Tampilkan postingan dengan label gaddafi. Tampilkan semua postingan

gravatar

Diktator Gadafi Mengemis pada TERORIS (Obama-AS)

Khadafi Kirim Surat 3 Halaman ke Obama dan Sebut Obama 'Anak Kami'

Washington DC - Pemimpin Libya Muammar Khadafi mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Khadafi meminta agar Obama menghentikan apa yang disebutnya sebagai perang tidak adil antara Libya dan pasukan NATO.

Surat itu dikirim ke Departemen Luar Negeri AS dan langsung diteruskan ke Gedung Putih. Surat tertanggal 5 April dengan alamat pengirim dari Tripoli tersebut ditandatangai Khadafi selaku pemimpin revolusi di Libya.

Seperti dikutip dari news.com.au, Kamis (7/4/2011), Khadafi meminta agar Obama menghentikan serangan udara yang dipimpin NATO ke Libya. "Anda adalah orang yang memiliki cukup keberanian untuk membatalkan tindakan yang salah dan keliru ini," tulis Kolonel Khadafi.

"Untuk mewujudkan perdamaian dunia, persahabatan antara rakyat kami, untuk kepentingan ekonomi dan kerjasama menangani terorisme, Anda dalam posisi untuk menjaga NATO lebih baik di Libya," ucap Khadafi.

Khadafi mengatakan, negaranya kini lebih menderita secara moral dibandingkan fisik akibat kampanye NATO. Masyarakat demokratis juga tidak bisa dibangun melalui rudal dan serangan jet

tempur. Ia juga menegaskan bahwa kebijakannya terhadap kaum oposisi di Libya adalah untuk melumpuhkan anggota Al Qaeda.

Yang menarik, Khadafi menyebut Obama sebagai "anak kami" dan menyanjungnya sebagai pemimpin yang mulia.

"Anak kami, yang mulia, Baraka Hussein Abu Oumama, campur tangan Anda atas nama AS adalah keharusan, sehingga NATO akhirnya menarik diri dari urusan Libya," bujuk Khadafi.

"Libya harus diserahkan kepada masyarakat Libya dalam bingkai persatuan Afrika," ucap Khadafi dalam bahasa Inggris yang disebut otoritas AS sangat kaku dan banyak mengandung salah ejaan serta tata bahasa.

Di dalam suratnya yang sampai ke Gedung Putih pada malam hari itu, Khadafi juga mendoakan Obama dapat terpilih kembali sebagai presiden AS dalam pemilu 2012 mendatang.

"Anda tetap anak kami apa pun yang terjadi. Kami masih berdoa agar Anda terus menjadi presiden Amerika Serikat. Kami berharap bahwa Anda akan memperoleh kemenangan dalam pemilu," demikian Khadafi.

Inilah Reaksi Hillary Clinton sebagai Menteri Luar AS

 Tanpa mempedulikan seruan Khadafi, Hillary balik mendesak agar sang kolonel melakukan gencatan senjata, menarik pasukannya, serta segera hengkang ke pengasingan.

"Sehubungan dengan surat yang Anda (Khadafi) dimaksud, saya berpikir bahwa Tuan Khadafi tahu apa yang harus dilakukan," kata Hillary dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini sebagaimana dikutip reuters, Kamis (7/4/2011).

"Perlu ada gencatan senjata, pasukannya harus ditarik dari kota-kota di mana mereka telah melakukan kekerasan. Perlu sebuah keputusan tentang perginya dia dari kekuasaan...perginya dia dari Libya," ucap Hillary.

"Semakin cepat itu terjadi, pertumpahan darah akan segera berakhir, dan kondisi akan semakin baik bagi semua orang," katanya.

Clinton juga membela aksi pasukan NATO yang melakukan serangan udara untuk menegakkan zona larangan terbang serta melindungi warga sipil dari serangan oleh pasukan Khadafi.

sumber:

-detiknews.com/read/2011/04/07/060303/1610480/10/khadafi-surati-obama-agar-redam-aksi-nato-as-cuek?nd991103605

-detiknews.com/read/2011/04/07/040652/1610468/10/khadafi-kirim-surat-3-halaman-sebut-obama-anak-kami?nd991103605
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Biadab! Pasukan Setia Diktator Gaddafi Bunuh Seorang Ibu dan Keempat Anaknya!

26 Maret 2011
Pasukan setia penguasa rezim Libya Muammar Gaddafi telah menyerang kota Misratah barat, menewaskan seorang ibu dan keempat anaknya, saksi mengatakan seperti dilansir Press TV, Jumat, 25/03/2011. "Penembakan artileri telah berlangsung sejak Kamis malam," kata saksi kepada AFP.

"Mereka menembak pada segala sesuatu yang bergerak. Seorang ibu dan empat anaknya tewas," katanya pada hari Jumat malam.

Sementara itu, pasukan revolusioner bersiap-siap untuk serangan baru terhadap pasukan setia kepada Gaddafi untuk memenangkan kembali kota timur Ajdabiyah, 150 km selatan Benghazi.

Laporan terakhir mengatakan pesawat tempur Barat yang dipimpin teroris AS telah menyerang pasukan darat Libya di dekat kota strategi penting.

Amerika Serikat dan sekutu Barat telah melakukan kampanye pengeboman terhadap Libya sejak Dewan Keamanan meratifikasi zona larangan terbang atas negara Afrika.

Warga Libya mengatakan banyak warga sipil yang tewas dalam serangan udara tersebut.

Muslim di Barat, yang diwakili oleh Hizbut Tahrir Inggris menyatakan mengecam keras intervensi Barat terhadap Libya.

"Kami, seperti Muslim di Libya, ingin melihat berakhirnya rezim Gaddafi dan mengakhiri pembunuhan yang dilakukannya. Namun, kami sangat menentang intervensi Inggris, Perancis dan Amerika di negeri-negeri Muslim," tegasnya dalam sebuah pernyataan.

Negara-negara itu adalah kekuatan-kekuatan kolonial yang didukung oleh para tiran selama puluhan tahun untuk mengamankan kepentingan-kepentingan  mereka di negeri-negeri kami. Rezim-rezim itu dirancang di London, Paris dan Washington adalah kekuatan-kekuatan Barat yang memberi mereka legitimasi dan menjual amunisi mereka yang sekarang mereka pakai untuk membunuh rakyat.

Pembenaran intervensi kemanusiaan tidak lebih daripada alasan yang dibuat-buat untuk menyembunyikan kepentingan material mereka yang buru. Ini merupakan suatu pengkhianatan atas darah yang telah menetes dari orang-orang yang telah syahid dalam revolusi jika dibajak dan hasilnya adalah menjaga orde Hegemenoni kolonial Barat di dunia Arab.

"Kami menyerukan kepada semua kaum Muslim yang telah terinspirasi oleh keberanian luar biasa dan tekad rakyat dalam revolusi-revolusi itu untuk bekerja bagi perubahan yang sesungguhnya yang hanya dapat terjadi dengan pendirian kembali sebuah Negara Khilafah Islam- sebuah negara yang akan menyatukan dunia Muslim, dan akan memiliki seorang pemimpin yang bertanggung jawab dan akan mengakhiri penyiksaan dan penindasan, yang akan mengembalikan segala sumber daya alam di negeri kita ke tangan rakyat dan akan menjamin hak-hak minoritas dan hak-hak kaum perempuan sebagaimana yang diabadikan dalam Syariah Islam," tegasnya lagi. [m/prstv/htb/syabab.com]
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

GADDAFI KAYA RAYA, RAMPAS HAK RAKYAT

Libya menyumbang 2,1 persen produksi minyak dunia. Krisis politik telah menyebabkan setengah produksinya berhenti. Hilangnya satu persen pasokan minyak dunia sudah cukup membuat para pialang bursa minyak dunia was-was, mengingat cadangan pasokan minyak dunia hanya 4,5 juta barel per hari. Harga minyak dunia langsung melambung menembus angka psikologis 100 dolar AS per barel. Itulah pengaruh Libya terhadap dunia. Sedikit banyak, itu pula kekuatan seorang Qadafi.

 Sejarah resmi Qadafi tertuang dalam Kitab Hijau (The Green Book), dasar filosofi Bangsa Libya yang diambil dari kisah dan pemikiran Qadafi. Namun, di buku itu Qadafi tentu saja tak mencantumkan bab khusus mengenai kekayaannya atau kiat-kiat bagaimana keluarganya mampu mengumpulkan pundi-pundi harta dari minyak Libya.

Rakyat Libya hanya mengetahui jika Qadafi dan keluarga memiliki bisnis di berbagai belahan dunia dan hasil bisnis itu kemudian dikucurkan bagi mereka lewat negara atau lembaga sosial. Alhasil, semua rakyat senang, semua tenang.

Tapi, ketenangan semu itu mencapai titik nadir pada awal 2011 lalu. Inflasi yang mengakibatkan kenaikan harga bahan pangan menyebabkan sejumlah masyarakat mengalami keresahan. Di pihak lain Qadafi masih hidup senang bergelimang uang. Sementara kawasan Arab sedang terbakar oleh Revolusi Melati di Tunisia yang telah merembet ke Mesir. Gejolak sosial dan politik di negeri berpenduduk 6,5 juta jiwa itu menjadi pemicu terkuaknya sejumlah informasi tentang asal muasal kekayaan Qaddafi.

Sejarah Qadafi yang dinilai Sounders penuh pemutar-balikan fakta mulai menemukan jalan sebenarnya. ''Sejalan dengan tumbangnya pemimpin besar, segala misteri sejarah akan mulai keluar dari permukaan padang pasir,'' ungkap Saunders ketika membuka artikelnya di The Globe Mail yang bertajuk  'The Business of Doing Business in Gadhafi’s Oil Kingdom' (Lika Liku Bisnis di Kerajaan Minyak Qadafi).

Dalam tulisannya, peraih tiga National Newspaper Award, penghargaan jurnalistik Kanada yang setara dengan Pulitzer di Amerika Serikat, itu coba membuka sejumlah fakta di balik sepak terjang Qadafi sebagai pemimpin sekaligus pengusaha sukses. Selama memimpin Libya, sang 'Anjing Galak'—-begitu negara Barat menjuluki Qadafi—-konon mampu menimbun harta yang ditaksir mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 180 triliun.

Angka ini tentu tidak terlepas dari produksi minyak Libya yang mencapai kisaran 1,6 juta barel per hari. Bekal itu, kata Saunders, yang kemudian dimanfaatkan Qadafi sebagai alat tawar-menawar dengan investor asing. ''Dan pada akhirnya, para investor dari luar Libya menjalin kerjasama dengan kerajaan aneh itu (keluarga Qadafi). Mereka semua dapat hidup mewah dengan syarat menutup mulut,'' katanya.

Aksi tutup mulut investor ini yang kemudian membuat rakyatnya tidak menyadari kehadiran Qadafi hampir di seluruh ladang minyak yang membentang di hamparan padang pasir luas di Libya. Tidak hanya tertutup, Qadafi juga memiliki strategi khusus yang membuat tangannya terlihat bersih dari segala intrik usaha.

''Berbisnis dengan Qadafi selalu personal. Mereka tidak pernah terjun langsung tanpa keterlibatan perantara. Dan suatu yang pasti, berbisnis dengan mereka selalu melibatkan uang yang besar,'' ungkap Saunders.

Tidak hanya menguasai sektor hulu minyak atau produksi, keluarga Qadafi juga memiliki usaha di hilir yang meliputi bidang distribusi, penjualan ritel, dan penyimpanan minyak. Sejumlah pusat pengisian bahan bakar di Eropa menjadi kepanjangan tangannya. Pada tahun 1988 Qadafi mendirikan Tamoil, perusahaan produksi dan penjualan minyak Eropa yang punya nama resmi Oilinvest (Netherlands) BV Group dan berkantor pusat di Ridderkerk, Belanda.

Tamoil mempunyai kilang minyak di Cremona (Italia), Hamburg (Jerman), dan Collombey (Swiss) dan berbagai pusat distribusi di Italia, Jerman, Swiss, Belanda, Spanyol, Siprus, dan Monako. Di Belanda saja, Tamoil mempunyai 160 stasiun pengisian bahan bakar. Di Eropa, Tamoil mengoperasikan 2.811 stasiun pengisian bahan bakar yang sebagian besar berada di Italia, menjadikannya pemain minyak nomor satu di negeri Pizza itu.

Italia tercatat mengambil 38 persen ekspor minyak Libya dan tentu saja sebagian mengalir ke pengilangan Tamoil di Cremona. Dari distribusi minyak di benua biru, Tamoil mampu menghasilkan keuntungan sebesar 7,5 miliar dolar AS per tahun. Sebagian keuntungan itu tentu saja mengucur ke kas keluarga Qadafi.

Segala usaha di Libya dan Eropa tak pelak membuat Qadafi menjadi tipikal raja minyak Arab yang selalu bergelimang dolar. Tidak heran jika situs Wikileaks memprediksi angka kekayaan Qadafi lebih tinggi dibanding angka 20 miliar dolar AS yang selama ini sering disebut-sebut itu. Angka yang berbanding terbalik dengan nasib rakyat Libya yang sebagian berada dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

Segala kisah perjalanan bisnis Qadafi hanya bisa jadi mimpi bagi warga Tripoli, Zawiyah, maupun Benghazi. Bagi dunia, minyak Libya dengan Qadafi di dalamnya tak bisa dianggap enteng. Sebagai eksportir minyak nomor 12 dunia, posisi Libya sangat penting bagi Eropa. Italia, Jerman, dan Prancis mengonsumsi lebih dari setengah produksi minyak negeri itu.(republika.co.id, Kamis, 03 Maret 2011)

dalam Islam adalah minyak adalah salah satu kekayaan negara yang menjadi kepemilikan umum untuk umat. Rasulullah saw bersabda:

«الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلاَثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلإِ وَالنَّارِ وَثَمَنُهُ حَرَامٌ»

Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api, dan harganya haram (HR Ibn Majah)

Kata an-nâr (api) mencakup semua jenis energi yang seperti minyak, gas, listrik atau energi lainnya yang digunakan sebagai sumber energi di rumah, industri, kendaraan, mesin dan peralatan lainnya. jadi sangatlah menympang dari ketentuan islam jika minyak di libya hanya dinikmati hasilnya oleh Gaddafi sedang rakyatnya hidup dalam Krisis. (miaubook)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Gaddafi Gunakan Pasukan Bayaran Israel

Presiden Libya, Muammar Gaddafi, yang terus menghadapi gelombang penentangan rakyatnya, dalam upayanya mempertahankan kekuasaan dan menumpas demonstrasi rakyat, menggunakan tentara bayaran Israel.

Nahrain net melaporkan, sumber-sumber Zionis membenarkan peran para pasukan bayaran Israel dalam rangka mendukung rezim Gaddafi dan membantai warga Muslim Libya.

Pengerahan pasukan bayran Israel itu menyusul kesepakatan antara Seif al-Islam Gaddafi, putra Gaddafi dengan sejumlah pejabat tinggi Dinas Rahasia Israel (Mossad). Berita ini juga diturunkan oleh televisi Al Alam.

Sumber-sumber intelijen Tel Aviv menekankan bahwa Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dan menteri peperangannya, Ehud Barak, serta Menteri Luar Negeri Zionis Israel, Avigdor Lieberman, dalam sidang 18 Februari lalu menetapkan untuk mengerahkan pasukan bayaran ke Libya guna mendukung rezim Gaddafi.

Sejumlah agen intelijen menyebutkan bahwa dalam sidang itu Jenderal Yisrail Zif, Direktur Lembaga Konsultasi Keamanan (Global CST) yang beraktivitas di negara-negara Afrika, mengusulkan pengerahkan satuan pasukan bayaran dari Kenya, Nigeria, Chad, Republik Afrika Tengah, Mali, Senegal, dan sejumlah gembong milisi di Sudan Selatan.(republika.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Gaddafi Curigai Barat Ingin Duduki Libya

WASHINGTON - Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, yang sedang menghadapi pergolakan rakyat, menuduh negara-negara Barat telah meninggalkan pemerintahnya dalam perang terhadap 'teroris', dalam wawancara dengan jaringan televisi Amerika Serikat ABC, Senin (28/2).

"Saya terkejut bahwa kami mamiliki aliansi dengan Barat untuk memerangi Al Qaida, dan sekarang kami memerangi teroris, mereka meninggalkan kami," kata Gaddafi pada Christianne Amanpour dari ABC. "Barangkali mereka ingin menduduki Libya."

Gaddafi mengatakan Presiden AS Barack Obama "orang baik", tapi ia tampaknya telah diberi informasi yang keliru mengenai situasi di Libya, lapor ABC News di laman Internetnya.

"Pernyataan yang saya dengar darinya seharusnya datang dari orang lain," kata Gaddafi. "Amerika bukan polisi internasional di dunia ini," ia menambahkan. Sebelumnya pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 41 tahun itu memang menyalahkan Al Qaida di belakang aksi perlawanan di negaranya.(republika.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Jihad Islam: Di mana Pesawat Tempur Gaddafi Saat Israel Serang Gaza?

Tokoh senior gerakan Jihad Islam Muhammad al-Hindi mengatakan apa yang dilakukan rezim Gaddafi terhadap rakyatnya "tak kalah sadisnya dengan kejahatan yang Israel lakukan kepada bangsa Palestina dan apa yang Amerika lakukan di Irak dan Afghanistan."

Pernyataan itu diucapkan Al-Hindi Selasa kemarin (22/2) selama demonstrasi di pusat Gaza dalam solidaritas dengan pengunjuk rasa Libya yang telah diserang dengan tindak kekerasan di tengah tuntutan untuk menurunkan rezim yang berkuasa saat ini.

Laporan menyebutkan, ratusan warga Libya tak bersenjata yang menyerukan untuk menjatuhkan rezim Gaddafi, tewas dalam serangan udara yang menggunakan senjata yang dilarang oleh dunia internasional.

Al-Hindi, yang juga anggota biro politik Jihad Islam, mengatakan bahwa penggunaan kekerasan terhadap demonstran sipil mencerminkan "kepengecutan" yang ada dalam rezim pemerintahan, sembari menyatakan: "Di mana pesawat Gaddafi saat perang dilancarkan terhadap Jalur Gaza?"

Para demonstran di Gaza mengutuk pertumpahan darah di kota Benghazi dan lainnya yang melanda Libya. Hamas juga telah mengambil sikap yang menentukan dengan mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan Gaddafi.

"Dia yang mengancam untuk melawan rakyatnya sendiri sampai laki-laki terakhir atau wanita berdiri adalah seorang kriminal. Gaddafi akan digulingkan seperti Ben Ali yang digulingkan di Tunisia dan Mubarak di Mesir," kata juru bicara Hamas Hammad al-Raqab berbicara pada demonstrasi yang diselenggarakan oleh kubu Islamis Universitas Islam Gaza di markas PBB yang ada di Gaza.

"Kami berharap Gaddafi akan menyerang Tel Aviv dan rakyat Israel dengan pesawat ini," tambahnya "Para penjajah Zionis pantas mendapat rudal lebih dari warga sipil tak bersalah."(fq/pic)(eramuslim.com)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

SStt...Diam-diam Tony Blair Telepon Gaddafi, Ada Apa Ya?

LONDON - Mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, dikritik di negaranya sehubungan bocornya telepon "uluran persahabatan" yang dilakukannya pada pemimpin Libya Moammar Gaddafi. Blair diketahui melakukan dua kali pembicaraan, terakhir pada Jumat. Namun sumber yang dekat dengan Blair menyatakan, telepon itu berisi "imbauan agar Gaddafi menghentikan tindakan keras pada demonstran."

Blair membuat dua panggilan mendadak ke Kolonel Gaddafi pada hari Jumat - hari ketika Presiden Libya itu muncul di depan publik dan mendesak pendukungnya untuk "membela bangsa" melawan pemberontakan dan "menghancurkan musuh" di belakangnya. Publik Inggris menyangsikan isi pembicaraan seperti yang disebutkan, mengingat keduanya pernah melakukan "kesepakatan di gurun" dimana dia menegosiasikan dengan Gaddafi pada tahun 2004 - yang dianggap sebagai awal "rehabilitasi" Gaddafi di mata Barat .

Menurut sumber Independent, Blairlah yang menelepon terlebih dulu pada Gaddafi, yang telah memerintahkan helikopter tempur untuk menembaki demonstran yang ia digambarkan sebagai "tikus" dan "kecoak".

Sumber yang dekat dengan Blair menyatakan, setelah berkonsultasi dengan Departemen Luar Negeri Inggris, Blair menelepon dan memberitahu bahwa Pemerintah Inggris menyarankan Presiden Libya untuk turun, dan dia setuju untuk telepon dia lagi dan mengirimkan pesan itu. Tidak ada komentar dari kantor Blair tentang bagaimana kejelasan berita itu.

Laporan dari ibukota Libya menyatakan bahwa diktator itu melaksanakan ancamannya untuk terus menyerang melawan pemberontakan. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris  David Cameron memerintahkan misi penyelamatan SAS untuk menjemput 150 warganya terdampar di ladang minyak terpencil selatan pelabuhan Benghazi.(republika.co.id)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Gaddafi Bernyanyi


Kesombongan Gaddafi saat berpidato akhirnya di manfaatin orang untuk bikin Video klip. simak aja....
cekidot is in the house....
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Para Syuhada Khilafah Di Tangan Sang Diktator Qaddafi

si Pembunuh keji (moammar gaddafi)
Novel dengan judul: Fi Bilâ…dir Rijâl (Di Negeri Para Pahlawan) oleh penulis Libya, Hisyam Mathar, menceritakan tentang kediktatoran rezim Gaddafi dan penindasan yang dilakukannya terhadap orang-orang Libya. Kami di sini tidak akan memaparkan aspek sastra novel ini, apalagi aspek pemikiran, yang menjadikan demokrasi sebagai alternatif paling baik untuk menggantikan kediktatoran. Namun, kami ingin menunjukkan bagaimana insiden eksekusi mati yang dilakukan oleh musuh Allah, Muammar Gaddafi terhadap sekelompok aktivis Hizbut Tahrir terbaik di Libya.
Jamil Salahut mengometari novel itu tentang bagaimana rezim Muammar Gaddafi yang diciptakan oleh Inggris ini, setelah 9 tahun berkuasa, telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan, dengan mengeksekusi mati 13 aktivis Islam, di antara para aktivis Hizbut Tahrir, pada bulan Ramadhan tahun 1978 M.
Sungguh, mereka itu adalah para aktivis yang telah mengabdikan diri mereka untuk membela agama Allah Swt, dan menerapkan Islam, meskipun mereka berada dalam situasi dan kondisi yang sangat buruk, yang mengharuskan mereka berpikir banyak. Akan tetapi dengan pemikiran dan tujuan mereka yang mulia yang diridhai Islam, mereka kembali kepada Tuhan mereka sebagai syahid, yang in syâ’ Allah mereka menduduki posisi sayyidusy syuhadâ’ (pemimpin para syahid). Dengan ini mereka menjadi bahan bakar gerakan, dan meraih kemenangan dengan mendapatkan ridha Allah Swt.
Penulis novel tersebut mengatakan, seperti yang dipublikasikan oleh kantor berita Ma’an: “Saya ingatkan bahwa pada akhir tahun 1978 M. rezim Muammar Qaddafi telah mengeksekusi mati empat belas aktivis Hizbut Tahrir, yang dikenal bahwa Hizbut Tahrir ini tidak mengizinkan penggunaan kekerasan atau fisik dalam melakukan aktivitas dakwahnya, dimana senjata satu-satunya adalah pemikiran, dan melawan argumentasi dengan argumentasi. Bahkan karakter dakwah Hizbut Tahrir yang seperti ini, sudah dikenal oleh semua orang.
Mereka yang di antaranya berprofesi sebagai guru itu dieksekusi di sekolah mereka, di depan anak-anak mereka, dan para siswanya. Sehingga insiden itu telah menciptakan ketakutan yang luar biasa dalam jiwa semua orang. Mereka dieksekusi di tengah-tengah sorakan dan tepuk tangan para intelijen dan rekan-rekannya; serta di tengah-tengah tetesan air mata dan kesedihan keluarganya, yang tidak mampu berbicara meski hanya sepatah kata.
Kantor Media Hizbut Tahrir di Palestina telah menyebutkan beberapa rincian tentang insiden eksekusi mati terhadap mereka para pahlawan pada tanggal 11/6/1983 M. Dan di sini kami akan menyebutkan kembali nama-nama mereka sebagai bentuk penghargaan kami atas pengorbanan mereka yang sangat mulia: (1) Nashir Surais, (2) Ali Ahmad Iwadhullah, (3) Badik Hasan Badar (warga Palestina), (4) Namer Salim Isa, (5) Abdullah Hamudah, (6) Abdullah al-Maslati, (7) al-Kurdi, (8) Shaleh Nawal, (9) keponakan (Shaleh Nawal), dan (10) Muhammad Muhazhab Havan.
Mereka dieksekusi mati di sekolah-sekolah dan universitas, di depan para guru, dosen, murid dan mahasiswa, serta di depan keluarga dan anak-anak mereka. Ada di antara mereka yang masih hidup setelah dieksekusi, lalu mereka kembali menggantungnya, kemudian membawanya turun, mengikatnya di mobil, dan menyeretnya. Insiden mengerikan itu dipertontonkan di depan para guru, dosen, murid dan mahasiswa.
Adapun tiga syahid lainnya, mereka adalah: (1) Dr. Majid al-Qudsi al-Douwik (warga Palestina), (2) Muhamad Bayoumi, dan (3) al-Faquri.
Mereka meraih syahid dengan penyiksaan para intelijen di Tripoli. Semoga Allah melaknat para penguasa zalim dan para kaki tangannya.
Dr. Fathi Al-Fadhli dalam situs miliknya menulis kisah tentang pelaksanaan eksekusi mati terhadap salah satu pahlawan, yaitu Muhammad Muhazhab Havan. Ketika membaca kisah ini tidak seorangpun yang mampu menahan tetesan air matanya sekalipun ia berusaha menahannya. Ia menulis dengan judul: “Syahid Ideologis“.
Dalam hal ini, asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan berseberangan dengan Mayor Basyir Huwadi, dan Mayor Umar Mahisyi, dimana keduanya adalah Anggota Dewan Komando Revolusi, dalam sebuah club yang dikenal dengan club pemikiran revolusioner, yang diadakan pada bulan Mei 1970 M. Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan juga berseberangan dengan Muammar Qaddafi.
Pandangan yang dikemukan asy-Syahid dalam dialog tersebut lebih dalam dan lebih objektif dari pada apa yang dikemukakan Muammar Qaddafi, dan apa yang dikemukakan Anngota Dewan Komando Revolusi. Bahkan pandangannya dihiasi kecerdasan dan pandangan ke depan, serta pemahaman akurat terkait medan politik di Libya dan dunia Islam. Dan mungkin itulah awal api kebencian tertanan dalam jiwa mereka terhadap asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan.
Asy-Syahid dieksekusi setelah sepuluh tahun diintimidasi, ditahan dan disiksa agar asy-Syahid membuang ideologinya. Namun iman, tekad, dan kemauan asy-Syahid melebihi ambisi para tiran dan persepsi mereka. Sehingga siksaan, godaan, dan intimidasi tidak mampu menggoyahkan tekad asy-Syahid dan teman-temannya untuk membuang ideologinya meski hanya sehelai rambut, atau lebih kecil dari itu. Dengan demikian sikapnya ini, menjadi contoh yang indah dan sempurna tentang keteguhan dalam mempertahankan nilai dan ideologi yang diimaninya, dan yang karenanya ia hidup, serta rela membayarnya sekalipun dengan harga yang sangat mahal.
Dr. Fathi Al-Fadhli menambahkan tentang perlawanan asy-Syahid terhadap Gaddafi. Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan bisa saja keluar dari penjara ketika ia ditawari untuk menjualan harga dirinya, namun ia lebih memilih jalan para syahid dan orang-orang shaleh.
Beberapa dari kalian mungkin ingat bahwa sikap asy-Syahid Havan yang dicatat oleh sejarah, maka sikap itulah yang menghantarnya kembali pada Tuhannya dengan membawa kemulian dan kebanggaan. Ketika si zalim Muammar Qaddafi mengancamnya bahwa asy-Syahid akan dipenjara seumur hidup, maka asy-Syahid membalasnya dengan tegas buah dari kekuatan dan ketulusan imana: “Sungguh dipenjara seumur hidup itu merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi saya.” Dan mungkin sikap inilah yang mengubah hukumannya hingga akhirnya dijatuhi hukuman mati.
Persatuan Mahasiswa Libya sangat menghormati asy-Syahid. Mereka mengadakan konferensi mahasiswa Libya ketiga yang diselenggarakan pada bulan November 1403 H. (Agustus 1983 M.), dengan tema “Konferensi Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan Untuk Esok Yang Lebih Baik”. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!
Sungguh, pengorbanan mereka itu tidak hilang sia-sia. Hari ini seruan kepada Khilafah telah menggoncangkan dan mengalahkan setiap pikiran (ide) yang tidak Islami; menembus perbatasan dan penghalang; mencapai semua wilayah; membuat takup para raja; dan memerangi negara-negara besar dan kecil. Sehingga, mereka tidak mampu lagi untuk menghentikannya. Seruan kepada Khilafah akan terus berlanjut dengan izin Allah hingga sampai pada tujuannya, yaitu kembalinya umat Islam sebagai umat terbaik, dan kembalinya negara Islam sebagai negara nomor satu di dunia. Dengan demikian, Islam akan mewarnai seluruh dunia (pal-tahrir.info, 11/5/2010).
Add This! del.icio.us Digg Google Yahoo! MyWeb reddit StumbleUpon Technorati
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Tentara Bayaran Ghaddafi Tembaki Para Demonstran, 100 Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, Sekitar seratus tentara bayaran yang disewa dari Afrika dan Chad, yang merupakan pendukung Presiden Libya Muammar Ghaddafi memuntahkan senjatanya kepada para pengunjuk rasa di kota-kota yang berdekatan dengan Tripoli. Tak pelak membuat kondisi ibukota Libya itu mencekam.

Seorang saksi mengungkapkan setidaknya beberapa demonstran terbunuh dalam kontak senjata tersebut di kota yang berdekatan dengan Tripoli, yakni Janzour dan Fashlum. Perang terbuka juga terjadi di kota lainnya yang berdekatan dengan Tripoli, yaitu Ben Ashur dan Ghut Ashaal.

Dalam sebuah laporan disampaikan, suara tembakan mulai pecah ketika usai pelaksanaan shalat Jumat kemarin para pengunjuk meneriakkan slogan anti-Ghaddafi. Bentrokan pun tak terhindarkan di luar kota Tripoli yang berlangsung kurang selama 24 jam.

Militer pendukung setia Ghaddafi berusaha penuh untuk tetap memegang kendali di ibukota Libya, Tripoli. Sebab, beberapa kota yang merupakan basis Ghaddafi, di wilayah timur dan barat telah dikuasai para pengunjuk rasa.

Sekitar 100 demonstran dikabarkan tewas dalam aksi tersebut, dan mengakibatkan lainnya ketakutan terhadap aksi brutal yang dilakukan Ghaddafi.

Kepala Komisi HAM PBB telah mengingatkan terkait eskalasi yang terjadi di Libya, dan mendesak masyarakat internal untuk campur tangan dalam mendukung para demonstran. Navi Pillay mengatakan, mungkin seribu orang telah terbunuh atau terluka selama ini di Libya, sebagai akibat dari tindakan represif berdarah Pemerintah.
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Muslim Australia Dukung Revolusi di Libya Tumbangkan Diktator Gaddafi Tegakkan Khilafah

Protes anti Gaddafi
Meningkatnya gelombang tuntutan perubahan di Libya mendapat sambutan dari kaum Muslim di Barat seperti di Ingggis dan Australia. Sebuah aksi masirah yang dihadiri oleh banyak orang digelar di Sydney Australia, Senin sore, 21/02/2011. Mereka mendukung revolusi nyata di Libya untuk menumbangkan rezim Gaddafi serta menegakkan Khilafah yang akan menyatukan muslim sedunia.
Para pembicara dan pengunjuk rasa mendukung para pemberani Muslim yang berdiri di hadapan rezim diktator di dunia Muslim. Secara khusus kaum Muslim di Libya telah menunjukkan keberanian besar dalam menghadapi sebuah penindasan brutal oleh kolonel Gaddafi, di mana hampir seribuan orang dibantai.

Mereka juga mengecam Kolonel Gaddafi dan rezim lainnya di kawasan itu sebagai agen negara-negara kolonial Barat seperti Amerika, Inggris, dan Perancis.
.........Lihat Selengkapnya