Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

gravatar

Lemahkah Hadits-hadits Tentang Panji Rasulullah saw?

Soal: Benarkah hadis-hadis tentang Ar-Rayah dan Al-Liwa’ itu lemah? Benarkah hadis-hadis tentang keduanya merupakan rekaan Hizbut Tahrir? Mohon penjelasan!

Jawab:

Jika ada yang menuduh bahwa hadis-hadis tentang Ar-Rayah dan Al-Liwa’ itu lemah, apalagi kemudian menuduh bahwa itu merupakan rekaan Hizbut Tahrir, maka tuduhan itu jelas bukan dari orang yang mengerti hadis; jika tidak boleh disebut bodoh tentang ilmu hadis. Mengapa?

Pertama: Karena terdapat banyak hadis sahih, atau minimal hasan, yang menyebutkan bahwa Rayah (Panji) Rasul itu berwarna hitam dan Liwa’ (Bendera)-nya berwarna putih. Contohnya hadis berikut:

عَنْ ابنِ عَبَّاسِ قَالَ كاَنَتْ رَايَةَ رَسُوْلُ اللَّهِ صل الله عليه وسلم سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ

Ibn ‘Abbas berkata, “Rayah Rasulullah saw. itu berwarna hitam dan Liwa’-nya berwarna putih.” (HR at-Tirmidizi).

Dalam hadis lain dinyatakan:
عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم دَخَلَ مَكَّةَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضُ

Jabir ra. menuturkan bahwa Nabi saw. telah memasuki Kota Makkah, sedangkan Liwa’ [bendera]-nya berwarna putih (HR an-Nasa’i).

Hadis di atas, selain diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan an-Nasa’i, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Baihaqi, at-Thabarani, Ibnu Abi Syibah dan Abu Ya’la. Hadis-hadis ini statusnya sahih. Dengan jelas, dinyatakan bahwa warna Ar-Rayah adalah hitam dan Al-Liwa’ adalah putih. At-Tirmidzi memberikan catatan untuk hadis yang dia riwayatkan, “Ini adalah hadis hasan gharîb dari arah ini, dari hadis Ibn ‘Abbas.”

Hadis-hadis tersebut diriwayatkan oleh banyak kitab hadis. Semuanya berujung pada jalur sahabat Jabir dan Ibnu ‘Abbas ra.

Karena itu mengatakan bahwa panji dan bendera Rasulullah saw. yang dikampanyekan oleh HTI adalah rekaan semata justru merupakan tuduhan bodoh. Bisa karena bodoh tentang hadis-hadis tersebut atau bodoh tentang ilmu hadis. Jika orang tersebut paham hadis dan ilmu hadis, maka tuduhan seperti itu justru menunjukkan pengingkaran orang itu terhadap hadis-hadis tersebut, atau tuduhan palsu kepada Rasulullah saw. Ini tentu lebih parah lagi.

Para ulama pun sudah membahas hal ini ketika menjelaskan hadis-hadis di atas dalam kitab syarah dan takhrij-nya. Sebut saja, seperti ‘Ala’uddin al-Hindi dalam Kanz al-‘Ummâl, al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawa’id, Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, al-Abadi dalam Tuhfah al-Ahwadzi, dan lain-lain.
Selain itu banyak hadis sahih lain yang berbicara terkait dengan Ar-Rayah dan Ar-Liwa, antara lain:

قَالَ النَّبي صلى الله عليه وسلم يَوْمَ خَيْبَرَ (لَأُعْطِيَنَّ الرَّايَة غَدًا  رَجُلاً يُفْتَحُ عَلَى يَدَيْهِ يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ وَيُحِبُّهُ اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ)

Nabi saw. berdabda saat Perang Khaibar, “Sungguh besok aku akan memberikan Rayah [panji] ini kepada seorang kesatria yang melalui kedua tangannya, akan diberi kemenangan. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, juga dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hiban, al-Baihaqi, Abu Dawud Thayalisi, Abu Ya’la, an-Nasa’i, at-Thabarani, dan lain-lain.

Kedua: Memang ada beberapa hadis tentang Ar-Rayah dan Al-Liwa’ dengan status hadis yang dipersoalkan oleh para ulama, seperti hadis dari Harits bin Hassan al-Bakri yang berkata, “Kami telah tiba di Madinah. Ketika itu Rasulullah saw. sedang berada di atas mimbar, sementara Bilal berdiri di depan bbeliau bersandar pada pedang di depan beliau. Si sana ternyata ada beberapa Rayah [panji] yang berwarna hitam. Aku bertanya, ‘Ini panji-panji apa?’ Mereka menjawab, ‘Panji ‘Amru bin al-‘Ash. Dia baru tiba dari peperangan.’” (HR Ahmad).

Mengomentari hadis ini, Syaikh Syu’aib al-Arnauth memberikan catatan, “Isnad-nya lemah, karena ‘Ashim bin Abi Nujud tidak pernah bertemu dengan Harits bin Hassan.”

Demikian juga dengan hadis dari Ibn ‘Abbas yang berkata, “Rayah [panji] Rasulullah saw. berwarna hitam dan Liwa’-nya berwarna putih. Di atasnya tertulis Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasulûlLâh.”
Di sana ada rawi bernama Ahmad bin Muhammad bin al-Hajjaj bin Risydin bin Sa’ad bin Muflih bin Hilal. Dialah yang disebut sebagai tertuduh melakukan pemalsuan.

Ketiga: Terkait hadis-hadis yang di dalamnya ada lafal berikut:

مَكْتُوْبٌ عَلَيْهِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ

“Di atasnya tertulis Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasulûlLâh.

Apakah semuanya berstatus lemah? Nanti dulu. Jika hanya satu hadis dan satu jalur seperti itu kemudian divonis lemah, maka vonis seperti hanya lahir dari orang yang bodoh tentang hadis, atau ilmu hadits. Pasalnya, hadis-hadis seperti ini banyak, tidak hanya satu. Jika ada satu yang lemah, tidak serta-merta semuanya. Ini karena dalam ilmu hadis dikenal syawâhid, yang bisa menguatkan status hadis lain.

Dalam sebuah hadis yang dikeluarkan oleh Abu Syaikh al-Ashbahani dalam kitab Akhlâq an-Nabi saw. dari Ibnu ‘Abbas statusnya jelas sahih. Adapun jalur lain dari Abu Hurairah memang lemah karena ada rawi bernama Muhammad bin Abi Humaid yang dinyatakan munkar oleh al-Bukhari, dinyatakan tidak tsiqah oleh an-Nasa’i, dan tidak ditulis hadisnya oleh  Ibnu Ma’in. Namun, hadis dari jalur Ibnu ‘Abbas, semua rawinya dapat diterima.

Dari semua rawi tersebut yang diperdebatkan adalah Hayyan bin Ubaidillah. Sebagian mengatakan dha’îf karena tafarrud (seperti pendapat Ibnu Ady). Namun, Ibnu Hibban menempatkannya dalam kitabnya, Ats-Tsiqqât; Abu Hatim mengatakan Shadûq; Abu Bakar al-Bazzar mengatakan Masyhur “Laysa bihi Ba’sa”. Karena itu, status Tafarrud-nya Hayyan bin Ubaidillah tidak memadaratkan hadis karena keadaannya tsiqah atau shadâq (lihat: Muqaddimah Ibn Shalah).

Demikian juga ikhtilâth antara nama Hayyan bin Ubaidillah dan Haban bin Yassar  sudah dijelaskan oleh para ulama, seperti dalam Târîkh al-Kabîr, Tahdzîb al-Kamal, Al-Kâmil fî adz-Dhu’afâ’, Mîzan al-I’tidâl, dan lain-lain. Penjelasan terkait dengan tafarrud dan ikhtilâth Hayyan bin Ubaidillah bisa dijelaskan dalam tulisan khusus. Jadi, kesimpulannya, hadis dari Abu Syaikh dari jalur Ibnu Abbas jelas selamat.

Apalagi kalimat Lâ ilâha illalLâh Muhammad RasulûlLâh merupakan ‘alamah (identitas) utama dalam Islam. Kalimat tersebut merupakan kalimat tauhid, yang dinyatakan dalam kesaksian seseorang ketika menjadi Muslim, dan dinyatakan setiap kali shalat.

Jadi, jika ada yang mengatakan, “Secara umum hadis-hadis yang menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas sahih” adalah tuduhan orang yang tidak paham hadis; tidak paham ilmu hadits. Kalaupun paham keduanya, tuduhan itu justru menunjukkan pengingkarannya terhadap hadis, bahkan tuduhan bohong kepada Nabi saw.

Keempat: Soal warna, hadis-hadis sahih menyebutkan bahwa warna Ar-Rayah adalah hitam dan Al-Liwa’ adalah putih sudah jelas. Adapun hadis-hadis yang menyebutkan warna lain seperti kuning dan merah, memang ada, tetapi kualitasnya dha’îf, dan penggunaannya bersifat temporer, tidak terus-menerus.

Hadis riwayat Imam Abu Dawud, yang juga diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Ibnu Adi, menyebutkan bahwa rayah Nabi adalah kuning. Menurut penulis kitab Al-Badr al-Munîr, isnad-nya majhûl [tidak jelas].

Demikian juga hadis yang diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan Abu Nu’aim al-Ashbahani. Hadis ini lemah karena ada rawi bernama Hudu bin Abdullah bin Saad yang dinyatakan tidak tsiqah oleh Ibnu Hibban dan nyaris tidak dikenal menurut adz-Dzahabi.

Demikian juga hadits dalam riwayat ath-Thabarani menyebutkan bahwa warna Rayah Nabi saw. adalah merah. Hadis ini pun lemah karena ada rawi yang tidak dikenal menurut al-Haitsami dan Ibnu Hajar.

Terakhir, hadis riwayat Ibnu Hibban, Ahmad dan Abu Ya’la yang juga menyebutkan Ar-Rayah berwarna merah dan statusnya sahih, kejadiannya bersifat temporer, dan itu pada awal-awal urusan ini ketika pada masa Jahiliah, juga awalnya menggunakan Ar-Rayah warna hitam.
Poin-poin di atas semuanya terkait dengan hadis dan ilmu hadis. Selain itu, menentukan status bendera tersebut ada atau tidak, wajib atau tidak, ini merupakan masalah yang terkait dengan disiplin ilmu lain, yaitu Ushul Fiqih.

Keenam: Dalam kajian Ushul Fiqih, dikenal adanya qarînah, antara lain, bisa disebutqarînah mudâwamah [indikasi penggunaan atau dilakukan terus-menerus]. Sebagai contoh, tartib [urut-urutan] dalam rukun wudhu, shalat, haji dan umrah, misalnya, oleh mazhab Syafii dimasukkan sebagai perkara yang wajib, dan tidak boleh ditinggalkan. Pertanyaannya, dari mana Imam Syafii menetapkan semuanya itu sebagai rukun yang wajib dikerjakan? Jawabannya: dari qarînah mudâwamah. Pasalnya, Nabi saw. tidak pernah berwudhu, shalat, haji dan umrah, kecuali dengan urut-urutan seperti itu. Hal itu dilakukan terus-menerus, tidak pernah diselisihi. Alhasil, tindakan Nabi saw. yang terus-menerus dan tidak pernah menyelisihi itu sudah cukup menjadi qarînah, bahwa status perkara ini wajib.

Jika logika yang sama digunakan dalam kasus Ar-Rayah dan Al-Liwa’ tersebut, maka penggunaan Nabi saw. atas keduanya secara terus-menerus menunjukkan bahwa hukum menggunakan keduanya juga wajib. Kesimpulan ini ditarik dengan menggunakan logika dan kaidah Ushul Fiqih Imam Syafii. Jadi, aneh, kalau ada yang mengklaim sebagai pengikut mazhab Syafii, tetapi menolak hukum Ar-Rayah dan Al-Liwa’ ini.

WalLâhu a’lam. [KH. Hafidz Abdurrahman]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Mahasiswa Mauritania menuntut agar lembaga studi Islam tempat mereka berkuliah tidak ditutup

Polisi Mauritania Rabu kemarin (22/2) menembakkan gas air mata untuk membubarkan para mahasiswa yang melemparkan batu yang menuntut agar lembaga studi Islam tempat mereka berkuliah tidak ditutup.

Sekitar selusin orang terluka dalam bentrokan yang berlangsung selama tiga jam, dan dua lusin mahasiswa ditangkap, kata sumber dari mahasiswa.

Polisi tidak bisa segera dihubungi untuk mengkonfirmasi jatuhnya korban.

Para pengunjuk rasa mahasiswa yang menyerukan agar kampus mereka Institut Tinggi Studi Islam melanjutkan perkuliahan yang telah dihentikan tahun ini.

Para demonstran telah mengadakan aksi duduk di dalam lembaga dan merencanakan sebuah "pawai damai" menentang Departemen Urusan Islam, namun polisi tiba di sana untuk membubarkan demonstran dan bentrokan akhirnya terjadi.

Mauritania, negara padang pasir luas di barat Afrika, dihuni oleh sebagian besar Muslim Sunni.(fq/afp)(eramuslim.com)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Survei: 77 Persen Warga Jakarta Ingin Hukum Syariah

Survei Lembaga Penelitian (lemlit) Universitas Muhammadiyah Dr Hamka (Uhamka) Jakarta, menyimpulkan sebagian besar warga ternyata mengharapkan pelaksanaan hukum syariah. Warga Jakarta yang mengharapkan itu mencapai 77 persen.

“Penelitian ini dilakukan di Jakarta pada 18-29 Juli 2011 dengan partisipan penelitian sebanyak 202 warga muslim Jakarta,” kata juru bicara Tim Survei tentang “Ancaman bagi Ideologi Negara melalui Radikalisme Agama” dari Lemlit Uhamka, Subhan El Hafiz di Jakarta, Selasa (21/2).

Dosen Fakultas Psikologi Uhamka itu mengatakan, survei bahkan menyimpulkan sebagian besar masyarakat mengharapkan adanya negara Islam (76 persen). Menurut dia, hal ini tentu menjadi tantangan besar terhadap ideologi bangsa yang harus dihadapi. Namun demikian, penanganan terhadap isu ini tidak dapat dilakukan dengan kekerasan dan tindakan represif serta kekhawatiran yang berlebihan terhadap konflik antaragama.

Hal ini dikarenakan, penelitian lebih jauh terhadap fakta di atas menunjukkan bahwa 55 persen partisipan mengatakan pemerintah saat ini sudah cukup baik atau adil terhadap agama-agama yang ada di Indonesia.

Selain itu hanya 12 persen yang mengaitkan pelaksanaan syariah dalam konteks hukum. Sedangkan sebagian besar (51 persen) mengkaitkan syariah dalam konteks pedoman moral, membela keadilan, dan meningkatkan kesejahteraan.

Dengan demikian, lanjut dia, perlu diwaspadai pengkristalan terhadap isu syariah yang kemudian bisa muncul dalam gerakan radikalisme agama. “Kewaspadaan terhadap mulai munculnya radikalisme agama yang terlihat dalam penelitian ini diwakili oleh 12 persen masyarakat yang menginginkan pelaksanaan hukum Islam dalam konteks formalisasi hukum Islam ke dalam hukum positif,” ujarnya.

Jika ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah terus berlanjut, maka bukan tidak mungkin angka ini akan terus meningkat hingga mencapai jumlah yang cukup signifikan untuk terjadinya revolusi dalam rangka mengganti ideologi negara.

Jika dikaitkan dengan ideologi, tingginya harapan masyarakat terhadap pelaksanaan syariah dan negara Islam harus dilihat sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah saat ini. Agama dijadikan dasar untuk mengubah negara karena keyakinan yang besar umat beragama bahwa agama akan mampu menyelesaikan masalah kenegaraan.

Hal yang sama dapat dilihat pada daerah tapal batas Indonesia yang mengekspresikan kekecewaan pada pemerintah melalui perlawanan bersenjata, isu negara merdeka, atau bergabung dengan negara tetangga.

Namun pada daerah yang berada di area tengah kekecewaan terhadap pemerintah diekspresikan melalui harapan terhadap perubahan bentuk dan ideologi negara yang sesuai dengan agama.

Tiap partisipan penelitian yang diwawancarai melalui wawancara tatap muka ini dipilih dari kelurahan yang berbeda di Jakarta. Jumlah partisipan tiap kecamatan disesuaikan dengan jumlah kelurahan pada masing-masing kecamatan tersebut. (metrotvnews.com, 21/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tragedi 9/11 Justru Membuat Islam Makin Kuat

Tragedi serangan menara kembar WTC di AS pada 11 September 2001 justru mendorong Islam berkembang pesat di seantero dunia. “Tragedi WTC justru membuat orang penasaran sehingga banyak orang yang mulai mencari Alquran dan mempelajari Islam,” kata dosen Universitas Paramadina Jakarta, Doktor Syafiq Assegaf, dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar Yayasan at-Tathir.

Dalam acara yang juga dihadiri para ulama di Surabaya dan pembicara lain Dr Umar Shihab (Jakarta) itu, dia menjelaskan bahwa perkembangan pesat Islam itu terlihat di Amerika dan sejumlah negara di Eropa. “Di Amerika sekarang, setiap tahun ada sekitar 20.000 orang yang masuk Islam, sedangkan di Eropa juga sama. Awalnya, mereka penasaran dengan Islam yang dikait-kaitkan dengan terorisme, tapi akhirnya justru tertarik dengan Islam,” katanya. (republika.co.id, 18/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Pendeta Inggris: Islam Politik Akan Melemahkan Pengaruh Amerika

Pendeta Inggris terkenal, Stephen Caesar-yang dikenal sebagai pendukung masalah Palestina-menegaskan bahwa revolusi musim semi Arab di Mesir dan kawasan Arab, serta terjadinya eskalasi kekuatan Islam politik tidak diragukan lagi akan menambah terisolasinya “Israel” dan lemahnya pengaruh Amerika di wilayah tersebut.

Pendeta Inggris itu mengungkapkan keyakinannya bahwa periode ini tengah membutuhkan untuk pembuat perdamaian nyata, dengan ketentuan bahwa perdamaian itu berdasarkan keadilan, pengembalian hak-hak, dan menghapus kezaliman.

Pernyataan itu disampaikan pada saat seminar yang diselenggarakan oleh Gereja Episkopal di Mesir pada hari Kamis (16/2), dan dimoderatori oleh Dr Mounir Hanna Anis Uskup Besar Gereja di Mesir dan Afrika Utara, serta dihadiri oleh Dr Ali as-Silmi Ketua Komisi Dialog dari Dewan Tertinggi Urusan Islam, dan sejumlah tokoh media dan agama.

Pendeta-yang memimpin asosiasi untuk menolak pembongkaran rumah warga Palestina itu-mengatakan: “Pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina bisa berakhir sebagaimana berakhirnya kebijakan apartheid di Afrika Selatan. Dan itu semua tidak akan pernah tercapai kecuali melalui tekanan internasional yang besar oleh negara-negara yang mencintai perdamaian, dan mempercayai keadilan bagi persoalan Palestina.”

Ia menambahkan: “Apa yang disebut dengan kekuatan “Kristen” Zionis, maka itu tidak mewakili “orang Kristen” di dunia. Namun mereka adalah sebuah kekuatan dengan keyakinan khusus yang terkait keyakinan-keyakinan dan interpretasi-interpretasi agama yang tidak mewakili semua “orang Kristen”. Tetapi ia merupakan kekuatan yang dominan di Amerika Serikat, dan mewakili 25% dari “orang Kristen” di Amerika, serta tidak mewakili lebih dari 5% dari “orang Kristen” di dunia.”

Pendeta Stephen Caesar itu menambahkan: “Sayangnya, banyak lembaga Zionisme di Amerika yang mendukung pembangunan pemukiman Yahudi, dan berusaha untuk melakukan Yahudisasi al-Quds, serta menghapus eksistensi bangsa Arab. Ia juga meramalkan bahwa kekuatan ini dalam waktu dekat akan menghadapi antara Amerika dan “Israel” di satu sisi dan Iran di sisi lain. Bahkan kekuatan ini berusaha mempercepat terjadinya bentrokan dengan keyakinan bahwa itu akan menjadi pembuka datangnya Kristus yang kedua kalinya dan terjadinya kiamat.”

Pendeta Caesar mengatakan: “Konflik Arab dengan “Israel” adalah konflik panjang dan menyakitkan. Sehingga hal itu berdampak pada terjadinya ketegangan dalam hubungan Islam, Kristen dan Yudai di dunia. Bahkan “Kristen” di Palestina paling menderita dibanding “Kristen” Zionis. Dan di sana ada migrasi secara luas dari “Kristen” Palestina ke luar, dan mengosongkan wilayah itu dari keanekaragaman budaya.”

Ia menambahkan: “Kristen” Zionis memiliki keyakinan yang salah bahwa “Israel” saat ini adalah “Israel” yang disebut dalam Alkitab. Dalam hal ini, kami tidak menyalahkan lobi Yahudi Amerika terhadap kekuatan ini. Yahudi yang jumlah tidak lebih dari 5 juta jiwa benar-benar telah berhasil mendapatkan dukungan dari 50 juta “Kristen” Amerika yang telah menyakini sejumlah keyakinan Yahudi.

Pendeta Inggris ini menegaskan kebohongan sebuah perkataan (firman) bahwa “Orang Yahudi adalah umat pilihan Allah”. Ia menekankan bahwa yang benar, mereka adalah “kaum yang pertama beriman kepada Allah, dan Allah ingin mereka menjadi sebuah mercusuar di tengah dunia yang didominasi oleh paganisme. Namun perkataan (firman) ini berakhir dengan datangnya risalah-risalah langit berikutnya.

Ia mengingatkan bahwa usaha mereka untuk mejadikan al-Qurs (Yerusalem) sebagai ibukota bagi negara “Israel” dan pembangunan kembali Haikal Sulaiman akan menuai kegagalan. Ia mengatakan bahwa dalam hal ini, “Israel” berusaha untuk mewujudkan 3 hal yang saling bertentangan secara bersamaan, di mana ketiga hal itu tidak mungkin dipertemukan, yaitu mendirikan sebuah negara yang kuat, mewujudkan demokrasi, dan tetap melanjutkan kebijakan pembangunan pemukiman serta pendudukan. Sehingga “Israel” harus membuang demokrasi atau pembangunan pemukiman, jika tidak, maka mustahil mempertemukan keduanya (islammemo.cc, 16/2/2012).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Warga Yaman Serukan Kebangkitan Islam, Kecam Kapitalisme

Sebuah pesan yang jelas bergemuruh di jalanan kota Sanaa setelah sholat Jumat, saat puluhan ribu demonstran Yaman menyatakan bahwa revolusi mereka akan terus berlanjut, bahkan setelah pemilu pada 21 Februari mendatang.

Para pengunjuk rasa pada hari Jumat (10/2) meneriakkan revolusi mereka akan terus berlanjut, hingga orang-orang Yaman yakin terhadap semua tuntutan mereka.

Ketika ditanya tentang pemilu tanggal 21 Februari mendatang, beberapa demonstran memuji itu, dengan alasan bahwa itu akan menjadi strategi politik untuk mengakhiri 33 tahun kekuasaan Ali Saleh. Namun banyak demontran mengatakan mereka akan menolaknya sebagaimana mereka menolak inisiatif GCC yang telah disepakati tahun lalu di Riyadh.

Para pengunjuk rasa juga menyatakan bahwa pemilu presiden mendatang adalah rencana para kapitalis yang bertujuan untuk memalingkan tuntutan rakyat Yaman yang sebenarnya.

Para demonstran ini mengatakan bahwa kapitalisme dan komunisme telah gagal, dan bahwa sekarang adalah waktu untuk kebangkitan Islam.

Menurut inisiatif kesepakatan perdamaian yang ditandatangani oleh anggota oposisi dan pejabat rezim, Mansour Hadi akan memikul kepemimpinan pada pemilu 21 Februari mendatang dan akan memimpin urusan negara selama dua tahun dengan bantuan pemerintah rekonsiliasi.

Pemilu adalah momen dimana semua warga Yaman berkumpul bersama untuk memilih calon presiden. Namun dalam pemilihan ini, warga Yaman tidak akan memiliki banyak pilihan, karena Mansour Hadi merupakan satu-satunya calon yang akan menjadi Presiden Yaman berikutnya. Banyak orang telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pemilu, dan akan terus turun ke jalan untuk menyerukan jatuhnya kapitalisme dan kebangkitan Islam. (mediaumat.com, 12/2/2012)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Para Pemimpin Islam Moderat Lebih Menyakini Demokrasi Daripada Islam

Para pemimpin “Islam moderat” yang menggantungkan kekuasaan di punggung demokrasi memperlihatkan betapa senangnya mereka dalam permainan demokratis. Mereka sangat antusias memperlihatkan hal itu di depan Barat dengan tampilan sebagai para sekuler, yang menampakkan bahwa mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengan Islam.
Pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos yang diselenggarakan di Swiss pekan lalu, Perdana Menteri Tunisia Hamadi Jebali memimpin delegasi Tunisia di Forum tersebut. Bahkan dalam kesempatan itu ia tampil seakan pemimpin liberalis Barat. Sehingga dunia Barat sangat puas dengan orientasi negara Tunisia yang demokratis. Ia menyerukan investasi untuk pariwisata melalui peran para pemandu wisata, serta memberikan jaminan kepada Barat dengan segala orientasi kecuali orientasi Islam. Ia pun mengemis pada perusahaan dan pengusaha asing untuk berinvestasi di negara yang disebutnya negara demokratis Tunisia.

Bahkan ia menegaskan bahwa rezim baru di Tunisia melepas dari semua hubungan dengan Islam, sekalipu  hanya sekedar nama. Ia berkata: “Saya tidak ingin menyebut sistem yang baru dengan nama Islam politik. Kita harus hati-hati dalam memilih istilah.”

Ia menambahkan: “Kami sangat mengandalkan dukungan teman-teman kami di Eropa dan Amerika Serikat . Ingat, Tunisia adalah negara yang terbuka untuk semua negara tetangga, khususnya negara-negara Eropa.”

Begitu pula orang-orang seperti Abdullah bin Kiran Perdana Menteri Maroko, Abdul Mun’im Abul Futuh calon presiden Mesir dan Amr Khalid yang lebih bangga mempromosikan demokrasi dari pada Islam. Masing-masing mereka menunjukkan di Davos tentang sejauh mana keyakinan mereka pada demokrasi, dan ketidakpercayaan mereka pada Islam (al-aqsa.org, 5/2/2012).

Perumpamaan bagi mereka Pemimpin Islam Moderat yang Lebih Menyakini Demokrasi Daripada Islam yaitu seperti: "Orang yang lebih menyukai minum Racun daripada Minum Madu".

tidakkah mereka membaca pesan Alloh kepada manusia, Allah SWT berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) mana yang lebih baik daripada (hukum) Allah? Bagi orang-orang yang meyakini?” (Al Maidah: 50).
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Hukum Islam tentang Rokok dan rincian Fakta Rokok

inilah 3 pendapat khilafiyah tentang hukum rokok:
Pertama, haram. Antara lain pendapat Muhammad bin Abdul Wahab, Abdul Aziz bin Baz, Yusuf Qaradhawi, Sayyid Sabiq, dan Mahmud Syaltut.

Kedua, makruh. Antara lain pendapat Ibnu Abidin, Asy-Syarwani, Abu Sa’ud, dan Luknawi.

Ketiga, mubah. Antara lain pendapat Syaukani, Taqiyuddin Nabhani, Abdul Ghani Nablusi, Ibnu Abidin, dan pengarang Ad-Durrul Mukhtar. (Wizarat al-Awqaf Al-Kuwaitiyah, al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, Juz 10, Bab "At-Tabghu"; Abdul Karim Nashr, Ad-Dukhan Ahkamuhu wa Adhraruhu, hal. 23; Ali Abdul Hamid, Hukm ad-Din fi al-Lihyah wa At-Tadkhin, hal. 42).

Menurut kami, pendapat yang rajih (kuat) adalah yang memubahkan, kecuali bagi individu tertentu yang mengalami dharar (bahaya) tertentu, maka hukumnya menjadi haram bagi mereka.

Rokok hukum asalnya mubah, karena rokok termasuk benda (al-asy-ya`) yang dapat dihukumi kaidah fiqih Al-ashlu fi al-asy-ya` al-ibahah maa lam yarid dalil at-tahrim (hukum asal benda mubah selama tak ada dalil yang mengharamkan). (Ibnu Hajar ‘Asqalani, Fathul Bari, 20/341; Suyuthi, Al-Asybah wa An-Nazhair, hal. 60; Syaukani, Nailul Authar, 12/443). Maka rokok mubah karena tak ada dalil khusus yang mengharamkan tembakau (at-tabghu; at-tanbak).

Namun bagi orang tertentu, rokok menjadi haram jika menimbulkan dharar (bahaya) tertentu, sedang rokok itu sendiri tetap mubah bagi selain mereka. Dalilnya kaidah fiqih Kullu fardin min afrad al-amr al-mubah idza kaana dhaarran aw mu`addiyan ilaa dhararin hurrima dzalika al-fardu wa zhalla al-amru mubahan (Setiap kasus dari sesuatu (benda/perbuatan) yang mubah, jika berbahaya atau mengantarkan pada bahaya, maka kasus itu saja yang diharamkan, sedangkan sesuatu itu tetap mubah). (Taqiyuddin Nabhani, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyah, 3/457). Berdasarkan ini, rokok haram hanya bagi individu tertentu yang terkena bahaya tertentu, semisal kanker jantung atau paru-paru. Namun tak berarti rokok lalu haram seluruhnya, tetapi tetap mubah bagi selain mereka.

Kriteria bahaya yang menjadikan rokok haram ada 2 (dua).

Pertama, jika mengakibatkan kematian atau dikhawatirkan mengakibatkan kematian. Bahaya semacam ini haram karena termasuk bunuh diri (QS An-Nisaa` : 29).

Kedua, jika mengakibatkan seseorang tak mampu melaksanakan berbagai kewajiban, semisal bekerja, belajar, sholat, haji, jihad, berdakwah, dll. Bahaya ini diharamkan berdasar kaidah fiqih al-wasilah ila al-haram haram (Segala perantaraan yang mengantarkan pada yang haram, hukumnya haram). (M. Husain Abdullah, Mafahim Islamiyah, 2/155).

Jika bahaya belum sampai pada kriteria di atas, maka rokok tetap mubah. Namun lebih baik meninggalkan rokok. Sebab merokok (tadkhin) dalam kondisi ini (tak menimbulkan kematian atau meninggalkan yang wajib), adalah tindakan menimbulkan bahaya pada diri sendiri yang hukumnya makruh.

Dalilnya, Nabi SAW pernah ditanya tentang seorang lelaki yang bernadzar akan berdiri di terik matahari, dan tidak akan duduk, berbuka pada siang hari (berpuasa), berteduh, dan berbicara. Nabi SAW bersabda,"Perintahkan ia untuk berteduh, berbicara, dan duduk, namun ia boleh menyempurnakan puasanya." (HR Bukhari). Dalil ini menunjukkan larangan menimbulkan bahaya pada diri sendiri. Namun karena larangan ini tidak tegas (jazim), maka hukumnya makruh, bukan haram. (M. Husain Abdullah, ibid, 2/147). Wallahu a’lam.
[Muhammad Shiddiq Al-Jawi, Yogyakarta, 27 Maret 2010]

begitulah penjelasan tentang Hukum Rokok secara Syariat. sekarang anda bisa memilih, mana pendapat yang akan anda ambil sesuai kecondongan anda dan saya juga akan memberikan beberapa analisis ilmiyah kepada anda agar bisa membantu anda untuk lebih bijak dalam mempertimbangkan pilihan tanpa merubah apa-apa yang telah para ahli fiqh gali tentang hal ini.

 
kanker paru akibat rokok
YANG ANDA HISAP DARI ROKOK !

Tidak ada yang bagus dari rokok, karena nyaris semuanya berisikan racun. Tercatat ada 4000 jenis racun kimia dan 40 diantaranya adalah carcinogen (zat agen pemicu kanker). Berikut ini adalah beberapa diantaranya.


CARCINOGENS :
• 4-amino biphenyl
• Acrylonitrile
• Nitrosamines
• Crysenes
• Aluminium
• Acetaldehyde
• Arsenic (racun yang bertanggung jawab atas kematian Munir sang aktifis itu)
• Chromium
• N-nitrosocotinine
• N-nitrosoanatabine
• N-nitroso anabasine
• 1,3-butadiene
• Benzene
• Tar
• Cadmium
• Formaldehyde (cairan pengawet)
• Benzo (a) pyrene
• Polonium 210 (zat serupa dengan zat buangan limbah nuklir)
• Nickel
• Silicon
• P.A.H.s
• Diberiz Acidine
• B-Napthylamine
• Urethane
• N. Nitrosonornicotene
• Toluidine


JENIS METAL :
• Lead
• Sliver
• Gold
• Magnesium
• Aluminum
• Mercury
• Silicon
• Silver
• Copper
• Titanium


BEBERAPA DARI 4000 ZAT TERSEBUT :
• Acetaldehyde
• Acetic Acid
• Acetone
• Acetylene
• Acrolein
• Acrylonitrile
• Aluminum
• Aminobiphenyl
• Ammonia
• Anabasine
• Anatabine
• Aniline
• Anthracenes
• Argon
• Arsenic
• Benz(a)anthracene
• Benzene
• Benzo(a)pyrene
• Benzo(b)fluoranthene
• Benzo(j)fluoranthene
• Butadiene
• Butane
• Cadmium
• Campesterol
• Carbon Monoxide
• Carbon Sulfide
• Catechol
• Chromium
• Chrysene
• Crotonaldehyde
• Cyclotenes
• DDT/Dieldrin
• Dibenz(a,h)acridine
• Dibenz(a,h)anthracene
• Dibenz(a,j)acridine
• Dibenzo(a,l)pyrene
• Dibenzo(c,g)carbazole
• Dimenthylhydrazine
• Ethanol
• Ethylcarbamate
• Fluoranthenes
• Fluorenes
• Formic Acid
• Furan
• Glycerol
• Hexamine
• Hydrazine
• Hydrogen cyanide (jenis gas yang dipakai Nazi saat hukuman mati di kamar gas)
• Hydrogen sulphide
• Indeno(1,2,3-c,d)pyrene
• Indole
• Isoprene
• Limonine
• Linoleic Acid
• Linolenic Acid
• Magnesium
• Methane
• Methanol
• Methyl formate
• Methylamineethylchrysene
• Methylamine
• Methylnitrosamino
• Methylpyrrolidine

Nikotin, inilah jenis drug yang paling populer di dunia saat ini. Kita akan coba mengulasnya secara berimbang.

KIMIA

Nikton punya sifat stimulan, dan punya struktur kimia yang beda dengan phenylethylamines seperti amphetamine dan ephedrine. Berbeda dengan kedua zat terakhir tersebut, nikotin tersusun atas cincin pyridine yang membentuk jadi sebuah cincin pyrrolidine. Ada 2 stereoisomers, dimana nikotin menjadi isomer yang paling aktif dan paling berpengaruh terhadap receptor nicotinic acetylcholine (nAChr). Karena nikotin aslinya sangat lemah, maka ia butuh lingkungan yang sifatnya alkaline untuk masuk ke sel membran.

Tidak heran jika perusahaan rokok memakai campuran ammonia untuk mendongkrak penjualan rokok (dan ini masih jadi kontroversi hingga kini). Hebatnya, nikotin punya kesamaan dengan molekul acetylcholine (ACh) dan karena ACh sifatnya fleksibel, maka ia bisa disusun agar menyerupai nikotin. Pyridine nitrogen dari nitrogen, dan keto oxygen dari ACh, keduanya menjadi donor elektron, dimana elektron positif pada pyrrolidine nitrogen dari nikotin itu sama dengan nitrogen pada ACh. Semuanya jadi semakin jelas jika anda lihat model komputer kedua zat itu, dimana keduanya bisa di tumpang tindihkan secara pas.


FARMAKOLOGI

Walau nikotin punya efek farmasi terhadap berbagai sistim receptor, tapi fungsi utama aktifitas nikotin terjadi via receptor nicotinic acetylcholine (nAChr’s). Receptor ini terbagi menjadi sub-unit : alpha2-alpha7 dan beta2-beta4. Nikotin mengikatkan dirinya pada sub-unit yang paling banyak mengandung alpha4beta2. Kekuatan proses penggabungannya 13 kali lebih hebat ketimbang ACh itu sendiri.

Sub unit alpha4beta2 bertanggung jawab atas efek negatif sampingan nikotin (termasuk kecanduannya) pada manusia. Ingat, kekuatannya 13 kalinya ACh, jadi nikotin layak dimasukkan dalam kategori obat keras. Juga ada sub tipe lain yang juga bertanggung jawab atas efek negatif nikotin ini, terutama alpha6 dan beta3 yang bisa membuat nikotin menjadi sensitif dan membuat pemakainya jadi kecanduan, dan alpha7 nikotin yang memberi rasa relaks dan lega pada pemakainya. Tapi ceritanya tidak sampai disini saja, tidak semua efek negatif itu terjadi karena sub tipe nAChr saja, tapi ada serangkaian proses yang bereaksi sekali sub tipe tertentu telah terrbentuk, termasuk didalamnya efek nikotin terhadap sistim neurotransmitter.

DOPAMINE

Neuron dopamine di area ventral tegmental dan substantia nigra memiliki nAChr's (terutama sub unit alpha4beta2 dan alpha3beta2) yang ada di jaringan syaraf membran mereka; saat receptor tersebut terstimulasi, maka dopamine di produksi. Glutamate yang bertugas mencari nikotin dalam tubuh, dilepaskan dan bisa mempercepat sekresi dopamine berkat adanya receptor NMDA pada terminal dopamine. Terlepas dari besarnya dopamine yang diproduksi, banjirnya dopamine di area otak seperti nucleus accumbens secara ketat dikendalikan oleh sistim pengasupan dopamine.

Guna mengatasi masalah itu, dibutuhkan pemblokir sistim pengasupan dopamine guna menekan aksi dopaminergic pada nikotin. Tanpa pemblokir sekalipun, pemakaian berlebih nikotin itu sendiri juga bisa membanjiri otak dengan dopamine, dan receptor NMDA akan kian memperparah efek kecanduan pada anda. Mekanisme kecanduan juga bisa terjadi via upregulasi nikotin pada receptor mRNA D1, D2, dan D3.

Mekanisme ketiga (dimana pelepasan dopamine diperkuat lagi oleh pemakaian nikotin berlebih dan rutin) adalah melalui peningkatan aktifitas tyrosine hydoxylase. Nikotin meningkatkan tyrosine hydroxylase mRNA dalam otak, sama halnya dengan protein tyrosine hydroxylase yang ada saat ini. Mengingat tyrosine hydroxylase menjadi faktor yang membatasi konversi L-tyrosine menjadi dopamine, maka nikotin semakin giat dalam proses pembuatan dopamine, asalkan asupan L-tyrosine memadai. Apalagi jika L-tyrosine dan nikotin dikonsumsi bersamaan ke limposit manusia, maka terjadilah proses pembuatan L-Dopa dan norepinephrine.

Monoamine Oxidase tipe B (MAO-B) adalah enzim yang bisa menurunkan kadar dopamine. Asap rokok punya kemampuan menekan MAO-B dan prosesnya permanen. Konsentrasi nikotin berbanding terbalik dengan kadar MAO-B. Nikotin sendiri bukanlah musuh MAO-B, tapi efek nikotin terhadap pelepasan dopamine itulah penyebabnya kenapa rokok sangat digemari saat ini, dan kemampuannya mengubah komposisi fisik pemakainya. Agar seseorang bisa memanfaatkan aksi dopaminergic nikotin tanpa merokok, ia harus mengkonsumsi l-deprenyl (pemblokir MAO-B). Karena l-deprenyl mampu memblokir sistim pengasupan dopamine, maka l-deprenyl akan menggandakan aksi efek mekanisme nikotin terhadap dopamine.

NORADRENALINE

Nikotin memicu produksi noradrenaline dengan mengikatkan dirinya pada nAChr's pada neurons noradrenergic neurons. Pemakaian nikotin secara menahun akan memperkuat efeknya terhadap pelepasan NA via meningkatnya aktifitas tyrosine hydroxylase. Mekanisme tak langsung dimana nikotin melepaskan NA, adalah via sekresi GABA. Sepintas kelihatannya tak masuk akal, karena GABA adalah pemblokir neurotransmitter. Entah kenapa, oleh mekanisme yang tidak berhasil diidentifikasikan para ahli hingga kini, aktivasi receptor GABA-A memicu pelepasan NA. Efek nikotin pada GABA akan dibahas nanti.

Dengan asupan nikotin berlebih dan menahun, banjirnya NA berakhir, membuka kemungkinan terjadi penurunan kekuatan receptor. Yang menarik, fenomena ini justru memperkuat efek kecanduan nikotin. Mengingat pelepasan NA adalah unsur yang terjadi akibat stress, tertundanya fenomena pembanjiran NA selama kondisi stress sekali lagi menjelaskan kenapa seseorang merasa tenang dan relaks saat merokok.


SEROTONIN

Nikotin meningkatkan pelepasan serotonin di berbagai bagian di otak, dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan catecholamines. Ada bukti yang mengarah pada petunjuk dimana neuron serotonergic mempengaruhi nAChr's. Nikotin menyebabkan pelepasan 5-HT, ini dikaitkan dengan stimulasi receptor nicotinic yang ada di dorsal raphe nucleus, dan stimulasi itu menjadi penyebab langsung atas efek kecanduan nikotin.

Pelepasan serotonin itu dikendalikan oleh beberapa interaksi antara serotonergic dengan nicotinic. Salah satu contohnya adalah kala stimulasi terhadap receptor nicotinic yang memicu pelepasan 5-HT, stimulasi pada receptor 5-HT1A akan memblokir pelepasan ACh. Nikotin juga mempertebal serotonin transporter sebagai bagian dari reaksi pemblokiran atas naiknya 5-HT.

Mungkin terpikirkan oleh anda untuk menambahkan SSRI sebagai bagian dari terapi membebaskan diri dari kecanduan nikotin. Tidak semudah itu; efek stimulan candu nikotin dalam tubuh sudah diblokir oleh peningkatan kadar 5-HT oleh SSRI citalopram, atau lebih dikenal dengan sebutan Celexa. Pembuatan tryptophan hydroxylase dan serotonin sudah di percepat oleh nikotin. Inilah mekanisme yang menjelaskan kenapa nikotin menurunkan nafsu makan dan menurunkan berat badan pemakainya.


GABA

Bagi yang pernah kuliah kedokteran pasti tahu istilah D.A.R.E ("Drugs Are Really Expensive") dan tahu persis jika nikotin masuk dalam kategori stimulan, kategori yang sama dengan narkoba sekelas pil ekstasi. Ini berlawanan dengan fakta dimana banyak perokok melaporkan mereka mereka tenang/relaks saat merokok. Jadi mana yang benar? Apakah rokok itu stimulan atau relaxant ? Tadi kita suda bahas 2 mekanisme yang menjelaskan efek candu nikotin: yaitu dengan cara melemahkan noradrenergic saat bereaksi terhadap stress, dan dengan cara menaikkan pelepasan serotonin. Mekanisme ketiga adalah GABAergic yang terjadi secara alami.

Neurons GABAergic memicu nAChr's, dan saat dirangsang oleh nikotin, maka itu akan menaikkan pelepasan GABA. Nikotin juga memperlemah receptor GABA-B1, yang berfungsi sebagai mekanism pemblokir terhadap pelepasan GABA guna menekan umpan balik negatifnya.

LEPTIN DAN NEUROPEPTIDE Y

Bukti soal meningkatnya aktifitas dopaminergic dan serotonergic sudah menjelaskan banyak efek nikotin terhadap turunnya berat badan dan nafsu makan. Tapi pembahasan itu tak akan lengkap jika tidak menyinggung regulator nafsu makan leptin dan neuropeptide Y (NPY).

Intinya nikotin menaikkan kadar leptin, menurunkan kadar neuropeptide Y, dan berujung pada turunnya nafsu makan dan berat badan. Sayangnya, efek nikotin terhadap kedua hormon tersebut masih simpang siur, dan kerap terjadi konflik. Beberapa penelitian sudah membuktikkan jika perokok punya kadar leptin rendah ketimbang non perokok, tapi beberapa penelitian lainnya malah menunjukkan nikotin menaikkan konsentrasi leptin. Pada perokok yang kebetulan berbadan gemuk, nikotin bisa menurunkan berat badan, terlepas dari efeknya terhadap kadar leptin. Kontradiksi tersebut sedikit mereda saat para ahli menerima konsesi jika nikotin tidak mengatur kadar leptin, tapi bisa menaikkan aktifitas receptor leptin dan kekuatannya.

Ketidakjelasan serupa juga terjadi soal efek nikotin terhadap NPY. Ada yang bilang nikotin menaikkan aktifitas NPY di hypothalamus, tapi ada juga yang bilang sebaliknya (menurunkan). Kesimpangsiuran itu bisa disederhanakan asalkan kita mau menelaah kondisi environment labtest yang terjadi pada tiap penelitian itu. Aktifitas NPY menurun karena subyek penelitian sengaja dikondisikan dalam keadaan lapar dan diberikan nikotin dosis tinggi (12mg/kg). NPY menaik kala subyek penelitian diberikan nikotin dosis rendah (2-6mg/kg). Menariknya, terlepas dari skenario diatas, efek anorectic masih mendominasi.


STEROIDOGENESIS

Dari sudut pandang hormon, nikotin menarik perhatian para atlit pria karena ia bisa menurunkan kadar estrogen dengan memblokir enzim aromatase. Ini mengingatkan kita pada drug anti estrogen yang biasa dipakai pemakai steroid kala mendapatkan efek samping negatifnya. Nikotin memblokir 3 alpha-hydroxysteroid dehydrogenase, mencegah metabolisme DHT menjadi bentuk androgen yang lemah. Ini kabar bagus bagi mereka yang memiliki DHT berlebih, karena dengan nikotin mereka bisa melawan efek negatif DHT yang berujung pada penyakit prostat dan kerontokan rambut.

Malangnya, selain enzim pemblokiran tadi, nikotin dan proses metabolisme juga memicu serangkaian proses lainnya yang berdampak negatif pada steroidogenesis. Baik nikotin dan cotinine bisa menurunkan produksi testosterone dalam sel leydig. Penurunan itu terjadi karena efek nikotin yang meningkatkan pelepsan ACTH, yang berlanjut pada meningkatnya sirkulasi corticosteroids, yang dikenal mempengaruhi pembuatan hormon steroid seks. Jadi mereka yang gemar merokok (memakai nikotin) dengan tujuan memblokir aromatase musti sadar akan efeknya terhadap steroidogenesis.

NACHR : PELEMAHAN ATAU PENINGKATAN REGULASI?

Kebanyakan dalam sistim neurotransmitter, jika seseorang diberikan zat yang sifatnya kimiawi, maka akan menyebabkan menurunnya kekuatan receptor (menjadi kebal). Ini tidak mengherankan karena tubuh manusia cenderung bersifat homeostatis. Receptor nicotinic juga tak terkecuali dalam kasus ini, bahkan jika seseorang diberikan nikotin sehari saja, itu sudah cukup melemahkan receptor bersangkutan.

Jika seseorang terkena nikotin secara kronis, maka receptor nicotinic, terutama sub tipe alpha4beta2, mengalami “peningkatan regulasi fungsional.” Kemudian jumlah receptor berdaya pengikat (terhadap nikotin) kuat dan yang lemah mengalami peningkatan, menyebabkan peningkatan transmisi sinaptik neurotransmitter. Peningkatan regulasi itu menjelaskan efek nikotin terhadap penurunan berat badan dan kualitas kecanduannya.


MEKANISME KECANDUAN NIKOTIN

Dinegara berkembang, diperkirakan pemakaian tembakau sudah menjadi penyebab utama kematian dini. Ironisnya, statistik tersebut diumumkan oleh negara berkembang itu sendiri. Masyarakat terus menerus mendapatkan peringatan soal bahaya merokok. Tapi apa hasilnya? Kehebatan sifat tembakau dan nikotin dalam menguasai unsur kimia syaraf manusia sudah cukup untuk mengabaikan kampanye anti rokok. Apa yang tengah terjadi dengan semua itu ?

Peningkatan aktifitas dopaminergic dianggap sebagai penyebab tunggal sebagai akibat pemakaian drug aditif nikotin ini. Saat transmisi dopamine dihambat, maka manusia tak akan lagi mencari-cari drug aditif seperti kesetanan, termasuk nikotin. Sudah kita bahas sebelumnya, jika nikotin tak hanya menyebabkan pelepasan dopamine, tapi juga meningkatkan konsentrasi berbagai receptor dopamine dan menjadi penyebab pelepasan glutamate, memperkuat reaksi dopaminergic seiring berjalannya waktu. Ditambah lagi dengan peningkatan regulasi fungsional, maka lengkaplah sudah lingkaran setan efek kecanduan nikotin bagi pemakainya.

Mari kita lupakan soal dopamine untuk sejenak saja. Saat ini yang paling terlupakan adalah peranan serotonin dalam fenomena kecanduan drug, termasuk nikotin. Serotonin sangat terlibat dalam kemampuan manusia untuk merasa puas dan pengendalian dorongan emosi dan perilaku. Jika sampai kekurangan kadar serotonin, bisa menyebabkan seseorang gampang bertindak apa saja tanpa pertimbangan matang, juga cenderung mencari jalan pintas demi memuaskan hasratnya. Nikotin bisa menyebabkan pergeseran kekuatan semacam itu, dengan cara meningkatkan fungsi dopamine dan menurunkan fungsi serotonin secara bersamaan. Di bagian frontocortio dan limbic pada otak manusia, pemberian nikotin secara kronis menyebabkan naiknya kadar dopamine dan turunnya kadar serotonin.

Masih berkaitan dengan perilaku impulsif (berbuat tanpa berpikir) adalah efek nikotin terhadap sistim GABA, yang berujung pada hilangnya batasan moral seseorang, efek ini sama persis dengan peminum alkohol. Kebanyakan wanita PSK dan pria yang suka dugem dan akrab dengan kehidupan malam, mereka adalah perokok dan/atau peminum. Kebetulan?

Dalam konteks “hilangnya batasan moral” – itu berarti sekalipun anda sudah tahu tidak boleh merokok, anda tetap saja meraih rokok dan menyalakannya. Intinya adalah nikotin sangat kuat sifat candunya, karena secara efektif nikotin mengaktifkan dopamine pada otak manusia, terutama bagian yang memberi rasa puas, sekaligus melemahkan kemampuan pengambilan keputusan dalam otak, via aktifitas nikotin pada 5-HT dan GABA.

Mengingat efek kecanduan nikotin bersifat dinamis (bekerja pada lebih dari satu sistim receptor), maka terapi penyembuhan nikotin otomatis menjadi sangat kompleks. Terapi SSRI itu sendiri tidak banyak membantu, tapi jika dipakai bersama transdermal nikotin, mungkin masih ada harapan. Kemudian ada lagi solusi lain dengan menyuntikkan obat tertentu untuk mengakhiri kecanduan nikotin – biasanya dengan memakai dopaminergics yang efektif dan sudah terbukti, seperti bupropion dan/atau deprenyl bersama dengan SSRI.

RACUN,  EFEKNYA TERHADAP SYARAF

Ada 2 konsep yang bertentangan soal isu racun syaraf nikotin: yaitu nikotin punya efek melindungi pemakainya terhadap penyakit Alzheimer dan Parkinson berkat daya anti oksidan nikotin, dan sekaligus bisa memicu rusaknya sistim kognitif (pengamatan) akibat kerusakan oksidasi tingkat selular. Jadi, apakah nikotin itu bersifat racun bagi syaraf? Sepintas, jawabannya YA, karena nikotin bisa menurunkan kadar glutathione tubuh dan meningkatkan oksidasi seperti ion malondialdehyde, lactate dehydrogenase, hydrogen peroxide, dan superoxide.

Meningkatnya stress oksidasi hanya terbukti jika nikotin dosis tinggi diberikan (1mM atau 162mg atau diatasnya). Nikotin dosis rendah (.1mM atau 16mg) bisa membuang radikal bebas dari tubuh dan melindungi tubuh terhadap lipid peroxidation. Merk rokok yang punya kadar rendah nikotin, bisa melindungi anda melawan penyakit Alzheimer dan Parkinson.


EFEKNYA TERHADAP CARDIO

Karbonmonoksida dan unsur kimia lain dalam asap rokok jauh lebih berbahaya bagi kesehatan kardiovascular ketimbang jika nikotin dikonsumsi secara khusus (bukan dalam bentuk rokok, tapi murni nikotin). Menimbang pada profile stimulan nikotin, tidak mengherankan jika nikotin punya dampak pada kardiovascular, dengan atau tanpa rokok. Sebagai penyebab terjadinya pelepasan vasopressin, nikotin menyebabkan munculnya urat pembuluh darah dibawah permukaan kulit. Dibagian tubuh lainnya, seperti jaringan otot, vasodilasi terjadi karena peningkatan output cardiac dan pelepasan epinephrine.

Pada hewan, nikotin bisa meningkatkan pengumpulan platelet, kemungkinan karena terblokirnya prostaglandin protacylin (faktor anti platelet). Itu berarti bisa mengancam kesehatan kardiovascular karena naiknya resiko darah menjadi kian pekat. Tapi menariknya, hal serupa tidak mengalami platelet. Fakta berlawanan antara penelitian nikotin terhadap manusia dan hewan juga terjadi seputar isu profile kolesterol. Monyet pemakai nikotin mengalami peningkatan LDL, sedangkan manusia tidak. Kesimpulannya, efek kardiovascular pemakaian nikotin yang bersumber bukan dari rokok, pada manusia, masih terlalu dini untuk disimpulkan.


RAGAM CARA KONSUMSI NIKOTIN

Tujuan pemakaiannya hanyalah untuk mengurangi efek samping negatif akibat mencoba berhenti merokok. Alias mencoba membuat anda tetap dalam keadaan waras. “Tingkat keberhasilannya dalam membantu anda berhenti merokok, sangat tergantung pada keteguhan hati anda sendiri,” kata Angela Geiger, direktur di American Cancer Society.

ROKOK

Kandungan nikotin dalam rokok bervariasi, tergantung merknya, tapi biasanya berkisar 1mg per rokok. Jumlah nikotin yang masuk ke tubuh dari merokok sangat tergantung cara merokoknya, dan juga kandungan tambahan bahan lainnya, termasuk kadarnya. Dibandingkan dengan cara konsumsi nikotin lainnya, kadar nikotin saat merokok bisa melonjak hanya dalam satuan menit saja, dan turun dengan cepat sesudahnya. Masa kerja nikotin berkisar 2 jam didalam tubuh, jadi mereka yang merokok lebih dari 1 batang rokok selama sehari, akan tampak akumulasi kadar nikotin dalam plasma darah mereka.

Kecanduan merokok bukanlah terjadi karena kandungan nikotin itu sendiri, tapi dikarenakan efek nikotin pharmacokinetics. Rokok mempermudah nikotin mempengaruhi CNS, hasilnya adalah rasa puas yang langsung anda rasakan secara instan. Untuk menyembuhkan kecanduan semacam itu, maka anda butuh cara lain mengkonsumsi nikotin sedemikian agar nikotin tidak mencapai CNS terlalu cepat.


NIKOTIN HISAP DAN PERMEN KARET

Nikotin hisap dan permen karet, keduanya diserap via mucosa di mulut, maka keduanya punya efek pharmacokinetics yang sama. Kadar nikotin akan naik pada menit ke 30 dan perlahan menurun setelah 2 jam. Permen karet nikotin biasana dijual dalam versi 2mg dan 4mg dan tingkat penyerapannya ke tubuh adalah masing-masing 53% dan 72%. Tembakau hisap kadarnya sekitar 0,4% nikotin. Tentu saja semuanya tergantung ukuran lintingannya, tapi 2.5g saja bisa melonjakkan nikotin menjadi 15mg/ml, dan itu sama dengan rokok dan permen karet.



SALEP TEMPEL NIKOTIN

Salep tempel nikotin dijual dalam berbagai dosis, mulai dari 14-22mg, mampu memasukkan nikotin ke tubuh dengan kecepatan stabil 0,9mg per jam; dan mencapai puncaknya antara 4-9 jam setelah diberikan.


NIKOTIN SEMPROT MULUT

Nicotine kemasan semprot mulut, dosis sekali semprot adalah 0,5mg, dan mencapai puncaknya dalam 5-10 menit.

sumber: http://www.globalmuslim.web.id/2010/03/hukum-rokok.html
        http://archive.kaskus.us/thread/888308/
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Kapolda: Kalau Diganti Negara Islam, Apakah Penduduknya Dijamin Masuk Surga

Surabaya, Kapolda Jatim mempunyai pandangan bahwa NKRI lebih baik dari pada menjadi Negara Islam Indonesia (NII). Kenapa Irjen Pol Untung S Radjab mempunyai pandangan seperti itu ?
Dihadapan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur dan juga mantan anggota NII, Rabu (18/5/2011) malam, Untung menceritakan, saat dirinya menjabat sebagai Kapolwil Besuki, ada orang yang mengajak diskusi tentang perubahan NKRI menjadi NII.

"Saya bertanya, kalau diganti menjadi negara Islam, apakah penduduknya dijamin masuk surga. Jawabannya belum tentu tidak," ujar Kapolda Jatim.

Untung menerangkan, NII adalah cita-cita sekelompok orang bahwa dalam mendirikan negara syariat Islam akan menjadi lebih makmur. Padahal, belum tentu jika sudah dibangun NII akan menjadikan makmur rakyatnya.

"Ya yang enak ini, NKRI. Lakum dinikum waliyadin. Orang lain nggak boleh memaksa saya, saya juga nggak boleh memaksa orang lain. Agamamu agamamu, agamaku ya agamaku," tuturnya.

Mantan Wakapolres Surabaya Selatan ini mengingatkan kepada mahasiswa dan pemuda agar tidak merasa paling pinter. Menurutnya, mahasiswa di Surabaya dan Jawa Timur ini bagian kecil dari mahasiswa di Indonesia, lebih kecil dari mahasiswa yang ada di dunia.

"Karena itu, jangan merasa hebat dulu. Silahkan membaca, karena pengetahuan kita harus lebih banyak. Kalau kita menempuh pendidikan yang lebihi tinggi, berarti masih banyak yang kita tidak tahu," ujar kapolda yang mempunyai gelar doktor (DR).

Alumnus SMAN 4 Surabaya ini mengatakan, jika ada warga yang ingin mengklaim Indonesia menjadi negara syariat Islam, diminta untuk melihat sejarah berdirinya NKRI.

"Tahu bahayanya kalau mendirikan negara Islam. Yang mendirikan Republik Indonesia itu orang banyak, ada pemuda dari Ambon, Jawa, Makassar, Sumatera. Apakah kalau penduduknya mayoritas Islam kemudian diklaim menjadi negara Islam, itu dholim juga," tuturnya.

Untung mengakui mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk melakukan perubahan karena perubahan itu perlu dikakukan, tapi harus dilihat situasi dan kondisinya.

"Dulu kalau nggak ada orang yang mokong-mokong (bandel) seperti Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo mungkin nggak akan merdeka. Mahasiswa dan pemuda perlu melakukan perubahan. Nggak usah ngomong bangsa lah, tapi bagaimana kita membangun diri sendiri, membangun keluarga baru membangun Kota Surabaya membangun Jawa Timur," jelasnya.(surabaya.detik.com, Kamis, 19/05/2011)

Comment:
kalo Indonesia menjadi Pusat Daulah KHILAFAH (negara Islam) maka indonesia akan semakin kuat karena akan menjadi Pusat Peradaban Islam, menjadi Penyatu Negeri-negeri Muslim dan dengan Syariat yang diterapkan secara kaffah dalam naungan KHILAFAH maka berarti pula bahwa jalan untuk menuju Syurga akar terbuka luas karena aturan-aturan Alloh yang diwajibkan kepada Ummat Islam bisa kita laksanakan didalam negara tersebut secara sempurna. wallohu a'lam bisshowab.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Negara Islam Bukan Ancaman dan Bukan Ide Kampungan !

Negara Islam yang menerapkan syariah Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukanlah ancaman, justru kapitalisme lah ancaman nyata bangsa ini.

Isu Negara Islam kembali ramai dibicarakan. Beberapa teror bom disebut-sebut dilakukan kelompok yang mengatasnamakan NII (Negara Islam Indonesia). Meskipun belum bisa dipastikan kebenarannya , kelompok ini diduga terlibat cuci otak beberapa mahasiswa yang tiba-tiba menghilang. Termasuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan dana .

Beberapa media pun dengan gencar mengopinikan bahaya mendirikan negara Islam yang dikatakan menj adi tujuan kelompok ini. Perjuangan mendirikan negara Islam dianggap membahayakan Indonesia dan menjadi ideologi kelompok teroris.

Ironisnya , salah seorang petinggi partai yang dulu mengklaim partai Islam dan sekarang sudah menjadi partai terbuka (sekuler) , menyatakan ide negara Islam adalah kampungan.

Adalah penting bagi kita untuk memahami , perjuangan mendirikan negara Islam sesungguhnya adalah perjuangan yang mulia. Sebab negara Islam, dalam pengertian negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban syar’i. Sebab , tanpa ada negara yang didasarkan kepada Islam, kewajiban menerapkan seluruh syariah Islam, yang menjadi konsekuensi keimanan seorang muslim, mustahil bisa dilakukan.

Sebab, banyak hukum syariah Islam yang membutuhkan institusi politik yang sekarang disebut negara. Hukum syariah Islam yang berkaitan dengan hudud seperti potong tangan bagi pencuri,rajam bagi pezina, tentu membutuhkan institusi politik atau otoritas yang legal atau negara.

Demikian juga menerapkan kebijakan mata uang yang didasarkan pada dinar dan dirham (berbasis emas dan perak), pendidikan dan kesehatan gratis, pengaturan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti barang tambang yang melimpah (emas, minyak, batu bara) harus dikelola negara , tidak boleh diberikan kepada swasta asing, dan hasilnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat, tentu membutuhkan otoritas negara.

Imam Abul Qasim Al-hasan bin Muhammad bin Habib bin Ayyub Asy-syafi’I An-naisaburi, menjelaskan “…umat telah sepakat bahwa yang menjadi obyek khitab (”maka jilidlah”) adalah imam. Dengan demikian mereka berhujjah atas wajibnya mengangkat imam. Sebab, apabila suatu kewajiban itu tidak sempurna tanpa adanya sesuatu tersebut maka ada sesuatu tersebut menjadi wajib pula”(Tafsir An-naisaburi, juz 5 hal 465)

Kewajiban membangun otoritas politik seperti inilah yang oleh para ulama disebut imamah atau khilafah, amirul mukminan yang makna sama. Syeikh Muhammad Abu Zahrah menjelaskan Khilafah adalah imamah al-kubra (imamah yang agung). Disebut khilafah karena yang memegang dan yang menjadi penguasa yang agung atas kaum Muslim menggantikan Nabi SAW dalam mengatur urusan mereka. Disebut imamah karena khalifah itu disebut Imam. Karena ta’at padanya adalah wajib. Karena manusia berjalan di belakang imam tersebut layaknya mereka shalat dibelakang yang menjadi imam shalat mereka” (Tarikh Al-madzahib Al-islamiyyah, juz I hal 21)

Kewajiban imamah atau khilafah ini berdasarkan kepada al Qur’an , As Sunnah dan ijma’ush shohabah, dimana kewajiban ini disepakati oleh para ulama. …”. Imam Mansur bin Yunus bin Idris Al-bahuti Al-hanafi menjelaskan : “…(mengangkat Imam yang agung itu) atas kaum Muslimin (adalah fardhu kifayah). Karena manusia membutuhkan hal tersebut untuk menjaga kemurnian (agama), menjaga konsistensi (agama), penegakan had, penunaian hak serta amar ma’ruf dan nahi munkar (Kasyful Qina’ an Matnil Iqna’, juz 21 hal. 61)

Syariah Islam yang diterapkan dalam Daulah Islam (negara Islam) yang disebut Khilafah , bukanlah merupakan ancaman bagi masyarakat. Bagaimana mungkin syariah Islam yang berasal dari Allah SWT yang memiliki sifat ar rahman dan ar rahim disebut sebagai ancaman. Syariah Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah justru merupakan rahmatan lil ‘alamin, memberikan kebaikan kepada manusia baik muslim ataupun non muslim .

Bagaimana mungkin syariah Islam yang mengatur bahwa pendidikan dan kesehatan harus gratis bagi seluruh rakyat, negara wajib menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat (sandang, pangan, dan papan), hukuman yang tegas (hukuman mati) bagi pembunuh, larangan bughot (memisahkan diri) dari negara, barang tambang harus dikelola negara dengan baik dan hasilnya untuk kepentingan rakyat disebut mengancam masyarakat ?

Sesungguhnya sistem kapitalisme yang dipraktikkan oleh elit sekuler Indonesia sekarang inilah yang menjadi ancaman negara, musuh negara, karena membahayakan rakyat dan negara. Puluhan juta rakyat miskin, tingginya angka pengangguran, meluasnya kemaksiatan, perampokan atas nama privatisasi BUMN , investasi, dan pasar bebas, termasuk maraknya korupsi dan manipulasi merupakan dampak nyata dari penerapan sistem kapitalisme di negara kita.

Namun mendirikan negara Islam tentu bukan dengan cara-cara yang bertentang dengan syariah Islam seperti teror bom, mengkafirkan orang tua atau pihak lain , menganggap militer dan kepolisian sebagai ancaman atau kafir , cuci otak, penipuan atau perampokan. Semua itu jelas-jelas bertentangan dengan syariah Islam.

Cara seperti itu justru kontroproduktif dan dapat dimanfaatkan untuk memberikan stigma negatif terhadap Islam , negara Islam atau syariah Islam. Kalau cara-cara seperti itu dibiarkan atau dipelihara, kita tentu wajar curiga kalau semua itu memang sengaja dan direkaya , untuk menyudutkan Islam. Tujuannya, agar umat jauh dari Syariah Islam, sehingga penjajah kapitalisme tetap kokoh di negeri ini. (Farid Wajdi, hizbut-tahrir.or.id)

Sebuah Catatan:
Ketua DPP PKS, Fachri Hamzah, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/5/2011) menuturkan bahwa PKS tak pernah mengusung ideologi Islam. PKS adalah partai yang menganut asas nasionalis dan religius.

"Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali," paparnya.(detiknews.com, 05/05/2011).

inilah ucapan mereka para jongos-jongos demokrasi....mereka menghina Negara yang mulia yang diperjuangkan demi tegaknya Syariah Islam yang kaffah di bumi Alloh SWT.
wallohu a'lam bisshowab.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Antara Politik Sekuler dengan Politik Islam

Inilah Politik Islam

Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah siyasah. Oleh sebab itu, di dalam buku-buku para ulama salafus shalih dikenal istilah siyasah syar’iyyah, misalnya. Dalam Al Muhith, siyasah berakar kata sâsa – yasûsu. Dalam kalimat Sasa addawaba yasusuha siyasatan berarti Qama ‘alaiha wa radlaha wa adabbaha (mengurusinya, melatihnya, dan mendidiknya). Bila dikatakan sasa al amra artinya dabbarahu (mengrusi/mengatur perkara).

Jadi, asalnya makna siyasah (politik) tersebut diterapkan pada pengurusan dan pelatihan gembalaan. Lalu, kata tersebut digunakan dalam pengaturan urusan-urusan manusia; dan pelaku pengurusan urusan-urusan manusia tersebut dinamai politisi (siyasiyun). Dalam realitas bahasa Arab dikatakan bahwa ulul amri mengurusi (yasûsu) rakyatnya saat mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Begitu pula dalam perkataan orang Arab dikatakan : ‘Bagaimana mungkin rakyatnya terpelihara (masûsah) bila pemeliharanya ngengat (sûsah)’, artinya bagaimana mungkin kondisi rakyat akan baik bila pemimpinnya rusak seperti ngengat yang menghancurkan kayu. Dengan demikian, politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta`dib).

Rasulullah SAW sendiri menggunakan kata politik (siyasah) dalam sabdanya :
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمُ اْلأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ. قَالُوا: فَمَا تَأْمُرُنَا؟ قَالَ فُوا بِبَيْعَةِ اْلأَوَّلِ فَاْلأَوَّلِ، أَعْطُوهُمْ حَقَّهُمْ فَإِنَّ اللهَ سَائِلُهُمْ عَمَّا اسْتَرْعَاهُمْ

“Adalah Bani Israil, mereka diurusi urusannya oleh para nabi (tasusuhumul anbiya). Ketika seorang nabi wafat, nabi yang lain datang menggantinya. Tidak ada nabi setelahku, namun akan ada banyak para khalifah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Teranglah bahwa politik atau siyasah itu makna awalnya adalah mengurusi urusan masyarakat. Berkecimpung dalam politik berarti memperhatikan kondisi kaum muslimin dengan cara menghilangkan kezhaliman penguasa pada kaum muslimin dan melenyapkan kejahatan musuh kafir dari mereka. Untuk itu perlu mengetahui apa yang dilakukan penguasa dalam rangka mengurusi urusan kaum muslimin, mengingkari keburukannya, menasihati pemimpin yang mendurhakai rakyatnya, serta memeranginya pada saat terjadi kekufuran yang nyata (kufran bawahan) seperti ditegaskan dalam banyak hadits terkenal. Ini adalah perintah Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Berkaitan dengan persoalan ini Rasulullah SAW bersabda :
من أصبح وهمه الدنيا فليس من الله في شيء ومن لم يهتم بالمسلمين فليس منهم

“Siapa saja yang bangun pagi dengan gapaiannya bukan Allah maka ia bukanlah (hamba) Allah, dan siapa saja yang bangun pagi namum tidak memperhatikan urusan kaum muslimin maka ia bukan dari golongan mereka.” (HR. Al Hakim dalam Al Mutadrok, At Thabrany dalam Al Mu’jamul Awsath, Abu Nu’aim dalam Syu’abul Iman dengan sanad dlo’if)

Rasulullah ditanya oleh sahabat tentang jihad apa yang paling utama. Beliau menjawab : “Kalimat haq yang disampaikan pada penguasa“ (HR. Ahmad).

Sayang, realitas politik demikian menjadi pudar saat terjadi kebiasaan umum masyarakat dewasa ini baik perkataan maupun perbuatannya menyimpang dari kebenaran Islam yang dilakukan oleh mereka yang beraqidahkan sekularisme, baik dari kalangan non muslim atau dari kalangan umat Islam. Jadilah politik disifati dengan kedustaan, tipu daya, dan penyesatan yang dilakukan oleh para politisi maupun penguasa. Penyelewengan para politisi dari kebenaran Islam, kezhaliman mereka kepada masyarakat, sikap dan tindakan sembrono mereka dalam mengurusi masyarakat memalingkan makna lurus politik tadi. Bahkan, dengan pandangan seperti itu jadilah penguasa memusuhi rakyatnya bukan sebagai pemerintahan yang shalih dan berbuat baik. Hal ini memicu propaganda kaum sekularis bahwa politik itu harus dijauhkan dari agama (Islam). Sebab, orang yang paham akan agama itu takut kepada Allah SWT sehingga tidak cocok berkecimpung dalam politik yang merupakan dusta, kezhaliman, pengkhianatan, dan tipu daya. Cara pandang demikian, sayangnya, sadar atau tidak mempengaruhi sebagian kaum muslimin yang juga sebenarnya ikhlas dalam memperjuangkan Islam. Padahal propaganda tadi merupakan kebenaran yang digunakan untuk kebathilan (Samih ‘Athief Az Zain, As Siyasah wa As Siyasah Ad Dauliyyah, hal. 31-33).

Benar, dikarenakan seorang muslim mutlak harus menjadi muslim yang melaksanakan Islam secara sempurna dan menyeluruh, jauh dari segala perkara yang bertentangan dengan hukum-hukumnya baik di dalam urusan pribadinya maupun dalam interaksi-interaksi umum dengan sesama manusia. Setiap muslim sungguh tidak diperbolehkan Islam melakukan kedustaan, kezhaliman, pengkhianatan, menipu daya rakyat, dan menyerukan aqidah dan syariat bukan Islam seperti yang dilakukan oleh kalangan sekularis. Tetapi juga bathil dikarenakan propaganda tersebut melarang muslim yang terikat dengan hukum syara dan paham akan agamanya mengambil peran dalam memperbaiki masyarakat dengan dasar hukum-hukum Islam. Padahal, seperti disebut dalam hadits-hadits terdahulu, hal ini merupakan kewajiban setiap muslim. Begitu pula propanda itu digunakan untuk menutup-nutupi kesesatan dan penyesatan mereka dari mata masyarakat umum. Karenanya, kewajiban orang yang sekarang masih menyerukan penjauhan Islam dari persoalan politik dengan bersandar pada argumentasi tadi semestinya adalah menyerukan -bila mereka benar-benar jujur- pelurusan penyelewengan dalam persoalan serta makna politik dan memperbaiki kebengkokan yang ditempuh para politisi dewasa ini.

Selain itu, harus pula politik dikembalikan pada aturan-aturan Islam hingga politik kembali kepada maknanya yang mulia, mengatur, memperbaiki, mengurusi, dan memberi petunjuk. Dengan demikian, muslim yang berkecimpung dalam politik berarti muslim tersebut harus mengatur, memperbaiki dan mengurusi urusan masyarakat dengan hukum-hukum Islam, dan memberi petunjuk Islam kepada masyarakat. Dalam pernyataan lain, politiknya seorang muslim adalah menerapkan dan menegakkan ajaran Islam dalam segala aspeknya itu sendiri. Bila tidak demikian, dan tetap menjauhkan Islam dari politik, berarti: pertama, mereka telah menyimpang dari perintah Allah SWT untuk mengurusi dan memperhatikan urusan kaum muslimin; kedua, melegalisasi bahwa politik itu seperti apa yang digambarkan ideologi kapitalisme dan sosialisme padahal politik demikian adalah politik yang bertentangan dengan politik Islam seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW; ketiga, melarang sesuatu yang merupakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya. Jadi, sikap yang diambil bukannya Islam diasingkan dari politik atau politik tidak diatur oleh ajaran Islam melainkan justru Islamlah yang harus digunakan untuk mengatur dan memelihara urusan masyarakat, Islamlah satu-satunya sumber politik seorang muslim seperti disuriteladankan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Pemahaman bahwa politik itu semata pasti rekaan hawa nafsu dan akal-akalan manusia, politik itu jahat, politik itu kotor, dan politik itu tidak ada kait mengkaitnya dengan wahyu merupakan pemahaman yang berasal dari pemahaman sekularisme tentang politik. Politik sekularistik memang demikian. Berbeda dengan itu, politik atas dasar ajaran Islam adalah mengimplementasikan seluruh hukum-hukum Islam dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian politik merupakan bagian tak terpisahkan dari ajaran Islam.

Islam Mencakup Seluruh Aspek Kehidupan

Secara i’tiqadiy, kaum muslimin meyakini bahwa Islam mencakup berbagai hal dalam persoalan pengaturan sistem kehidupan. Di dalam surat Al Maidah [5] ayat 3 Allah SWT menyatakan :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian dien (agama, sistem hidup) kalian, dan telah Aku sempurnakan atas kalian nikmat-Ku, dan Aku meridlai Islam sebagai dien kalian.”

Dalam ayat tersebut tegas sekali Allah SWT menjelaskan bahwa Islam telah disempurnakan. Artinya, tidak ada satu perkara pun -termasuk pengaturan umat- yang tidak dipertelakan baik melalui Al Quran maupun As Sunnah. Karenanya, setiap muslim meyakini bahwa persoalan apapun baik sosial, ekonomi, budaya dan yang lain jawabannya terdapat di dalam Islam. Realitasnya Islam merupakan pemecah bagi persoalan kehidupan.

Secara faktual, Al Quran sendiri menjelaskan ketercakupannya yang meliputi berbagai aspek tersebut. Diantaranya :

1. Ayat-ayat yang berkenaan dengan ‘aqidah/iman.
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah [2]: 28). Juga, dijelaskan dalam surat Al Mulk ayat 1-2, Al Maidah: 105, Al Jatsiyah: 28, dan Al Infithar: 28.

2. Ayat-ayat yang berkaitan dengan ibadah.
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dirikanlah shalat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS. Al Isra [17]: 78-79). Ayat lainnya antara lain surat Al ‘Ankabut: 45, At Taubah: 103, Al Baqarah: 183, Ghafir: 60, Al Isra: 110.

3. Ayat yang berkaitan dengan akhlak.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan” (QS. An Nahl [16]: 90). Ayat yang juga menjelaskan akhlak antara lain surat Al Furqan: 63, Luqman: 18-19.

4. Ayat yang berkaitan dengan makanan. Diantaranya:
وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya” (QS. Al Maidah [5]: 88 ). Ayat lainnya antara lain dalam surat Al Maidah ayat 3 dst.

5. Berkaitan dengan pakaian. Firman Allah SWT:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anakmu dan isteri-isteri orang-orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” (QS. Al Ahzab [33]: 59). Juga, dijelaskan dalam surat Al A’raf: 26, An Nur: 31.

6. Berkaitan dengan ekonomi, Allah menjelaskan:
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS. Al Baqarah [2]: 275) juga (QS. Al Baqarah [2]: 276).

7. Berkaitan dengan sosial kemasyarakatan.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً

“Hai manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak” (QS. An Nisa: 1). Begitu pula dalam surat Al Hujurat: 13.

8. Berkaitan dengan politik/pemerintahan dalam surat An Nisa: 59.

9. Berkaitan dengan strategi militer terdapat dalam surat Al Anfal ayat 60.

10. Berkaitan dengan pendidikan terdapat dalam surat Al Mujadilah: 11, Az Zumar: 9.

11. Menyangkut penerapan sanksi hukum Allah berfirman: “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Maidah: 38).

Itulah sebagian ayat-ayat Al Quran yang mengandung berbagai hukum Allah SWT yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin, baik secara personal maupun kolektif, sebagai konsekuensi dari keimanannya kepada Allah SWT dan wahyu-Nya. Belum lagi, penjelasan yang rinci terdapat di dalam Sunnah Rasulullah SAW. Dengan kata lain, Allah SWT telah menyediakan berbagai aturan untuk mengurusi seluruh urusan manusia. Ringkasnya, politiknya itu berupa penerapan seluruh hukum Islam tersebut.(amri m0eslim)

lalu Bandingkan dengan Politik Sekuler


Lihatlah Fakta Politik Sekuler Saat ini

Dalam Perpolitikan(pen: Politik Sekuler) Segala Hal Diukur dengan Uang

Ekonom Faisal Basri berpendapat, akses politik saat ini tertutup bagi orang-orang baik karena dalam perpolitikan segala hal diukur dengan uang.

Awalnya, kita puas bisa berekspresi, tetapi apa gunanya hanya berekspresi. Berikutnya adalah akses memasuki kehidupan politik yang lebih formal dari jalanan ke Gedung DPR.

“Tetapi, ternyata hanya yang memiliki uang dan yang populer yang bisa,” paparnya, Minggu (15/5).

Hal ini terjadi, menurut Mantan Sekjen PAN ini, karena saat reformasi, para pengawal reformasi lupa menyiapkan jaring pengaman, sehingga uang tetap memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup perpolitikan di tanah air. (mediaindonesia.com, 15/5/2011)
.........Lihat Selengkapnya