Tampilkan postingan dengan label lebanon. Tampilkan semua postingan

gravatar

PBB Kutuk Serangan Israel di Perbatasan Lebanon


BEIRUT, PBB mengutuk kekuatan mematikan dan tak seimbang Israel terhadap demonstran yang berduka saat ulang tahun pendirian negara Yahudi. Tentara Israel telah menyerang demonstran di desa Maroun al-Ras di perbatasan Lebanon pada Ahad (15/5) lalu. Serangan tersebut menewaskan 10 warga Palestina.

Demonstrasi di Lebanon itu bertepatan dengan demonstrasi serupa di perbatasan Israel dengan Gaza dan Suriah. Di sana, Israel juga menembaki demonstran untuk mencegah kerumunan massa melintasi garis perbatasan.

"Saya terkejut dengan jumlah korban tewas serta penggunaan kekuatan mematikan dan tak seimbang oleh Pasukan Pertahanan Israel terhadap demonstran tak bersenjata. Saya mengutuk serangan tersebut," kata Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Michael Williams. "Saya tegaskan kembali dengan keras perlunya semua pihak untuk melakukan pengekangan diri maksimal. Ini guna mencegah terulangnya kekerasan seperti itu dan untuk mentaati dengan keras resolusi 1701."

Demonstrasi Ahad menandai ulang tahun didirikannya Israel pada 1948. Ratusan ribu warga Palestina saat itu dicabut hak milik mereka atas properti mereka di wilayah yang sekarang jadi Israel.

Beberapa korban tewas seranga Israel langsung dimakamkan di kamp pengungsi Palestina di kota Sidon dan Tyre di Lebanon selatan pada Senin (16/5). Israel mengatakan serangan Ahad merupakan provokasi yang diilhami oleh musuh lamanya Iran. Gedung Putih menyesalkan terenggutnya jiwa dalam bentrokan itu. Tapi, AS mengatakan Israel memiliki hak untuk melindungi perbatasannya.(republika, Selasa, 17 Mei 2011)

Comment:
PBB yang notabene adalah gabungan dari kekuatan negara2 besar bisanya cuma mengutuk tanpa mampu berani memberi punishment/sanksi pada Israel. kelihatan bangets kalo PBB memang sebenarnya hanya milik Kafir....bukan milik bersama.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Terlibat Demonstrasi, Anggota Hizbut Tahrir Lebanon Ditangkap Aparat

Aparat keamanan Lebanon, Selasa (19/4), menangkap tujuh orang anggota Hizbut Tahrir di kota Tripoli, Lebanon Utara, karena diduga terlibat dalam demonstrasi melawan rezim Suriah.

Salah seorang petinggi Hizbut Tahrir, Ahmad Al-Qashash, mengatakan tentara Lebanon menangkap tiga orang anggota Hizbut Tahrir di kota Saida, Lebanon selatan. “Mereka disisipkan untuk menyerukan aksi demonstrasi di Tripoli,” ujarnya, sebagaimana dilansir situs berita Al-Quds.

Dia menambahkan, penangkapan anggota Hizbut Tahrir di Saida ini bersamaan waktunya dengan penangkapan empat orang Hizbut Tahrir di Tripoli. Semuanya dalam kasus yang sama, menyerukan aksi demonstrasi.

“Mereka ditangkap saat tengah mengendarai mobil di kota Akkar, ketika menyerukan panggilan melalui pengeras suara untuk berpartisipasi dalam demonstrasi Tripoli,” kata Qashash.

Hizbut Tahrir Lebanon meminta aparat pemerintah untuk berkumpul setelah shalat Jumat (lusa) di dekat Masjid Agung Mansuri di Tripoli—kota terbesar di Lebanon utara—untuk memulai apa yang mereka sebut “Revolusi Syam”. “Demonstrasi akan tetap berlanjut, walau ratusan orang telah ditangkap,” tegas Qashash. (republika.co.id, 20/4/2011)
.........Lihat Selengkapnya