisi Umer Saeed mengatakan Hussain dalam kondisi mental yang stabil dan telah mengatakan kepada penyidik ​​polisi bahwa tindakan yang ia lakukan sebagai aksi "membalas dendam" dari aksi orang-orang Kristen AS yang membakar Al-Quran. Dia mengatakan dia sangat tegmarah sejak dirinya mendengar berita tentang penghujatan dan penodaan terhadap AL-Quran di AS dan ingin melakukan tindakan balasan.[eramuslim, 10/04/2011]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Hilangkan Bukti Kejahatan, Aparat Keamanan Mesir Bakar Dokumen Penting

Ratusan demonstran Sabtu kemarin (5/3) mengepung markas keamanan negara di kota 6 Oktober setelah asap tebal terlihat mengepul dari gedung tersebut dan sekitarnya.

Para pengunjuk rasa berusaha masuk ke gedung setelah dikatakan bahwa aparat keamanan negara telah membakar beberapa dokumen penting yang ada di dalam gedung. Petugas keamanan menanggapi aksi dengan menembakkan senjata ke udara untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Salah satu demonstran mengatakan mereka telah berhasil membuka salah satu bangunan gerbang untuk masuk dan mengambil beberapa dokumen yang tidak terbakar.

Saksi mata mengatakan bahwa mobil yang membawa beberapa file melaju cepat dan demonstran tidak bisa menahan laju mobil itu.

Pasukan militer ditempatkan di sekitar gedung dan komandan pasukan mencoba menenangkan para pengunjuk rasa, berjanji untuk menjaga dokumen yang ada di dalam degung dalam kondisi aman. Para demonstran, sementara itu, menyerukan adanya intervensi segera untuk menyimpan apa yang mereka gambarkan sebagai dokumen penting.

Saksi mata di Zagazig juga mengatakan mereka melihat asap mengepul dari gedung keamanan negara di kabupaten mereka, juga mengklaim bahwa dokumen dan file sedang dibakar di dalam gedung.

Mahmud Yussuf, seorang pekerja di sekolah yang terletak di seberang gedung itu, mengatakan ia telah melihat asap keluar dari dalam gedung sejak pagi.

Yussuf menambahkan bahwa bangunan gerbang tertutup dan tiga truk keamanan pusat ditempatkan di sana, tapi tidak ada yang bergerak untuk memadamkan api atau memanggil mobil pemadam kebakaran.(eramuslim.com)
.........Lihat Selengkapnya