Tampilkan postingan dengan label palestina. Tampilkan semua postingan

gravatar

Anak-anak Palestina Tewas, Warga Israel Bersyukur

ilustrasi
Kecelakaan bus tragis yang menewaskan sekitar sembilan anak Palestina, justru disambut gembira oleh warga Israel. Hal ini diungkap oleh seorang warga, Laura Stuart, yang mengungkap beberapa percakapan dari bahasa Ibrani yang dikutipnya dari akun milik situs berita, Walla Israeli di facebook.
Benny: Tenang, yang mati cuma anak-anak Palestina.

Tali: Sepertinya mereka adalah anak-anak Palestina. Syukurlah.

Tal: Syukurlah, mereka cuma orang Palestina.

Ajala: Bagus, jumlah teroris berkurang!!!

Eliya: Hanya anak-anak Palestina yang tewas-sekitar sepuluh anak.

Itai: Syukurlah, itu anak-anak Palestina. Semoga setiap hari seperti ini.

Aleyah: Tenang, itu adalah bus yang membawa anak-anak Palestina. Mari berdoa mereka semua meninggal, atau setidaknya terluka. Ini adalah berita baik untuk memulai hari.

Stuart kemudian menulis bahwa semua komentar penuh kebencian ini, kini telah dihapus dari facebook. Dan beberapa orang mengaku takut dengan sikap rasis yang ditunjukkan melalui komentar-komentar tersebut.

Yang tidak kalah mengagetkan, lanjut Stuart, adalah pemberitaan BBC terkait kecelakaan ini. Dalam beritanya, BBC menuliskan bahwa meski truk yang menabrak bus itu berplat nomor ‘Israel’, namun tidak mungkin pengemudinya adalah seorang ‘Israel’.

Saat artikel ini ditulis Stuart, telah dikonfirmasi bahwa pengemudi truk itu adalah seorang Arab ‘Israel’. “Saya bertanya-tanya apa perlu menanyakan atau mengomentari kebangsaan atau etnis seorang pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan?” tulis Stuart.

Sebuah kecelakaan bus tragis terjadi hari Kamis (16/ 2) pagi di Ramallah. Tabrakan antara bus dengan truk ini menewaskan sembilan anak Palestina dan seorang guru.
Bus yang tengah mengangkut anak-anak Palestina itu bertabrakan kencang dengan sebuah truk yang mengakibatkan bus terbalik dan terbakar. Selain korban tewas, puluhan penumpang juga dikabarkan menderita luka-luka. (republika.co.id, 18/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Netanyahu: Amerika akan Gunakan Veto untuk Cegah Pengakuan Negara Palestina!

PM Israel Benyamin Netanyahu menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan hak veto dalam menghadapi setiap upaya otoritas Palestina untuk mendapatkan pengakuan negara Palestina secara sepihak.
Radio Israel mengutip dari Netanyahu yang mengatakan, “Bisa dipastikan Amerika Serikat menggunakan hak veto di Dewan Kemanan PBB, untuk mencegah pengakuan negara Palestina secara sepihak,” yang akan dilakukan otoritas Palestina para bulan September mendatang.

Sebelumnya Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan penentangannya terhadap upaya otoritas Palestina untuk meminta PBB mengakui negara Palestina di atas perbatasan tahun 1967.

Obama mengatakan,”Upaya Palestina ke PBB untuk menyelesaikan persoalan mereka tidak realistis.” Dia menambahkan, “Jika orang-orang Palestina menginginkan sebuah negara dengan melaksanakan hak menentukan nasib (sendiri) tidak akan mungkin bisa mengabaikan Israel, namun mereka harus berdialog dengannya.”

Di sisi lain, sumber-sumber politik Zionis Israel menyebutkan bahwa Netanyahu akan bertolak ke Italia pekan depan, untuk melakukan pembicaraan dengan rekan sejawatnya di Italia Silvio Berlusconi dan para pejabat lainnya, guna menyampaikan kepada mereka prinsip-prinsip Israel untuk mencapai kompromi politik. (republika.co.id, 31/5/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Mulut dilawan Muncong Senjata dan Pentungan, antara demonstran Palestina dengan Polisi Mesir & Israel

ilustrasi 
KAIRO, Kerusuhan berlangsung di kedutaan besar Israel di Kairo. Ratusan warga Palestina menembus barikade dan berniat menyerbu gedung kedutaan.

Polisi Mesir membungkam demonstran dengan pentungan dan gas air mata dan mengakibatkan dua puluh orang terluka.

Penyerbuan itu berkaitan dengan peringatan terusirnya warga Palestina dari Israel tahun 1948. Peristiwa itu diperingati setiap tahunnya sebagai Nabkha (bencana).

Namun karena pengaruh protes besar di negara-negara Arab, maka hal itu berubah jadi kerusuhan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu peringatan berubah menjadi kekerasan di perbatasan antara Israel dengan Libanon dan Suriah. Polisi Israel menembaki demonstran Palestina yang ingin memasuki Israel. Peristiwa itu menewaskan setidaknya 13 orang.(republika, Senin, 16 Mei 2011, "Kedubes Israel di Mesir Diserbu Warga Palestina")
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Bukan Ini Keinginan Rakyat Mesir dan Palestina

Sejumlah pejabat keamanan Yahudi mengunjungi Kairo pada beberapa hari terakhir. Juga, utusan khusus entitas Yahudi telah tiba di Kairo untuk mengadakan pembicaraan dan konsultasi dengan para pejabat Mesir. Menurut kantor berita Ma’an bahwa telah berlangsung pembahasan mengenai masalah keamanan yang terkait dengan Gaza, perbatasan dan masalah-masalah lainnya. Kunjungan-kunjungan ini bertepatan dengan kunjungan delegasi Hamas ke Mesir, yang juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Mesir.

Kunjungan-kunjungan ini dilakukan tidak lama setelah eskalasi pembunuhan yang dilakukan oleh entitas Yahudi di Gaza, dan ancaman yang terus-menerus dilakukan Yahudi dengan melancarkan perang baru di Gaza; serta setelah pernyataan yang dikutip oleh berbagai media bahwa Menteri Luar Negeri baru Mesir, Nabil Al-Arab yang telah memperingatkan Yahudi dari melakukan operasi militer terhadap Gaza.

Kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh para pemimpin Yahudi ke Kairo ini menunjukkan bahwa peran rezim Mesir dan sikapnya terhadap entitas Yahudi masih seperti sebelumnya. Rezim Mesir di era mantan presiden yang digulingkan, maka perannya-sangat jelas-yang berkisar antara peran mediator yang condong terhadap Yahudi, atau mediator antara pihak yang berkonflik di natara rakyat Palestina terhadap otoritas yang tidak memiliki kedaulatan. Sementara posisi sebenarnya, bahwa Mesir itu adalah alat dan broker bagi pengaruh AS di kawasan Timur Tengah.

Sayangnya, kunjungan-kunjungan yang masih berkelanjutan ini menunjukkan bahwa sikap Mesir saat ini dan politik luar negerinya belum juga berubah, misalnya gas Mesir masih mengalir ke entitas Yahudi, sekalipun rezim baru mencoba memolesnya dengan mengatakan akan meninjau kembali harga gas yang diekspor!! Dan kesepakatan Camp David pun masih berdiri kokoh di atas akarnya!!.

Sekalipun ada peringatan dari Menteri Luar Negeri Mesir kepada Yahudi jika melancarkan perang di Gaza, namun yang diharapkan bahwa Mesir mengusir para selegasi keamanan Yahudi dari Kairo, membatalkan kesepakatan pengkhianatan “Camp David”, dan menggerakkan tentara Mesir untuk menyelamatkan Gaza dan Palestina. Solusi yang akan memecahkan masalah Gaza dan Palestina adalah sebuah deklarasi perang, bukan sekedar membuat pernyataan yang tidak sesuai kenyataan. Sehingga, hubungan dengan mereka para pejajah negeri kaum Muslim bukam di lorong politik, pembicaraan, dan para delegasi keamanan, melainkan hubungan untuk mengamputasi dan membasmi kezaliman dan nafsu perang mereka.

Dengan demikian, kewajiban para penguasa baru Mesir dan tentaranya adalah melakukan tindakan yang menyebabkan ridha Allah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Lalu, sambutlah aspirasi rakyat Mesir yang menginginkan perubahan.

Para penguasa di Mesir yang masih berkuasa setelah amandemen konstitusi Mesir pasal kedua yang menetapkan bahwa agama negara adalah Islam, maka mereka dituntut untuk bersikap dengan bersandarkan pada ideologi Islam yang agung.

Apakah sesuai Islam, sikap tentara Mesir yang berpangku tangan dengan apa yang terjadi di Gaza tanpa memberikan pertolongan terhadap kaum Muslim? Apakah sesuai Islam bahwa para pemimpin Yahudi dan para delegasi mereka dibiarkan berduyun-duyun ke Mesir? Dan apakah dibenarkan Islam bahwa peran Mesir adalah melayani agenda-agenda AS dan mediasi antara entitas Yahudi dengan otoritas?

Sesungguh, salah satu alasan pemberontakan melawan rezim “Mubarak” adalah karena rezim ini telah merendahkan rakyat Palestina dan warga Gaza khususnya. Jadi, mengapa para penguasa baru di Mesir tidak merespon aspirasi dan tuntutan massa agar membantu Gaza dan Palestina, dan membebaskannya?.

Dengan demikian, para pemberontakan di Mesir wajib untuk melanjutkan pemberontakan mereka sampai terjadi perubahan yang seutuhnya; perubahan yang tidak meninggalkan sisa-sisa rezim sedikit pun kecuali mencabutnya; dan tidak cukup hanya dengan perubahan tambal sulam dan asesoris semata, melainkan perubahan yang mengakhiri hingga ke akar-akarnya rezim yang telah memperbudak umat dan banyak melakukan pengkhianatan; kemudian mendirikan Khilafah di atas puing-puing reruntuhannya, sehingga dengan ini perubahan yang nyata dan radikal benar-benar terwujudkan. Dan untuk tujuan inilah, seharusnya orang-orang ikhlas berkativitas (pal-tahrir.info, 31/3/2011).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Solusi selamat Masjid Al Aqsa dengan menikah di Masjid tersebut, Benarkah?

ilustrasi
Saya sempat temukan berita yang bagi saya cukup menggelikan, tapi entah bagi sebagian orang. yaitu tentang solusi yang di berikan Otoritas Palestina untuk menyelamatkan masjid Al Aqsa yang berusaha dihilangkan identitasnya / ingin diambil alih Yahudi.

dalam berita tersebut dikatakan bahwa; Otoritas Palestina serukan warganya menikah di Masjid Al-Aqsa. terobosan ini dilakukan Asosiasi Peninggalan Sejarah Palestina guna menyelematkan masjid Al-aqsa dari usaha penghilangan identitasnya sebagai peninggalan sejarah umat Islam yang dilakukan oleh Israel.

Terobosan tersebut berupa kebijakan yang memperbolehkan calon pasangan suami-istri untuk menikah di masjid Al-Aqsa. "Melalui proyek ini diharapkan masjid Aqsa penuh dengan jamaah. Karena penuhnya masjid oleh jamaah akan melindungi masjid dari cengkraman kejahatan Israel," papar Ketua Asosiasi, Hekmat Naama kepada Alarabiya, Senin (21/3).

Naamna menjelaskan pernikahan merupakan salah satu momen terpenting dalam hidup seseorang. Melaksanakan momen tersebut di masjid akan sangat penting bagi Al-aqsa yang tengah digerogoti Israel. "Masjid ini tentu akan memberikan berkah kepada pasangan tersebut," kata dia.

Guna menyukseskan terobosan yang dilakukan, Naamna mengatakan setiap pasangan yang mengajukan izin menikah di Al-aqsha akan diberikan sejumlah fasilitas berikut penyebaran undangan secara gratis. "Kami juga akan menyiapkan dua bus guna menjemput pasangan dan tamu undangan untuk datang ke masjid. Kami juga berkordinasi dengan KUA, fotografer dan media. Tak hanya itu, kami menyiapkan pula hadiah pernikahan untuk pasangan dan publik figur untuk meramaikan ," ungkapnya.

Naamna mengharapkan terobosan yang dilakukan pihaknya akan menarik minat pasangan di Palestina atau negara mana pun untuk mengucapkan ijab Qabul di masjid Al-Aqsha.

Ahmed Abul-Houf, warga  Galilea, Utara Israel merupakan salah satu pasangan yang merespons terobosan asosiasi. Dia berencana mengucapkan ijab Qabul di masjid Al-Aqsha. "Saya ingin memperlihatkan rasa cinta saya kepada Al-Aqsha. Saya merasa perlu menunjukan rasa solidaritas dari sebatas ucapan menjadi tindakan. Saya akan menikah disana sembari melindungi masjid tercinta," papar dia bahagia.

Abul-Houf bahkan secara lantang menyerukan kepada pasangan lainnya untuk bersama-sama menyelamatkan masjid dengan menikah disana. Dirinya meyakini banyak pasangan yang menyambut baik terobosan yang dilakukan otoritas Palestina dalam usaha menyelamatkan Al-Aqsa. "Saya kira ini akan menjadi pengalaman yang paling berharga. Saya harap kebahagian setiap pasangan yang menikah di Al-aqsa dapat menyebar ke seluruh Palestina yang selama ini bersedih karena perlakuan Israel," pungkasnya.(repulika, 22 Maret 20110)

sungguh miris melihat fakta ini, sungguh ini bukan solusi untuk menyelamatkan Al-Aqsa. solusi yang tepat sebenarnya ada, namun butuh perjuangan keras untuk melakukannya yaitu menegakkan kembali KHILAFAH dan dengannya Pernyatuan ummat seluruh negeri Islam akan terjadi, kekuatan Negara Khilafah Islam akan sangat luar biasa. Dari potensi ekonomi, dari segi kekayaan alam negeri-negeri Islam merupakan negeri yang sangat kaya. Dunia Islam mengendalikan 60 % cadangan minyak dunia, Boron (40%), Fosfat (50%), Perlite (60%), Tin (22%), dan bahan alam penting lainnya seperti Uranium. Negeri-negeri Islam secara geografis menempati posisi yang strategis di dunia, terutama jalur laut. Kaum muslim menguasai daerah-daerah lalu lintas dunia yang penting, seperti Gibraltar di Mediterania barat, Terusan Suez di Mediterania Timur, selat Balb al-Mandab di Laut Merah, selat Dardanelles dan Bosphourus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, menguasai selat Hormuz di Teluk. Di timur terdapat selat Malaka yang merupakan lokasi strategis di Timur Jauh. Selama ini Baratlah yang menguasai daerah-daerah strategis tersebut dengan berbagai alasan.

Dengan penyatuan dunia Islam, kekuatan bersenjata Negara Khilafah Islam akan sangat luar biasa. Dengan jumlah umat Islam di dunia yang lebih dari satu miliar, militer Negara Khilafah akan menjadi angkatan bersenjata yang sangat kuat. Seandainya satu persen saja direkrut jumlah tentara Islam lebih dari 10 juta.jumlah tentara sebanyak itu sudah lebih dari Cukup untuk Membungkam Kecongkakan Israel.......Allohu Akbar....!!!
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Astagfirullah.. Serangan Israel Targetkan Anak-Anak

GAZA, Militer Israel kembali memasifkan serangannya ke Jalur Gaza. Kali ini yang menjadi sasaran adalah anak-anak dan wanita.
Sebagaimana pada serangan Senin (21/3), sebanyak 18 warga Gaza menjadi korban. Sejumlah bangunan milik warga hancur-lebur.

Juru bicara Emergency Committe Gaza, Adham Abu Salmiyah, mengatakan hingga saat ini sudah 18 korban jiwa yang masuk rumah sakit. Tujuh  diantaranya adalah anak-anak di bawah umur dan enam lainnya wanita.

“Sebelumnya sebelas korban juga dilarikan ke rumah sakit Al-Syifa di kota Gaza. Tujuh korban dirawat di rumah sakit Kamal Udhwan di Bait Lahiya. Namun, semua korban hanya luka ringan,” ungkapnya.

Pada Senin kemarin, sejumlah pesawat tempur Israel menggempur kota Khan Younis, selatan Gaza, menyerang perumahan warga dan sebuah masjid.  Menurut warga setempat, pesawat tempur Israel melesakkan sejumlah bom ke arah Masjid Ibadurrahman di timur Khan Younis hingga rata dengan tanah.

Selain itu, satu rumah milik keluarga Al-Najar juga terkena terjangan bom. “Militer Israel meminta para pemilik rumah keluar dari rumah, sesaat sebelum dihancurkan. Mereka kemudian menembakkan rudal,” tutur warga tersebut.  Selain menghajar Khan Younis, pesawat Israel juga menembakkan rudal di tengah kota yang padat penduduk di selatan Gaza.[republika, 22 Maret 2011]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

"RI Serukan Hentikan Penderitaan Tahanan Palestina" apakah ini Solusi?

LONDON, Indonesia menyerukan masyarakat internasional bekerjasama untuk menghentikan pelanggaran hak dan kekerasan terhadap tahanan Palestina di berbagai penjara dan tempat tahanan Israel. Hal itu disampaikan Ketua Coordinating Committee of Women Parliamentarians - International Parliamentary Union (IPU) Dr. Nurhayati Ali Assegaf dalam keynote speech-nya di First International Conference on the Rights of Palestinian Prisoners, di Jenewa.
Minister Counsellor PTRI Jenewa, Dicky Komar, dalam keterangan persnya yang diterima Antara London, Selasa menyebutkan konperensi diprakarsai tiga LSM U-free, Rights for All dan North-South 21. Pembicara dalam konperensi itu antara lain anggota Parlemen Palestina, Inggris, Yunani, Swiss, Irlandia, dan Indonesia serta tokoh/mantan dan anak tahanan Palestina seperti Sheik Raed Salah, yang sekarang menjadi Imam Masjid Al Aqza.



Pertemuan itu dihadiri oleh tokoh, LSM, media, masyarakat, dan akademisi pemerhati isu Palestina dari berbagai Negara di Eropa serta diliput langsung oleh Al Jazeera. Lebih lanjut Dr. Nurhayati yang juga Wakil Ketua BKSAP ? DPR RI menegaskan konsistensi posisi Indonesia untuk mendorong terbentuknya Negara Palestina yang merdeka selaras mandat UUD 1945.

Selain itu pentingnya tindak nyata terpadu berbagai elemen masyarakat internasional dalam menghentikan kekejaman Israel, antara lain melalui mekanisme IPU dan HAM internasional untuk mendorong misi pemantauan dan kunjungan ke penjara dan tempat tahanan Israel. Menurut Dr. Nurhayati, kondisi tahanan perempuan juga memerlukan perhatian khusus karena kerentanan mereka terhadap kekerasan dan pelanggaran hak.

Pesan serupa telah disampaikan Dr. Nurhayati dalam wawancaranya dengan Al Jazeera dan Press TV London. Pertemuan itu menggarisbawahi pentingnya Israel mematuhi berbagai konvensi internasional terkait hak tahanan dan menjamin pemenuhan hak tahanan Palestina serta menghentikan tindak kekerasan dan pelanggaran hak mereka. Pertemuan juga menegaskan pentingnya penyelesaian menyeluruh konflik Palestina melalui terbentuknya Negara Palestina yang merdeka sehingga tahanan Palestina tidak ada lagi.

Konferensi menegaskan kembali pendudukan ilegal Israel sebagai akar permasalahan yang memunculkan resistensi rakyat Palestina dan menyebabkan penangkapan dan penahanan mereka di penjara dan tempat tahanan Israel. Dalam pertemuan menghasilkan kesepakatan untuk mencanangkan tahun 2011 sebagai Year of Palestinian Women Prisoners dan membentuk empat Kelompok Kerja yang terdiri dari Pokja Hukum untuk menjajaki langkah hukum terhadap Israel.

Sedangkan Pokja Politik untuk menjajaki opsi politik global dalam menghentikan tindakan keji Israel, Pokja Media untuk mengekspose kekejaman Israel, dan Pokja Artistik untuk memajukan karya artistik para tahanan Palestina.(republika.co.id)

Comment Miaubook:

Bagi Penguasa Negeri-negeri Muslim tak cukup hanya Seruan karena kalian memiliki kekuatan, kalian memiliki Militer, maka seharusnya kalian Kirim militer untuk Rebut Kembali tanah kaum Muslimin yang telah di Caplok oleh Yahudi dan menghapus eksistensi mereka dari peta dunia karena mereka sebenarnya tak punya Hak Sejengkal tanahpun untuk menguasai Palestina.

kekuatan kalian akan begitu berarti jika kalian mau bersatu menegakkan kembali KHILAFAH ISLAMIYYAH yang merupakan perisai Ummat dan kewajiban terbesar kaum Muslimin.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tentara Israel Serang Jamaah Palestina di Halaman Al Aqsa

Jamaah Palestina bentrok dengan tentara Israel di area dua masjid suci
Yerusalem,Bentrok penuh kekerasan terjadi pada Ahad (14/3) pagi di Masjid Al Aqsa antara tentara Israel dan jamaah Palestina. Bentrok dipicu sikap tentara Zionis yang melecehkan masjid bersama dengan penduduk Yahudi.

Saksi mata Palestina menuturkan aksi pelecehan itu dlakukan para penghuni permukiman Yahudi di halaman masjid yang langsung dibalas oleh jamaah Palestina dengan meneriakkan nama Allah.

Namun tiba-tiba sejumlah tentara Israel menyerang mereka dengan keras dan melukai satu orang. Tentara Israel juga menahan tiga orang dalam insiden tersebut.

Mereka mengatakan bahwa tentara Israel meningkatkan jumlah keberadaan mereka di Masjid Al Aqsa menyusul bentrok tersebut.

Dalam kasus lain, masih dalam konteks yang sama, sebuah pengadilan Israel mengeluarkan larangan bagi seorang pemuda Palestina dari kota Umm Al-Fahm, untuk memasuki masjid Al Aqasa selama satu bulan. Sanksi itu dijatuhan atas sikapnya meneriakkan takbir dengan suara keras di dalam masjid.(republika.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Asyik! Belajar di Undip Bisa ke Palestina

SEMARANG, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang terus menjajaki program kerjasama double degree dengan perguruan tinggi (PT) di Negara Palestina. Pembicaraan program kerjasama ini, akhir pekan kemarin, dimatangkan antara pihak Undip dengan duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Fariz Medhawi, di Semarang.

Medhawi menjelaskan Palestina adalah pusat dari pergolakan perang di Timur Tengah. Sebagai negara mayoritas Muslim Indonesia sudah mengambil peran penting bagi rakyat Palestina. Bahkan di bidang pendidikanpun Indonesia sudah banyak membantu Palestina. “Sudah saatnya kerjasama pendidikan ini dilanjutkan ke dalam program yang lebih luas,” ujarnya.

Fariz Medhawi juga mengatakan, pihaknya tahun ini akan mencoba mengorganisasi sejumlah mahasiswa Indonesia untuk bisa belajar sekaligus melihat secara nyata kondisi pendidikan Palestina. Selain itu, program ini juga akan diarahkan untuk melakukan kajian dan riset yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia maupun di Palestina. Termasuk kerjasama dalam bentuk kuliah Double Degree.

Di mana Mahasiswa kedua Negara dapat mengambil satu semester di Palestina dan begitu juga sebaliknya. “Kita juga memiliki universitas unggulan di Palestina, yang  sangat bagus untuk mengembangkan kerjasama belajar antar kedua negera,” imbuh Medhawi.

Sementara itu, Rektor Undip, Prof Sudharto P Hadi MES PhD sangat mendukung gagasan ini. Apalagi saat ini Undip sedang berproses menuju World Class University. “Kami tengah menarik sebanyak mungkin mahasiswa asing untuk belajar di Indonesia, dan itu merupakan point penting untuk menaikan pemeringkatan Undip di dunia Internasional,” ujarnya.(republika.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Israel Tahan Bocah Palestina Tujuh Tahun, sebelumnya mereka sudah penjarakan lebih dari 370 anak

foto kasus penangkapan 2009
JERUSALEM, Tentara pendudukan Israel setidaknya telah menahan sembilan pria Palestina di Silwan dan Ras al-Amud yang termasuk dalam wilayah penduduk Israel di Jerusalem Senin (28/2). Sembilan dari pria tersebut, satu orang diantaranya berumur tujuh tahun.

Sebuah sumber di wilayah setempat mengatakan polisi di perbatasan Israel dengan tim khususnya merangsek masuk ke kota tua dan menghancurkan beberapa di wilayah tersebut, yang menyebabkan malapetaka bagi mereka.

Mereka mengatakan Khalil al-Resheq, yang berumur tujuh tahun, berada diantara tahanan pria Palestina lainnya yang berumur sebelas tahun, yakni Muslim Odeh, Ahmed Abu Madi (14), sementara yang lainnya berumur 16 tahun dan 19 tahun.(republika.co.id, Selasa, 01 Maret 2011)

Media yang berhubungan dengan kementrian Palestina yang bertanggung jawab atas 'urusan tahanan mengatakan bahwa Israel saat ini menahan (memenjarakan) lebih dari 370 anak; semua di bawah usia 18 tahun.

"Tahanan anak akan dikirim ke pengadilan yang mengadili kasus-kasus tahanan dewasa. Hal ini merupakan pelanggaran mencolok Hukum Internasional. Lusinan anak-anak Palestina ditahan, menjalani serangkaian ujian keras di bawah sistem hukum yang memperlakukan mereka sama seperti tawanan dewasa," Riyadh al -Ashqar kepada pejabat Hamas yang menjalankan jaringan TV Al-Aqsa pada hari Senin.

Al-Ashqar melanjutkan catatannya bahwa anak tahanan tidak kebal dari 'pelecehan yang mengerikan', seperti halnya penganiayaan dan penyiksaan di fasilitas tahanan Israel sudah merupakan hal yang biasa.

Dia juga menyerukan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC) yang berbasis di Jenewa dan organisasi kemanusiaan di seluruh dunia untuk campur tangan, untuk menghentikan kebrutalan Israel terhadap tahanan di bawah umur Palestina.

Banyak dari anak-anak Palestina yang berada di penjara-penjara Israel telah ditangkap karena tidak lebih dari melemparkan batu pada pasukan bersenjata dan pengangkut personel lapis baja Israel, Pusat Pembela Napi Palestina melaporkan pada awal April.

Sipir penjara menempatakan delapan sampai sepuluh anak dalam ruang empat meter persegi, dan secara rutin mengelek-ejek mereka, menempatkan mereka di bawah tekanan psikologis di setiap kesempatan dan bahkan menganiaya beberapa anak, laporan menambahkan. [IslamTimes/R, 24 November 2009]

Semoga Khilafah segera Tegak sehingga kebiadaban mereka segera berakhir, Amin............
.........Lihat Selengkapnya