Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

gravatar

Kasus Perkosaan Anak Melonjak 400 Persen

Kasus perkosaan anak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, pada tahun 2011 bertambah hingga 400 persen dibanding tahun sebelumnya. Data dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kendal menyebutkan, kasus pemerkosaan yang menimpa pada anak ada 41 kasus. Sementara pada tahun 2010 ada sembilan kasus. Usia korban rata-rata sekitar 13-18 tahun.

“Pada bulan Januari 2012 hingga sekarang, sudah ada delapan kasus yang menimpa pada anak. Lima kasus pencabulan dan tiga kasus pemerkosaan,” kata Kepala Bidang BPPKB Kendal, Yulianto, Rabu (29/2/2012).

Yuli menjelaskan, data kasus itu kemungkinan bertambah karena banyaknya korban yang tidak melapor. Mereka enggan melapor karena takut dan malu. “Banyaknya kasus pemerkosaan anak di Kabupaten Kendal disebabkan kurangnya pengawasan pada anak dan tingkat pendidikan pelaku yang rendah,” kata Yuli.

Selain perkosaan pada anak, perkosaan perempuan dewasa juga meningkat. Dari lima kasus pada tahun 2010, menjadi delapan kasus pada tahun 2011. Untuk menekan kasus tersebut, kata Yuli, BPPKB telah bekerja sama dengan pihak terkait seperti kepolisian dan LSM, untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pelanggaran moral tersebut.

“Kami ini hanya sebatas pendampingan. Soal hukum, tugasnya yang berwajib,” sambungnya.

Sementara itu, pemerhati anak Kendal, Sa’adatul mengaku, banyaknya kasus perkosaan yang menimpa anak, adalah akibat dari kurangnya pengetahuan seks dan dampak dari perkembangan teknologi. Sementara, di sisi lain, orang tua kurang memberi pengawasan. “Korbannya kebanyakan anak-anak yang tinggal di desa,” kata Sa’adatul. (kompas.com, 29/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Anak-anak Palestina Tewas, Warga Israel Bersyukur

ilustrasi
Kecelakaan bus tragis yang menewaskan sekitar sembilan anak Palestina, justru disambut gembira oleh warga Israel. Hal ini diungkap oleh seorang warga, Laura Stuart, yang mengungkap beberapa percakapan dari bahasa Ibrani yang dikutipnya dari akun milik situs berita, Walla Israeli di facebook.
Benny: Tenang, yang mati cuma anak-anak Palestina.

Tali: Sepertinya mereka adalah anak-anak Palestina. Syukurlah.

Tal: Syukurlah, mereka cuma orang Palestina.

Ajala: Bagus, jumlah teroris berkurang!!!

Eliya: Hanya anak-anak Palestina yang tewas-sekitar sepuluh anak.

Itai: Syukurlah, itu anak-anak Palestina. Semoga setiap hari seperti ini.

Aleyah: Tenang, itu adalah bus yang membawa anak-anak Palestina. Mari berdoa mereka semua meninggal, atau setidaknya terluka. Ini adalah berita baik untuk memulai hari.

Stuart kemudian menulis bahwa semua komentar penuh kebencian ini, kini telah dihapus dari facebook. Dan beberapa orang mengaku takut dengan sikap rasis yang ditunjukkan melalui komentar-komentar tersebut.

Yang tidak kalah mengagetkan, lanjut Stuart, adalah pemberitaan BBC terkait kecelakaan ini. Dalam beritanya, BBC menuliskan bahwa meski truk yang menabrak bus itu berplat nomor ‘Israel’, namun tidak mungkin pengemudinya adalah seorang ‘Israel’.

Saat artikel ini ditulis Stuart, telah dikonfirmasi bahwa pengemudi truk itu adalah seorang Arab ‘Israel’. “Saya bertanya-tanya apa perlu menanyakan atau mengomentari kebangsaan atau etnis seorang pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan?” tulis Stuart.

Sebuah kecelakaan bus tragis terjadi hari Kamis (16/ 2) pagi di Ramallah. Tabrakan antara bus dengan truk ini menewaskan sembilan anak Palestina dan seorang guru.
Bus yang tengah mengangkut anak-anak Palestina itu bertabrakan kencang dengan sebuah truk yang mengakibatkan bus terbalik dan terbakar. Selain korban tewas, puluhan penumpang juga dikabarkan menderita luka-luka. (republika.co.id, 18/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

NATO Akui telah Bantai Anak-Anak Afghanistan dalam Serangan Udara

Pimpinan NATO di Afghanistan telah mengakui bahwa anak-anak Afghanistan tewas dalam serangan bom pekan lalu di provinsi Kapisa timur laut dari Afghanistan.

Juru bicara untuk pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) Brigadir Jenderal Carsten Jacobson mengatakan Senin kemarin (13/2) bahwa serangan menunjukkan ada “Warga Afghan muda dari berbagai usia” di antara korban serangan udara pasukan aliansi asing.

Menyusul serangan udara 8 Februari lalu, Presiden Afghanistan Hamid Karzai memerintahkan diadakannya penyelidikan.

Muhammad Tahir Safi, seorang anggota parlemen dari Kapisa dan bagian dari tim investigasi yang dikirim oleh Karzai, menjelaskan bahwa anak-anak berkumpul untuk menyalakan api ketika sebuah pesawat tiba-tiba sebuah menjatuhkan satu bom dalam serangan pertama dan menyusul bom lainnya.

“Ada delapan orang dan mereka semua anak-anak yang tidak bersalah dan Anda dapat melihat foto-foto mereka,” katanya, menunjukkan foto anak-anak berlumuran darah yang sudah ditutupi kain kafan.

Korban tewas berusia antara enam hingga 14 tahun, dengan remaja berusia sekitar 18 sampai 20 tahun yang menderita sakit mental, kata Safi.

Presiden Afghanistan sendiri secara teratur mengutuk pasukan asing pimpinan Amerika untuk kematian warga sipil dalam invasi pimpinan AS selama satu dekade di Afghanistan. (eramuslim.com, 14/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Biadab, Konsultan Terorisme Sarankan Habisi Muslim dan Anak Mereka

Walid Shoebat
LAS VEGAS, Seorang konsultan kontraterorisme mengatakan dalam sebuah pertemuan dengan pejabat penegak hukum bahwa cara untuk memerangi "militan" Muslim adalah dengan "membunuh mereka, termasuk anak-anak mereka."
Walid Shoebat, "mantan teroris PLO" seperti yang digambarkannya sendiri, yang sekarang berbicara untuk AS dan Israel, dilaporkan membuat komentar itu dalam sebuah pidato di konferensi Asosiasi Petugas Kontraterorisme Internasional di Las Vegas bulan Oktober lalu .

Komentar tersebut menyoroti kekhawatiran yang berkembang di antara advokat hak asasi manusia bahwa penegak hukum AS  beralih ke ekstrimis untuk pelatihan dalam perang melawan terorisme. komentar itu juga menyoroti kecemasan kalangan pejabat senior kontraterorisme bahwa standar untuk pelatihan kontraterorisme tidak layak dan kemungkinan melukai keamanan nasional.

Komentar Shoebat itu diterima hangat setidaknya oleh beberapa orang yang hadir dalam konferensi.

Seorang peserta wanita konferensi mengutarakan pendapatnya tentang komentar Shoebat, "Bunuh mereka, termasuk anak-anaknya, kau dengar dia."

Pidato Shoebat di Las Vegas menakutkan.

Penulis relijius Richard Bartholemew menggambarkan Shoebat sebagai seorang ahli semu terorisme, ekstrimisme Islam, dan nubuat Alkitab, dan dia mengajarkan bahwa Obama diam-diam adalah Muslim dan bahwa Alkitab telah menubuatkan Muslim sebagai anti-Kristus.

Dalam sebuah investigasi mendalam terhadap aparat intelijen AS awal bulan ini, Washington Post melaporkan bahwa "dalam hasrat mereka untuk mengetahui lebih banyak tentang terorisme, banyak departemen kepolisian yang menyewa pelatih mereka sendiri. Beberapa menggambarkan dirinya sebagai ahli yang sudut pandang ekstrimisnya dianggap tidak akurat dan berbahaya bagi FBI dan yang lainnya di dalam komunitas intelijen."

Standar bagi petugas kontraterorisme juga jatuh bertahun-tahun setelah 9/11 seiring dengan pergulatan agen penegak hukum untuk mengembalikan fokus ke ancaman teror.

"CIA dulu selalu melatih analis sebelum mereka lulus menjadi analis sejati," ujar Charles Allen, mantan agen CIA dan mantan kepala kantor intelijen DHS. "Sekarang kita menerima mantan petugas penegak hukum dan menyebut mereka sebagai petugas intelijen, dan itu tidak benar, karena mereka belum menerima pelatihan untuk analisis intelijen." (suaramedia.com, Sabtu, 28 Mei 2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Demam Pada Anak

Gejala sakit pada anak yang sering kita jumpai adalah demam. Sebenarnya apakah demam itu dan bagaimana kita menyikapinya, khususnya bila demam terjadi pada anak-anak kita? Insya Allah, dalam tulisan ini akan dibahas tentang demam pada anak.

Apa itu Demam dan Bagaimana Terjadinya?

Demam adalah gejala berupa naiknya suhu tubuh sebagai respon normal tubuh terhadap suatu gangguan. Suhu tubuh diukur dengan termometer, dikatakan demam bila:

    * Suhu rektal (di dalam dubur): lebih dari 38ºC
    * Suhu oral (di dalam mulut): lebih dari 37.5ºC
    * Suhu ketiak: lebih dari 37.2ºC
    * Termometer bentuk dot bayi digital: lebih dari 37.8ºC
    * Suhu telinga: mode rektal: lebih dari 38ºC; mode oral: lebih dari 37.5ºC

Suhu tubuh dikendalikan oleh suatu bagian dari otak yang disebut hipotalamus. Hipotalamus berusaha agar suhu tubuh tetap hangat (36,5-37,5 ºC ) meskipun lingkungan luar tubuh berubah-ubah. Hipotalamus mengatur suhu dengan cara menyeimbangkan antara produksi panas pada otot dan hati dan pengeluaran panas pada kulit dan paru-paru. Ketika ada infeksi, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan zat kimia dalam aliran darah. Zat kimia tersebut akan merangsang hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh dan akhirnya akan menambah jumlah sel darah putih yang berguna dalam melawan kuman.

Apa saja penyebab demam?

Infeksi merupakan penyebab terbanyak demam pada anak-anak. Infeksi adalah keadaan tubuh yang dimasuki kuman penyebab penyakit, bisa virus, parasit, atau bakteri. Contoh penyakit infeksi dengan gejala demam adalah flu, radang saluran pencernaan, infeksi telinga, croup, dan bronkhiolitis. Beberapa imunisasi anak-anak juga dapat menyebabkan demam. Kapan demam akan timbul tergantung dari vaksinasi yang diberikan (biasanya imunisasi DTP, HiB, dan MMR). Sedangkan anak yang sedang tumbuh gigi, menurut suatu penelitian, tidak menyebabkan demam.

Bagaimana cara mengukur suhu tubuh anak?

Cara paling akurat adalah dengan suhu rektal. Namun, mengukur suhu oral bisa akurat bila dilakukan pada anak di atas 4-5 tahun, atau suhu telinga pada anak di atas 6 bulan. Mengukur suhu ketiak adalah yang paling kurang akurat, namun dapat berguna saat dilakukan pada anak kurang dari 3 bulan. Bila suhu ketiak lebih dari 37.2ºC, maka suhu rektal harus diukur. Di sisi lain, tidaklah akurat bila mengukur suhu tubuh dengan merasakan kulit anak. Hal ini disebut suhu taktil (sentuhan) karena bersifat subyektif, yaitu pengukuran sangat dipengaruhi oleh suhu orang yang merasakan kulit si anak. Berikut cara mengukur suhu anak:

    * Suhu rektal: anak dibaringkan di pangkuan pemeriksa dengan perut sebagai dasarnya, sebelumnya oleskan sedikit krim atau jely pelumas (misal: Vaseline) pada ujung termometer, masukkan termometer dengan hati-hati ke dubur anak sampai ujung perak termometer tidak terlihat (0,5-1,25 cm di dalam dubur), tahan termometer pada tempatnya. Tahan selama 2 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
    * Suhu oral: yang perlu diperhatikan adalah jangan mengukur suhu pada mulut anak bila anak makan atau minum yang panas atau dingin dalam 30 menit terakhir. Sebelumnya bersihkan termometer dengan air dingin dan sabun kemudian bilas dengan air sampai bersih. Tempatkan ujung termometer di bawah lidah ke arah belakang. Minta anak untuk menahan termometer dengan bibirnya. Upayakan bibirnya menahan termometer selama kira-kira 3 menit untuk termometer raksa atau kurang dari 1 menit untuk digital.
    * Suhu ketiak: tempatkan ujung termometer di ketiak anak yang kering kemudian Tahan termometer dengan mengempitnya antara siku dengan dada selama 4-5 menit.
    * Suhu telinga: perlu diperhatikan bahwa termometer telinga tidak digunakan untuk anak di bawah 6 bulan. Bila anak baru dari luar rumah di mana cuaca sedang dingin, tunggu 15 menit sebelum mengukur suhu telinga. Infeksi telinga tidak mempengaruhi akurasi suhu telinga. Caranya, ibu harus menarik telinga ke arah luar-belakang sebelum memasukkan termometer kemudian tahan alat di telinga anak selama kira-kira 2 detik.

Bagus mana? Termometer digital atau raksa?

Termometer digital murah, mudah didapat, dan cara paling akurat untuk mengukur suhu. Sedangkan termometer raksa mengandung merkuri yang berbahaya saat terpapar ke tubuh, bila termometer pecah. Bila yang ada hanya termometer raksa, pastikan untuk hati-hati saat menggoyang-goyang termometer gelas sebelum digunakan.

Bagaimana sikap kita saat anak demam?

Sangatlah penting bagi orang tua untuk tahu kapan anak demam harus diperiksakan ke dokter atau dirawat sendiri.Di bawah ini adalah kondisi anak demam yang harus diperiksakan ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan:

    * Anak di bawah 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih, tanpa melihat penampakan anak (meskipun anak tampak baik).
    * Anak di atas 3 bulan dengan suhu 38ºC atau lebih selama lebih dari 3 hari atau tampak sakit (rewel dan menolak minum).
    * Anak 3-36 bulan dengan suhu 38.9ºC atau lebih.
    * Anak segala usia dengan suhu 40ºC atau lebih.
    * Anak segala usia yang mengalami kejang demam (step). Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada anak berumur 6 bulan – 5 tahun dengan suhu 38º C atau lebih.
    * Anak segala usia yang mengalami demam berulang.
    * Anak segala usia yang demam dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, lupus, atau anemia bulan sabit.
    * Anak demam yang disertai munculnya ruam-ruam di kulit.

Anak dapat dirawat sendiri oleh orang tua bila anak berumur lebih dari 3 bulan dengan suhu kurang dari 38.9ºC, dan anak tampak sehat serta berperilaku normal.

Langkah-langkah yang bisa kita lakukan saat anak demam antara lain:

Obat untuk Demam pada Anak

Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti Parasetamol (contoh: Pamol®, Sanmol®, Tempra®l) atau Ibuprofen (contoh: Proris®). Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom Reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.

Parasetamol dapat diberikan setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Bila suhu tetap tinggi meskipun parasetamol telah diberikan dan anak berumur lebih dari 6 bulan, Parasetamol diganti dengan Ibuprofen yang dapat diberikan setiap 6-8 jam. Dosis parasetamol atau ibuprofen harus diperhitungkan berdasarkan berat badan (bukan umur), yaitu: parasetamol: 10-15 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 60 mg/kilogram berat badan/hari. Sedangkan Ibuprofen: 5-10 mg/kilogram berat badan anak setiap kali pemberian, maksimal 40 mg/kilogram berat badan/hari. Contoh: bila anak dengan berat 12 kg, diberikan sirup Parasetamol 12 x (10 sampai 15) mg = 120 mg sampai 180 mg sekali minum. Apabila orang tua kesulitan dalam menghitung dosis hendaknya berkonsultasi dengan apoteker atau farmasis. Jangan asal-asal dalam menentukan dosis obat pada anak. Adapun obat yang telah diresepkan oleh dokter maka patuhilah aturan pemakaian obat dari dokter. Apabila orang tua merasa ragu jangan segan-segan meminta informasi kepada dokter yang meresepkan.

Sekilas tentang Kompres

Mengompres dilakukan dengan handuk atau washcloth (washlap atau lap khusus badan) yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30ºC) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.

Mengompres dapat pula dilakukan dengan meletakkan anak di bak mandi yang sudah diisi air hangat. Lalu basuh badan, lengan, dan kaki anak dengan air hangat tersebut. Sebenarmya mengompres kurang efektif dibandingkan obat penurun demam. Bila ibu memakai metode kompres, hendaknya digabungkan dengan pemberian obat penurun demam, kecuali anak alergi terhadap obat tersebut.

Ingat! Jangan mengompres dengan alkohol karena uap alkohol dapat terserap ke kulit atau paru-paru anak. Membedong anak di bawah umur 3 bulan dengan banyak pakaian atau selimut dapat sedikit menaikkan suhu tubuh. Menurut penelitian, suhu rektal 38.5ºC atau lebih tidak dihubungkan dengan membedong dengan kain tebal tadi. Oleh karena itu, dianjurkan bila anak demam, cukup memakai baju atau selimut tipis saja sehingga aliran udara berjalan baik.

Menaikkan Asupan Cairan Anak

Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Istirahatkan Anak Saat Demam

Demam menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.

Selama anak demam, orang tua hendaknya tetap memperhatikan gejala-gejala lain yang muncul. Tanyakan pada anak, adakah keluhan lain yang dirasakan, semisal: pusing, sakit kepala, nyeri saat kencing, kesulitan bernafas, dan lain-lain. Karena demam bisa jadi merupakan tanda bahwa ada gangguan pada kesehatan anak atau gejala dari penyakit tertentu. Oleh karena itu, para orang tua hendaknya bijaksana dalam menghadapinya. Orang tua hendaknya tahu kapan anak dengan demam dapat dirawat sendiri di rumah atau diperiksakan ke tempat pelayanan kesehatan.

Referensi:
www.mims.com
www.uptodate.com

***

Penulis: dr. Ian Danny Kurniawan (Abu ‘Ammar)
Artikel dari: muslimah.or.id
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Mengapa Harus ASI Ekslusif 6 Bulan

Sahabat muslimah saya tulis kembali berdasarkan keprihatinan saya kepada beberapa ibu dan suami tentunya tentang kurangnya pemahaman dan keyakinan tentang pemberian ASI terutama ASI eksklusif 6 bulan.

Dan yang paling penting dari ASI eksklusif ini sebenarnya adalah support para suami di mana dialah orang terdekat dari ibu bayi yang dapat memberikan dukungan psikologis maupun materi kepada ibu menyusui agar lebih percaya diri untuk memberikan ASI saja pada bayi 0-6 bulan. Sehingga sekarang kita kenal dengan istilah "Breastfeeding Father".

Dalam Al Qur an pun telah menyebutkan masalah menyusui seperti dalam surat Al Baqarah [2] ayat 233 : "Hendaklah para ibumenyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi ingin menyempurnakan penyusuan". Seorang ibu berkewajiban untuk menyusui anak-anaknya melalui payudara.

Dan yang termasuk kewajiban seorang ibu adalah tidak mengingkari pentingnya hak anak untuk menikmati air susu dari payudara ibunya, bila mampu dan tidak menolak memberikannya selama masa menyusui, bagi siapa saja yang ingin menyempurnakan penyusuan, yakni dua tahun penuh sebelum disapih. Sementara sang ayah juga berkewajiban untuk membantu istri yang sedang menyusui, serta memenuhi segala hal yang dibutuhkan selama menyusui anaknya.

ASI Ekslusif

Semua ibu dapat menyusui, hanya sedikit sekali ibu yang benar-benar tidak dapat menyusui, sebagian besar ibu yang merasa tidak dapat menyusui atau merasa ASI-nya kurang, sebenarnya hanya disebabkan karena kurangnya pengertian tentang ASI dan kurang terampil dalam menatalaksanakan menyusui yang benar.

Menyusui memang suatu proses alamiah, tetapi kita harus tahu bagaimana cara menyusui yang benar. Ketrampilan untuk dapat menyusui adalah suatu seni yang dapat dan harus dipelajari melalui pengamatan dan pelatihan. Dengan penatalaksanaan yang benar, ASI dapat menjadi makanan tunggal bagi bayi sampai berusia enam bulan. Hanya seorang ibu, dengan dukungan dan pengertian penuh dari suami ibu dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayi.

ASI eksklusif adalah bayi hanya diberikan ASI, tanpa diberi tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, bahkan air putih sekalipun. Selain tambahan cairan, bayi juga tidak diberikan makanan padat lain, seperti: pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim dan lain-lain. Pemberian ASI eksklusif dianjurkan untuk jangka waktu minimal empat bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia enam bulan (Utami Roesli, 2001).

Menurut Ali Khomsan 2007, tidak semua bayi beruntung bisa mendapatkan ASI secara cukup. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa disalah satu kota ditemukan 28 persen bayi yang disapih sebelum berumur satu tahun. Alasannya adalah ASI berhenti, anak menolak menyusu, ibu menolak menyusui dan karena ibu hamil lagi.

Bayi dapat mencapai pertumbuhan optimal apabila diberi ASI eksklusif sampai usia 4-6 bulan, dan setelah itu tetap diberikan sampai usia 2 tahun dengan diberi tambahan makanan pendamping ASI.

Bayi yang kurang mendapatkan ASI berarti kurang berkesempatan untuk mengembangkan kecerdasannya. ASI kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat penting untuk mendukung kecerdasan seorang anak. Bayi kurang ASI juga rentan untuk menderita infeksi, dan umumnya kurang ASI berarti juga kurang belaian kasih sayang dari ibunya.

Dari segi ekonomi menyusui dengan ASI paling ekonomis karena sumber daya ASI adalah karunia Tuhan yang tidak perlu dibeli. ASI adalah amanah yang harus disampaikan kepada yang berhak yaitu anak-anak kita. Selain itu suhu ASI selalu sesuai dengan suhu tubuh sehingga tidak terlalu panas dan dingin. Penyiapan ASI tentu tidak serumit penyiapan susu botol. Aspek higienitas ASI lebih terjamin daripada susu botol (Ali Khomson, 2006).

Manfaat lain dari pemberian ASI yaitu perangsangan puting susu oleh isapan bayi akan menambah sekresi oksitosin ke dalam yang pada gilirannya menyebabkan kontraksi uterus, dan juga timbunan lemak penyebab 'gendut', kembali ke ukuran sebelum hamil. Dengan bantuan senam, proses pelangsingan dapat dipecepat.

Jika ibu tidak berkenan menggunakan alat kontrasepsi artifisial, pemberian ASI dapat menjadi alternatif kontrasepsi, namun dengan syarat bahwa bayi hanya diberi ASI.
Pemberian ASI secara eksklusif akan merangsang sekresi hormon prolaktin dan oksitosin.

Hormon prolaktin berkemampuan menekan ovulasi (menghambat kegiatan ovarium melalui penghambatan hormon Luceinzing sembari mengganggu sekresi GRH – gonadotropin – releasing hormone) dan oksitosin berfungsi memicu dan memacu inovulasi uterus (Arisman, 2004).

Segi positif lain dari pemberian ASI adalah :

   1. Menyusui mempererat hubungan kasih sayang antara ibu dan anak.
   2. Menyusui menghindarkan ibu dari kemungkinan timbulnya kanker payudara.
   3. Mencegah timbulnya diabetes melitus pada masa bayi (anak-anak).
   4. Mencegah hipertensi pada anak-anak (Tuti Soenardi, 2004).

Produksi ASI (Air Susu Ibu)

Air susu ibu diproduksi dalam 'alveolli', pada bagian awal saluran kecil air susu. Jaringan di sekeliling saluran-saluran air susu dan alveoli terdiri dari jaringan lemak, jaringan pengikat tersebut menentukan ukuran payudara. Selama masa kehamilan, payudara membesar dua sampai tiga kali ukuran normalnya, dan saluran-saluran air susu serta alveoli dipersiapkan untuk masa laktasi.

Setelah melahirkan, laktasi dikontrol oleh dua macam refleks, yaitu :

   1. Refleks produksi air susu (milk production reflex)
      Bila bayi menghisap puting payudara, akan diproduksi suatu hormon yang disebut prolaktin (prolactin)   yang akan mengatur agar sel-sel dalam alveolli memproduksi air susu. Air susu ini dikumpulkan dalam saluran-saluran air susu.
   2. Refleks mengeluarkan (let down reflekx).
      Hisapan bayi juga merangsang produksi hormon lain yang disebut oksitosin (oxytocin), yang akan membuat sel-sel di sekitar alveoli berkontraksi, sehingga air susu didorong menuju puting payudara (Deddy Muchtadi, 2002).

ASI dihasilkan oleh kerja gabungan hormon dan refleks. Selama kehamilan, terjadi perubahan pada hormon yang akan menyiapkan jaringan kelenjar (alveolli) untuk memproduksi ASI. Pada waktu bayi mulai menghisap ASI, akan terjadi dua refleks, yaitu refleks prolaktin dan reffleks oksitosin yang akan menyebabkan ASI keluar pada saat dan dalam jumlah yang tepat. Pemahaman yang tepat mengenai refleks ini dapat menerangkan mengapa dan bagaimana seorang ibu dapat memproduksi ASI.

Hormon prolaktin dihasilkan oleh kelenjar hipofisa depan yang berada di dasar otak. Prolaktin merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Sedangkan rangsangan pengeluaran prolaktin ini adalah pengosongan ASI dari gudang ASI (sinus lactiferus). Makin banyak ASI yang dikeluarkan dari payudara, makin banyak ASI yang diproduksi.

Sebaliknya apabila bayi berhenti menghidap atau sama sekali tidak memulainya, maka payudara akan berhenti memproduksi ASI. Sehingga apabila seorang ibu ingin menambah produksi ASI-nya, cara yang terbaik adalah dengan merangsang bayi untuk menghisap lebih lama dan lebih sering. Harus tetap dipahami, bahwa semakin sering ibu menyusui bayinya, akan semakin banyak produksi ASI-nya. Semakin jarang ibu menyusui, makin berkurang jumlah produksi ASI-nya (Utami Roesli, 2001).

Hormon oksitosin berasal dari bagian belakang kelenjar hipotesa yang terdapat didasar otak. Sama halnya dengan hormon prolaktin, hormon ini diproduksi bila ujung saraf sekitar payudara di rangsang oleh isapan bayi. Oksitosin masuk ke dalam darah menuju payudara, membuat otot-otot payudara mengerut dan disebut hormon oksitosin.

Kejadian ini disebut refleks pengeluaran ASI (let down reflex). Reaksi bekerjanya hormon oksitosin dapat dirasakan pada saat bayi menyusu pada payudara ibu. Kelenjar payudara akan mengerut sehingga memeras ASI untuk keluar. Banyak wanita dapat merasakan payudaranya terperas saat menyusui, itu menunjukkan bahwa ASI mulai mengalir dari pabrik susu (alveolli) ke gudang susu (ductus latiferous).

Bayi tidak akan mendapatkan ASI cukup apabila hanya mengandalkan refleks prolaktin saja, akan tetapi harus dibantu oleh refleks oksitosin. Bila refleks ini tidak bekerja, maka bayi tidak akan mendapatkan ASI yang memadai, walaupun produksi ASI cukup. Refleks oksitosin lebih rumit dibandingkan refleks prolaktin, karena refleks ini berhubungan langsung dengan kejiwaan atau sensasi ibu. Perasaan ibu dapat meningkatkan dan menghambat produksi ASI (Utami Rusli, 2001).

Air Susu Ibu sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir. Air susu pertama yang bertahan sekitar 4-5 hari, masih berupa kolustrum. Banyaknya kolustrum yang disekresikan setiap hari berkisar antara 10-100 cc, dengan rata-rata 30 cc. Air susu sebenarnya baru keluar setelah hari kelima. Ibu harus menjulurkan payudaranya ke mulut bayi hingga seluruh puting dan areola “tergenggam” oleh mulut bayi.

Tugas mengalirkan susu jangan dibebankan pada satu payudara saja. Perlakuan berat sebelah ini, jika memang terjadi, akan menurunkan fungsi payudara sebagai produsen ASI. Karena itu, kedua payudara sebaiknya digilir masing-masing sekitar 7-10 menit. Selesai menyusui, payudara dibersihkan dengan air bersih dan dibiarkan kering dalam udara selama 15 menit.

Jumlah produksi ASI, bergantung pada :
    * Besarnya cadangan lemak yang tertimbun selama hamil dan dalam batas tertentu,
    * Diet selama menyusui,
    * Faktor lingkungan seperti perilaku masyarakat terhadap pemberian ASI,
    * Persiapan peng-ASI-an,
    * Kecanduan pada rokok dan alkohol,
    * kesegeraaran memberikan ASI setelah melahirkan,
    * Saat pemberian makanan lengkap,
    * Penggunaan tablet KB.

Rata-rata volume ASI wanita berstatus baik sekitar 700-800 cc sementara mereka yang berstatus gizi kurang hanya berkisar 500-600 cc (Jellife dan Jellife, 1966). Jumlah ASI yang disekresikan pada 6 bulan pertama 750 cc sehari. Sekresi pada hari pertama hanya terkumpul sebanyak 50 cc yang kemudian meningkat menjadi 500, 650 dan 750 cc, masing-masing pada hari V, bulan I dan III. Volume ASI pada 6 bulan berikutnya menyusut menjadi 600 cc.

Namun demikian, status gizi tidak berpengaruh besar terhadap mutu (kecuali volume) ASI, meskipun kadar vitamin dan mineralnya sedikit lebih rendah (Hambraeus dan Sjolin, 1970). Pendapat ini dapat digunakan sebagai penjelasan kepada wanita yang enggan menyusukan bayi dengan alasan status gizi mereka kurang baik (Arisman, 2004).

Dalam tata cara pemberian ASI, seorang bayi yang lapar biasanya mengosongkan payudara pertama dalam beberapa menit. Seorang bayi yang disusui atas permintaannya dapat menyusu sebanyak 12-15 kali dalam 24 jam. Sebagian besar ibu dan bayinya kemudian akan membuat jadwal rutin dimana seorang bayi akan menyusu sebanyak 5-10 kali dalam sehari. Di bawah kondisi normal, tidak ada makanan atau cairan lain yang diperlukan oleh bayi selama beberapa hari pertama, meskipun bila produksi ASI masih terbatas.

Pemberian susu botol akan mempengaruhi perkembangan daya isap si bayi. Hanya apabila susu udara terlalu panas, berikanlah air matang yang dingin dengan menggunakan sendok. Bayi yang normal mempunyai cadangan zat-zat gizi dalam tubuhnya untuk menjalani masa ini.

Tetapi apabila bayi terlalu kecil atau sangat lemah, atau apabila puting susu terluka, sejumlah kecil susu ekstra, bila memungkinkan ASI dan ibu lain, harus diberikan bayi harus diteruskan menyusu pada ibunya untuk mendorong produksi ASI. Sebagai pilihan kedua, sejumlah kecil air matang ditambah gula atau maju dapat diberikan dengan menggunakan sendok yang bersih. Air tajin, mentega dan makanan-makanan lain yang secara tradisional diberikan pada bayi, jangan digunakan (Deddy Muchtadi, 2002).

Bagi teman2 yang sudah ASI eksklusif alhamdulillah Ayo lanjutkan, bagi yg belum ayo kita niatkan untuk ASI eksklusif pada anak2 kita kelak yakinlah pasti bisa! dan bisa! karena manfaat yang luar biasa.

Anindya Sugiyarto, Ibu rumah tangga, ibu dua orang anak, Rawasari Jakpus.
(http://www.eramuslim.com, Senin, 20/12/2010 )
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Israel Tahan Bocah Palestina Tujuh Tahun, sebelumnya mereka sudah penjarakan lebih dari 370 anak

foto kasus penangkapan 2009
JERUSALEM, Tentara pendudukan Israel setidaknya telah menahan sembilan pria Palestina di Silwan dan Ras al-Amud yang termasuk dalam wilayah penduduk Israel di Jerusalem Senin (28/2). Sembilan dari pria tersebut, satu orang diantaranya berumur tujuh tahun.

Sebuah sumber di wilayah setempat mengatakan polisi di perbatasan Israel dengan tim khususnya merangsek masuk ke kota tua dan menghancurkan beberapa di wilayah tersebut, yang menyebabkan malapetaka bagi mereka.

Mereka mengatakan Khalil al-Resheq, yang berumur tujuh tahun, berada diantara tahanan pria Palestina lainnya yang berumur sebelas tahun, yakni Muslim Odeh, Ahmed Abu Madi (14), sementara yang lainnya berumur 16 tahun dan 19 tahun.(republika.co.id, Selasa, 01 Maret 2011)

Media yang berhubungan dengan kementrian Palestina yang bertanggung jawab atas 'urusan tahanan mengatakan bahwa Israel saat ini menahan (memenjarakan) lebih dari 370 anak; semua di bawah usia 18 tahun.

"Tahanan anak akan dikirim ke pengadilan yang mengadili kasus-kasus tahanan dewasa. Hal ini merupakan pelanggaran mencolok Hukum Internasional. Lusinan anak-anak Palestina ditahan, menjalani serangkaian ujian keras di bawah sistem hukum yang memperlakukan mereka sama seperti tawanan dewasa," Riyadh al -Ashqar kepada pejabat Hamas yang menjalankan jaringan TV Al-Aqsa pada hari Senin.

Al-Ashqar melanjutkan catatannya bahwa anak tahanan tidak kebal dari 'pelecehan yang mengerikan', seperti halnya penganiayaan dan penyiksaan di fasilitas tahanan Israel sudah merupakan hal yang biasa.

Dia juga menyerukan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang berbasis di Jenewa dan organisasi kemanusiaan di seluruh dunia untuk campur tangan, untuk menghentikan kebrutalan Israel terhadap tahanan di bawah umur Palestina.

Banyak dari anak-anak Palestina yang berada di penjara-penjara Israel telah ditangkap karena tidak lebih dari melemparkan batu pada pasukan bersenjata dan pengangkut personel lapis baja Israel, Pusat Pembela Napi Palestina melaporkan pada awal April.

Sipir penjara menempatakan delapan sampai sepuluh anak dalam ruang empat meter persegi, dan secara rutin mengelek-ejek mereka, menempatkan mereka di bawah tekanan psikologis di setiap kesempatan dan bahkan menganiaya beberapa anak, laporan menambahkan. [IslamTimes/R, 24 November 2009]

Semoga Khilafah segera Tegak sehingga kebiadaban mereka segera berakhir, Amin............
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Anak kecil Nendang Polisi

Gak takut kena undang-undang berlapis nich anak...wkwkwkwk...:D
.........Lihat Selengkapnya