Tampilkan postingan dengan label densus. Tampilkan semua postingan

gravatar

Densus Geledah Kontrakan H, Temukan 6 Senapan & Karung Isi Baut

Jakarta, Usai melakukan penyergapan, aparat Densus 88 Antiteror menggeledah sebuah rumah kontrakan salah seorang terduga teroris, Sabtu (14/5/2011) pagi. Diduga pengontrak rumah tersebut adalah salah seorang dari dua orang terduga teroris yang ditembak pasukan Densus dinihari tadi.

Rumah di Kampung Ngronggah, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo, tersebut dikontrak oleh Endro Yunianto dan keluarganya. Endro yang berasal dari Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, mengontrak rumah tersebut sejak tiga bulan lalu.

Ketua RT setempat, Purwono menjelaskan, dirinya dibangunkan kepala desa setempat untuk diminta menjadi saksi saat polisi menggeledah rumah kontrakan Hendro.

Purwono menjelaskan, saat penggeledahan terjadi, Hendro tidak berada di rumah. Sedangkan sejumlah barang ditemukan polisi di sebuah kamar yang berada di lantai dua.

Barang-barang yang kemudian dibawa polisi adalah enam pucuk senapan, sejumlah buku, beberapa karung gotri dan baut. Baut yang disita polisi itu, papar Purwono, telah dimodifikasi dengan cara dipotong bagian ujungnya sehingga berbentuk lancip.

Hendro Yunianto dikenal warga berprofesi sebagai pedagang es. Namun karena dia belum lama mengontrak rumah tersebut, warga sekitar belum mengenalnya secara dekat.

Diduga penggeledahan rumah tersebut terkait dengan penembakan dalam penggerebekan terduga teroris dinihari tadi. Sumber di kepolisian bahkan memberikan informasi bahwa pengontrak rumah adalah salah satu dari yang ditangkap Densus tersebut.

"Dia (Hendro) adalah orang yang ditangkap Densus di Dukuh, Sanggrahan, dinihari tadi. Dia ditangkap bersama teman dekatnya berinisial SQ yang juga diduga sama-sama terkait tindak pidana terorisme. Keduanya ditembak karena melawan petugas dengan cara menembak terlebih dahulu," ujar sumber tersebut.(detiknews.com, Sabtu, 14/05/2011)

Comment:
emang berita kayak beginian masih laku ya?
bukannya Aktor Utama Densus 88 udah gak laku jual, soalnya Actingnya kurang Profesional alias Deso dan katrok....^^
dari pada mereka main Fitnah dan cuma bikin dosa sekalian aja ngikuti jejak Bribtu Norman, tapi jangan nyanyi india tapi pake lagu Tombo Ati...^^
siapa tau entar bisa tobat gak jadi penipu Rakyat...
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Kotak bom bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" buatan Densus

kotak bom yang bertuliskan
"Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran"
"...Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi...." kutipan terjemah surat Ali'Imran ayat 118. ayat ini sungguh sangat terang menunjukkan karakter orang-orang kafir munafik yang selama ini selalu membuat makar untuk menyudutkan ummat Islam. salah satunya mereka membuat image buruk tentang islam. lebih mirisnya lagi mereka memanfaatkan generasi muda muslim yang masuk dalam kemiliteran untuk mereka jadikan boneka di instansi-instansi bentukan mereka. salah satunya adalah di Detasemen Khusus 88.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa instansi ini banyak disebut sebagai kepanjangan tangan amerika di kepolian RI. kebencian mereka sangat terlihat kepada ummat Islam. khususnya kepada Aktifis-aktifis Islam.salah satu bukti kecilnya adalah kotak bom yang bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris diduga telah melecehkan umat Islam.

Sebagaimana disampaikan oleh Tim Pembela Muslim (TPM) dan Forum Pembela Islam (FPI) bahwa Kotak bom yang bertuliskan "Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran" yang digunakan Densus 88 Anti Teror dalam simulasi penanganan teroris diduga telah melecehkan umat Islam.

Simulasi penanganan teroris dan bom yang digelar Densus 88 Anti Teror bekerjasama dengan PT KA Daops VIII digelar di atas kereta Komuter Porong-Surabaya, Kamis (24/3/2011) pagi.

Dalam simulasi itu, Tim Densus 88 memperagakan penjinakan bom kardus yang dibungkus kertas bertuliskan 'Jihad Fisabilillah Demi Kebenaran"', serta teriakan Allahu Akbar yang dilakukan 'teroris'.

"Ini kan sebuah latihan. Kita sebenarnya sangat mendukung adanya latihan seperti ini. Tapi kenapa harus mendeskriditkan Islam. Ini sama saja menganggap jika umat Islam semua sebagai teroris," kata salah satu anggota TPM Fahmi Bahmid, kepada detiksurabaya.com.

Penyataan senada juga diungkapkan Front Pembela Islam (FPI) Surabaya. FPI akan segera mempertanyakan tujuan dan maksud simulasi menggunakan simbol Islam sehingga mendiskripsikan semua umat Islam adalah teroris.

"Kita akan pertanyakan maksud dan tujuannya apa. Kita juga akan rekrut semua ormas Islam dan mereka pasti akan sependapat dengan kita," kata Ketua FPI Surabaya, Muhammad Mahdi Edrus Al Habsi saat dihubungi detiksurabaya.com.

Mahdi juga mengatakan, pihaknya akan mengajukan keberatan. Menurutnya dengan menggunakan simbol Islam, maka seluruh umat Islam dianggap sebagai teroris. "Kita akan ajukan keberatan dan itu pasti. Karena seakan-akan umat Islam dianggap sebagai teroris," tandasnya.[muslimdaily/24-03-2011]

sungguh keji cara mereka membuat image buruk aktifis-aktifis Islam dimasyarakat. padahal sebenarnya merekalah si Teroris tersebut, merekalah pembuat makar-makar keji yang menyudutkan Islam.
.........Lihat Selengkapnya