Tampilkan postingan dengan label migas. Tampilkan semua postingan

gravatar

Perusahaan Asing Kuasai 70% Sumur Migas RI

Sampai saat ini sumur migas di Indonesia masih dikuasai oleh perusahaan minyak dan gas (migas) asing, hanya 30% yang digarap oleh perusahaan lokal. Pemerintah berharap di 2025 perusahaan migas lokal bisa mencapai 50%.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita legowo seperti dikutip dari situs Ditjen Migas, Kamis (8/12/2011).

“Kami harap ke depan, semakin banyak perusahaan nasional yang bermain di migas, tidak hanya sampai di pembelian dokumen lelang tapi diteruskan sampai menghasilkan,” ujar Evita.

Seperti diketahui, dalam lelang penawaran wilayah kerja migas kemarin sudah ada perusahaan migas lokal yang mulai bermunculan dan berani ikut serta dalam tender. Empat perusahan nasional memenangkan lelang, yaitu Eurorich Group Ltd dengan lokasi Kalyani Jambi, PT Anugrah Mutiara Sentosa dengan lokasi South Baturaja Sumatera Selatan, PT Terra Global Vestal dengan lokasi North Baturaja Sumatera Selatan dan PT Mentari Abdi Pertiwi dengan wilayah kerja Kuala Pambuang Kalimantan Tengah.

Evita berharap jumlah ini terus bertambah ke depannya. “Saat ini baru mencapai 30% lebih, mudah-mudahan saja di 2025 nanti capaian perusahan domestik bisa di atas 50%,” kata Evita.

Seperti diketahui, kemarin ada 14 kontrak lelang wilayah kerja migas dan gas metana batubara (GMB) yang diteken pemerintah hari ini. Dari kontrak tersebut pemerintah terima bonus tandatangan US$ 14 juta atau sekitar Rp 119 miliar.

Evita meminta para Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mendapatkan wilayah kerja migas dari pemerintah untuk melaksanakan komitmennya mengembangkan migas di Indonesia. Tidak ada lagi era jual beli wilayah kerja migas.

Pada masa lalu, diakui Evita, ada masa di mana terjadi jual beli WK migas. KKKS hanya mengikuti lelang migas, namun tidak mengerjakan sendiri WK-nya. Namun saat ini, pemerintah mengharapkan hal tersebut tidak terjadi lagi dan KKKS diminta melaksanakan komitmennya. (detikfinance.com, 8/12/2011)
.........Lihat Selengkapnya

gravatar

Cuci Gudang SDA Indonesia: Pemerintah Tawarkan 20 Blok Migas ke Investor

JAKARTA, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementrian ESDM menawarkan 20 wilayah kerja migas tahap I tahun 2011, melalui mekanisme lelang reguler maupun penawaran langsung.

“Dirjen Migas memberikan kesempatan bagi perusahaan nasional maupun asing lainnya untuk dapat berpartisipasi dalam penawaran Wilayah Kerja tersebut diatas,” ungkap Dirjen Migas Evita H Legowo, seperti dikutip dari situs resmi Ditjen Migas Kementrian ESDM, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Evita pun menambahkan nantinya setiap perusahaan diwajibkan mengikuti semua peraturan dan persyaratan yang tertuang di dalam Dokumen Lelang (Bid Document) atau Dokumen Penawaran Langsung (Direct Proposal Document).

Adapun Wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui lelang reguler yaitu,

1. Blok Bulu Rembang, Offshore East Java
2. Blok Offshore Timor Sea I, Offshore Nusa Tenggara Timur
3. Blok Offshore Timor Sea II, Offshore Nusa Tenggara Timur
4. Blok Halmahera I, Offshore North Maluku
5. Blok Halmahera II, Offshore North Maluku
6. Blok Halmahera III, Offshore North Maluku
7. Blok West Aru I, Offshore Maluku
8. Blok West Aru II, Offshore Maluku
9. Blok Arafura Sea, Offshore Maluku

Sedangkan wilayah kerja migas yang ditawarkan melalui penawaran langsung,

1. Blok Ranau, Onshore Lampung
2. Blok Northeast Madura, Offshore East Java
3. Blok West Tanjung, Onshore Central Kalimantan
4. Blok Belayan, Onshore East Kalimantan
5. Blok East Simenggaris, Offshore East Kalimantan
6. Blok North Ganal, Offshore Makasar Strait
7. Blok Babar Selaru, Offshore Maluku
8. Blok Obi, Offshore North Maluku
9. Blok North Semai, Offshore West Papua
10. Blok West Berau, Offshore West Papua
11. Blok Semai IV, Offshore West Papua.

[economy.okezone.com, Sabtu, 21 Mei 2011, "Pemerintah Tawarkan 20 Blok Migas ke Investor"]
.........Lihat Selengkapnya